DILI, 20 Desember 2025 (TATOLI)—Similie Academy menggelar Kompetisi Pemrograman CodeFEST 2025 di Markoni, Sabtu (20/12), sebagai upaya mengasah bakat pemrograman siswa sejak usia dini serta mendorong lahirnya kreativitas dan inovasi di bidang teknologi.
CEO Similie, Ana Paula da Costa Xavier, mengatakan bahwa kegiatan CodeFEST yang saat ini masih berbentuk kompetisi, ke depan direncanakan akan dikembangkan menjadi sebuah organisasi nasional untuk kompetisi teknik.
“Kegiatan yang saat ini kami anggap sebagai kompetisi CodeFEST, rencananya tahun depan kami akan membentuk organisasi nasional untuk kompetisi teknik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kompetisi ini bertujuan memberikan ruang bagi siswa untuk menciptakan berbagai platform yang dapat melahirkan ide-ide kreatif dan mengembangkan bakat mereka dalam mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi dunia saat ini.
Untuk pelaksanaan tahun ini, panitia menetapkan tiga kategori dengan tiga tema utama, yakni kehidupan di bawah air, air dan sanitasi, serta kesehatan dan kesejahteraan yang baik.
“Dari ketiga kategori ini, kami memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih tema yang mereka sukai dan mengembangkan program berdasarkan kategori tersebut,” katanya.
Ana Paula menambahkan, dalam kompetisi tersebut sejumlah siswa mempresentasikan karya berupa pengembangan situs web dan animasi gim. Total peserta mencapai sekitar 70 siswa yang berasal dari enam kelas di Akademi Similie, yang baru dibuka pada Juni 2025 dengan fokus pelatihan pemrograman untuk anak-anak, komputer, dan keterampilan terkait lainnya.
“Similie Academy membuka pelatihan bagi siswa mulai dari anak-anak berusia enam tahun hingga dewasa. Tahun depan kami juga berencana membuka lebih banyak pelatihan, termasuk di bidang matematika,” ujarnya. Ia berharap para siswa terus belajar dan meningkatkan keterampilan melalui pemrograman untuk mendorong inovasi.
Sementara itu, Juri Kompetisi yang juga sebagai Dosen Universitas Nasional Timor Lorosa’e (UNTL), Abreu Andre Boavida, menilai para siswa memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui pelatihan pemrograman.
Karena itu, ia mengajak para orang tua untuk mendorong dan membangun mentalitas anak-anak dalam mengembangkan bakat sejak dini.
“Proyek-proyek kecil yang dibuat siswa hari ini sangat menarik. Kami mengevaluasinya untuk menentukan beberapa pemenang dengan klasifikasi terbaik, karena anak-anak ini memiliki potensi yang besar,” katanya.
Ia meyakini Similie Academy dapat terus meningkatkan kualitas pelatihan untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas.
Abreu juga mendorong para siswa agar terus memanfaatkan kesempatan belajar, mengekspresikan kreativitas, memperbaiki kelemahan, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi baru, termasuk kecerdasan buatan (AI).
Reporter: Cidalia Fátima
Editor: Armandina Moniz




