OE-CUSSE, 16 Desember 2025 (TATOLI) – Kepolisian Nasional Timor-Leste (PNTL) melalui Unit Patroli Perbatasan (UPF) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Satuan Tugas Pengamanan dan Perbatasan (Satgas-Pamtas) berkomitmen untuk menjaga keamanan di wilayah perbatasan, mulai dari Oe-Cusse, Bobonaro hingga Covalima selama perayaan Natal dan Tahun Baru.
“Untuk natal dan tahun baru mendatang, saya telah berkoordinasi dengan komandan Satgas-Pamtas dan kami berkomitmen untuk memastikan keamanan di perbatasan, dan masyarakat juga harus menghormati hukum masing-masing negara yang berlaku, sehingga kita dapat menghindari kesalahpahaman yang menimbulkan masalah,” kata Komandan UPF, Kepala Kepolisian Euclides Belo kepada Tatoli, di Oe-Cusse.
Otoritas keamanan perbatasan itu menegaskan , aparat keamanan di wilayah perbatasan melarang warga yang mencoba mengimpor barang, terutama kembang api secara ilegal.
“Ingin mengimpor kembang api, maka UPF di perbatasan akan melakukan koordinasi. Karena, jika jadi mengimpor kembang api harus mengikuti cara legal, sesuai hukum yang berlaku. Jika melakukannya secara ilegal maka akan ditangkap,” paparnya.
Komandan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas-Pamtas) Sektor Barat, Letnan Kolonel TNI Arh Endis Fahrul Rizal mendorong seluruh warga Timor-Leste dan Indonesia untuk tetap mematuhi aturan perbatasan.
“Seluruh masyarakat, terutama masyarakat di daerah perbatasan baik di Indonesia maupun di Timor-Leste, kami minta untuk mengikuti aturan yang berlaku. Karena, kami sebagai tim atau instansi yang berwenang mengharapkan masyarakat untuk mematuhi aturan di daerah perbatasan. Kami juga membantu memenuhi harapan masyarakat di sekitar perbatasan, baik UPF maupun TNI, agar dapat memberikan hal-hal positif kepada masyarakat untuk menciptakan keamanan dan keterlibatan di wilayah perbatasan,” ujarnya.
Reporter : Abílio Elo Nini
Editor : Armandina Moniz




