DILI, 10 Desember 2025 (TATOLI)— Presiden Republik, Jose Ramos Horta menyerahkan Penghargaan Hak Asasi Manusia (HAM) ‘Sérgio Vieira De Mello’ kepada enam orang yang telah berkontribusi terhadap promosi dan perlindungan hak sipil dan politik serta mempertahankan hak ekonomi, sosial dan budaya di Timor-Leste.
Keenam pemenang Penghargaan Hak Asasi Manusia ‘Sérgio Vieira De Mello’ 2023 edisi ke-18 ada dua ketegori yaitu :
Kategori I : Hak Sipil dan Politik dimenangkan oleh :
- Isabel Antónia da Costa Galhos
- Suster Leonie Manalu, FCJM
- Julião Cardoso
Kategori II : Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya dimenangkan oleh :
- Koperasi Comsoi
- Kelompok Monocura
- Asosiasi Harapan Perempuan Penyandang Disabilitas
Penghargaan diberikan dalam dua (2) kategori berbeda, yaitu kategori Dalam Hak Sipil dan Politik, diberikan kepada individu dan organisasi yang telah memberikan kontribusi luar biasa terhadap promosi dan perlindungan hak sipil dan politik di negara tersebut.
Sementara, kategori Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya, diberikan kepada mereka yang telah memberikan kontribusi signifikan terhadap promosi dan pembelaan Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya.
Para pemenang dipilih melalui proses evaluasi yang ketat oleh Dewan Kehormatan, yang menganalisis aplikasi dan melakukan kunjungan verifikasi di tempat para kandidat yang terpilih.
Penghargaan ini diberikan sesuai dengan Keputusan Presiden No. 129/2025.
Presiden Ramos-Horta dalam pidatonya mengatakan, penghargaan ini diberikan untuk terus menghargai kontribusi Sérgio Vieira de Mellio bagi Timor-Leste.
“Pada peringatan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, merupakan suatu kehormatan bagi kita untuk mengakui personil yang berani dan organisasi yang berdedikasi,” kata Presiden Ramos-Horta.
Dikatakan komitmennya yang kuat terhadap keadilan, martabat, dan kesetaraan adalah fondasi demokrasi negara dan harapan untuk masa depan.” Hal-hal tersebut benar-benar mewakili semangat Sérgio Vieira de Mellio, yang warisannya terus menginspirasi upaya kolektif kita untuk Timor-Leste yang lebih adil,” ujarnya.
Ditempat yang sama, salah satu, pemenang penghargaan, Suster Leonie Manalu, dari FCJM yang mengurus panti asuhan di Kotamadya Viqueque, mengucapkan terima kasih kepada Tuhan dan dukungan semua orang yang telah membantunya menjadi pemenang penghargaan ini.
“Dengan rahmat Tuhan dan segala anugerah yang diberikan kepada saya, sejak saya tinggal di Timor-Leste, saya tidak pernah menyangka akan mendapatkan penghargaan ini. Aktivitas saya setiap hari adalah merawat anak-anak panti asuhan untuk mempersiapkan kehidupan mereka di masa depan,” ujar Leonie.
Berdasarkan Keputusan-Perundang-undangan No. 15/2009 tanggal 18 Maret, setiap pemenang berhak menerima sertifikat dan hadiah uang tunai sebesar $10.000.
Penghargaan HAM Sérgio Vieira de Mello adalah inisiatif yang diluncurkan pada tahun 2008 oleh Presiden Republik, José Ramos-Horta, dengan tujuan untuk mengakui kontribusi warga Timor-Leste, warga negara asing, organisasi pemerintah atau non-pemerintah, terhadap promosi, perlindungan, dan pembelaan hak asasi manusia di Timor-Leste.
Penghargaan ini diberikan setiap tahun oleh Presiden Republik pada tanggal 10 Desember, tanggal diadopsinya Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, sebagai Hari Hak Asasi Manusia Internasional.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




