DILI, 04 Desember 2025 (TATOLI)— Sekretaris Negara untuk Pelatihan Profisional dan Ketenagakerjaan (SEFOPE), Rogério de Araújo Mendonça, menyatakan bahwa pemerintah akan kembali mengaktifkan pelatihan maritim bagi pekerja sektor perikanan yang akan berangkat ke Korea Selatan, menyusul meningkatnya kasus kecelakaan dan kematian pekerja Timor-Leste selama tahun 2025.
Sekretaris Negara Rogério menjelaskan bahwa situasi yang menimpa pekerja migran Timor-Leste di sektor perikanan Korea Selatan dapat dikategorikan sebagai bencana kemanusiaan.
Ia menyoroti bahwa selama periode 2023 hingga 2025 tidak ada pelatihan maritim yang diberikan kepada para kandidat sebelum keberangkatan, berbeda dengan 5 hingga 6 tahun sebelumnya ketika SEFOPE bersama HRD Korea masih menyediakan pelatihan tersebut.
“Musibah yang terjadi pada pekerja kita di Korea adalah kecelakaan. Dua tahun terakhir tidak ada pelatihan maritim sebelum keberangkatan, padahal dulu pemerintah melalui SEFOPE dan HRD Korea memberikan pelatihan bagi kandidat perikanan,” jelas Sekretaris Negara Rogério di kantor Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama (MNEC), Kamis ini.
Ia mengungkapkan bahwa keputusan untuk menghentikan pelatihan laut beberapa tahun lalu dilakukan karena kekhawatiran akan munculnya kritik publik. Namun, peningkatan kasus pekerja jatuh ke laut tanpa penyelamatan memaksa pemerintah mengevaluasi ulang kebijakan tersebut.
“Karena banyak kasus yang terjadi, terutama pekerja yang jatuh ke laut tanpa penyelamatan, kami memutuskan untuk memulai kembali pelatihan maritim pada Januari 2026,” ujarnya.
Menurutnya, pelatihan baru ini akan dilaksanakan bekerja sama dengan Angkatan Laut, Kepolisian Maritim, F-FDTL dan PNTL. Pelatihan akan difokuskan untuk memberikan pemahaman dasar kepada pekerja mengenai prosedur keselamatan laut, termasuk kepada kandidat yang berasal dari wilayah yang jauh dari pesisir seperti Ermera dan Aileu.
“Banyak kandidat berasal dari kotamadya yang tidak memiliki laut. Mereka tidak memiliki pengalaman atau pengetahuan tentang lingkungan maritim. Karena itu, Angkatan Laut akan memberikan pelatihan khusus kepada kandidat yang lolos seleksi,” tambahnya.
Anggota Pemerintah itu menegaskan bahwa langkah ini menjadi strategi nasional penting untuk memitigasi risiko dan memastikan keselamatan pekerja Timor-Leste di sektor perikanan Korea Selatan.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




