DILI, 03 Desember 2025 (TATOLI)—Kementerian Solidaritas, Sosial, dan Inklusi (MSSI) memperingati Hari Internasional Penyandang Disabilitas, yang jatuh setiap tanggal 03 Desember, dengan mempromosikan pembangunan inklusif di Timor-Leste.
Tema tahun ini adalah : “Implementasi Rencana Aksi Nasional 2021–2030 dan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hak-Hak Penyandang Disabilitas di semua tingkat fundamental bagi Timor-Leste untuk memajukan kemajuan sosial, mendorong inklusi penyandang disabilitas”.
“Hari ini kita merayakan momen penting untuk mengakui bahwa penyandang disabilitas di Timor-Leste memiliki hak yang sama dengan warga negara lainnya dan merupakan bagian fundamental dari pembangunan inklusif di negara ini,” demikian pidato Menteri MSSI, Veronica das Dores, yang dibacakan oleh Ketua Institut Nasional Jaminan Sosial (INSS), Arlindo Pinto, dalam perayaan yang digelar di Dom Bosco Comoro, Dili, Rabu ini.
Pejabat tersebut yang membacakan pidato Menteri MSSI melaporkan bahwa Hari Penyandang Disabilitas Sedunia, baik di dunia maupun di Timor-Leste, memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai keberadaan dan hak-hak penyandang disabilitas, akses ke semua layanan, serta menghapus hambatan yang membatasi partisipasi mereka.
“Mendorong partisipasi penyandang disabilitas dalam keluarga, masyarakat, dan kehidupan sosial, serta mengembangkan bakat dan keterampilan mereka, adalah cara untuk mengurangi dan menghilangkan diskriminasi dan stigma, serta terus mengadvokasi pendekatan inklusif,” tambahnya.
Ketua INSS itu menekankan bahwa perayaan Hari Penyandang Disabilitas Sedunia di seluruh wilayah merupakan kesempatan untuk berbagi keberhasilan dan kemajuan yang telah dicapai oleh Pemerintah dan Negara.
“Hari Penyandang Disabilitas Sedunia tahun lalu (2024), yang juga dirayakan di semua kotamadya termasuk RAEOA dan Ataúro, memotivasi pemerintah daerah untuk terlibat dan bekerja sama lebih baik dengan organisasi penyandang disabilitas di tingkat kotamadya,” ujarnya.
Sebagai bagian dari peringatan tahun ini, pejabat tersebut menambahkan bahwa 2025 menjadi tahun istimewa bagi Pemerintah Timor-Leste, karena berhasil menyelesaikan laporan awal tentang implementasi Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hak-Hak Penyandang Disabilitas, yang akan dipresentasikan di Jenewa.
“Laporan ini menyatukan informasi penting tentang kemajuan dan praktik baik semua kementerian, data pencapaian, serta dampaknya terhadap kehidupan penyandang disabilitas dan keluarga mereka,” ujarnya.
Ketua INSS, yang mewakili Pemerintah Konstitusional IX, memuji tim kolaborator dari Pemerintah, Negara, dan masyarakat sipil—khususnya organisasi penyandang disabilitas—yang telah melaksanakan Rencana Aksi Nasional Penyandang Disabilitas 2021–2030.
Ia juga menyatakan bahwa tema global yang dipilih Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk perayaan Hari Internasional Penyandang Disabilitas tahun 2025 adalah membangun masyarakat yang inklusif bagi penyandang disabilitas, dengan tujuan memajukan kemajuan sosial.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Disabilitas Timor-Leste (ADTL), Cesário da Silva, melaporkan bahwa alokasi sumber daya untuk pelaksanaan rencana aksi nasional dan Konvensi PBB tentang Hak-Hak Penyandang Disabilitas masih sangat terbatas.
“Oleh karena itu, pemerintah perlu meningkatkan sumber daya untuk mempercepat penyusunan laporan rencana aksi nasional dan UNCCPD. Pengamatan kami menunjukkan bahwa sumber daya manusia untuk isu inklusi sangat terbatas. Tahun ini adalah tahun pertama kita perlu menyerahkan laporan terlebih dahulu ke Jenewa, sehingga peningkatan sumber daya menjadi sangat penting,” tegasnya.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




