DILI, 15 November 2025 (TATOLI)—Sebanyak hampir 100 perempuan dari berbagai kotamadya di Timor-Leste turut bersaing dalam ajang Women in Business Awards 2025, yang puncak pengumumannya digelar di Dili pada Jumat malam (14/11).
Dari banyaknya kandidat yang ada, Sembilan Perempuan pemenang diumumkan sebagai bentuk apresiasi kepada perempuan pengusaha dan pemimpin bisnis yang dinilai berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Penghargaan ini merupakan kolaborasi antara International Finance Corporation (IFC)—anggota Kelompok Bank Dunia yang mendukung sektor swasta—dan Associação Empresarial das Mulheres de Timor-Leste (AEMTL).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Program Pengembangan Keterampilan Sektor Keuangan, sebuah inisiatif bersama IFC dan Banco Central de Timor-Leste (BCTL), dengan dukungan Pemerintah Australia dan Selandia Baru, yang bertujuan memperluas inklusi keuangan di negara ini.
Pengusaha perempuan dianggap sebagai salah satu pilar penting dalam perkembangan ekonomi Timor-Leste, khususnya melalui penciptaan lapangan kerja dan aktivitas ekonomi lokal.
Sekretaris Negara Kesetaraan (SEI), Elvina Sousa Carvalho berharap melalui penghargaan ini, dapat meningkatkan visibilitas dan jaringan bisnis para pengusaha perempuan, serta memperluas akses mereka terhadap sumber daya yang mendukung pertumbuhan usaha.
“Malam ini kita merayakan upaya perempuan untuk berpatisipasi lebih dalam pembangunan dan diharapkan penghargaan ini bisa jadi platform bagi perempuan untuk salin memotivasi,” ucapnya dalam pidato di Gedung Serbaguna GMN, Jumat ini.
Sementara, Ketua AEMTL, Hergui Luina Fernandes Alves, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta karena hampir 100 perempuan dari seluruh negeri mengirimkan nominasi, yang mencerminkan minat dan partisipasi yang tinggi.
“Acara ini memberikan penghargaan kepada sembilan pemenang dari berbagai kategori, yang mewakili beragam sektor, mulai dari ritel dan pertanian hingga perhotelan dan keuangan. Yang kita lihat malam ini adalah kekuatan ketika perempuan saling mendukung. Setiap perempuan yang hadir, menang atau tidak, sedang membangun bisnis yang lebih kuat dan menginspirasi generasi pemimpin masa depan Timor-Leste,” jelasnya.
Perwakilan IFC, Amina Coulibaly menjelaskan bahwa Women in Business Awards bertujuan untuk menyoroti kontribusi perempuan pengusaha, memperkuat suara mereka, serta menghubungkan mereka dengan peluang jaringan yang dapat mendorong usaha mereka tumbuh lebih jauh.
“Berinvestasi pada perempuan adalah investasi paling cerdas yang dapat dilakukan sebuah negara,” tegasnya.
Para pemenang penghargaan tahun ini datang dari beragam kategori, mulai dari organisasi pemberdayaan ekonomi perempuan, pengusaha bisnis mapan, perusahaan rintisan, hingga pemimpin korporasi dan sektor keuangan. Mereka mewakili berbagai wilayah, termasuk Dili, Suai, Baucau, dan Ainaro.
Para penerima Women in Business Awards 2025 menampilkan keberagaman kontribusi perempuan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sosial di berbagai wilayah Timor-Leste. Konnekto Employment Agency dari Dili meraih penghargaan untuk inisiatif terbaik dalam pemberdayaan ekonomi perempuan melalui penyediaan lapangan kerja stabil, pelatihan profesional, dan peluang pengembangan karier, termasuk di sektor yang didominasi laki-laki.
Penghargaan untuk inisiatif terbaik dalam mendukung pertumbuhan bisnis perempuan diraih Heineken Women Economic Empowerment Program, yang memberikan berbagai bentuk dukungan mulai dari literasi keuangan, pendampingan, pemasaran kreatif, hingga perluasan akses pasar.
Untuk kategori pemilik bisnis mapan terbaik di Dili, Zeferina Marta Alves, pendiri Single Origin Coffee, diakui atas keberhasilannya memperluas usaha, meningkatkan inovasi di tempat kerja, serta memberdayakan staf dan petani lokal melalui pelatihan dan pendampingan.
Sementara itu, Flora Fidencia Brytes Ximenes, pendiri TimorGetaway, menerima penghargaan sebagai pendiri start-up terbaik di Dili berkat inovasi digital dalam sektor pariwisata yang menghubungkan wisatawan dengan bisnis perempuan dan komunitas pedesaan.
Di tingkat kotamadya, Junita De Araujo dari Suai dinobatkan sebagai pemilik bisnis mapan terbaik atas keberhasilannya mengembangkan Pedrojunidar Unipessoal, Lda. melalui strategi diversifikasi produk dan pemanfaatan media sosial.
Untuk kategori start-up tingkat kotamadya, Natália de Almeida da Silva dari Ainaro meraih penghargaan lewat keberhasilan membesarkan Quin Café n’ Resto menjadi usaha kuliner dan katering yang mempekerjakan pemuda lokal serta mendorong diversifikasi ekonomi.
Penghargaan pemimpin korporasi perempuan terbaik diberikan kepada Ana Paula da Costa Xavier, CEO Similie, atas kepemimpinannya dalam memajukan inovasi di sektor teknologi yang masih didominasi laki-laki.
Sebagai teladan karier, Leopoldina Joana Guterres dari Baucau diakui atas lebih dari tiga dekade pengabdiannya dalam bidang pendidikan, kepemimpinan perempuan, dan ketahanan iklim melalui Rai Matak dan WithOneSeed.
Terakhir, penghargaan untuk pemimpin perempuan terbaik di sektor jasa keuangan diberikan kepada Gracia Albino dari Kaebauk Investimentu no Finansas, yang berhasil mendorong reformasi besar dalam kepatuhan dan tata kelola serta memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat luas.
Reporter: Cidalia Fátima
Editor: Armandina Moniz




