iklan

EKONOMI, HEADLINE

Jelang akhir tahun, AIFAESA awasi barang impor dari Indonesia di Bobonaro

Jelang akhir tahun, AIFAESA awasi barang impor dari Indonesia di Bobonaro

Tim AIFAESA, I.P. bekerja sama dengan Kepolisian Nasional Timor-Leste, Komando Regu Daerah Administratif Balibo, Kotamadya Bobonaro, melaksanakan kegiatan Auto Stop untuk memeriksa truk pengangkut kebutuhan bahan pokok yang berasal dari Indonesia dan negara lainnya. Foto Tatoli/ Sergio da Cruz

BOBONARO, 13 November 2025 (TATOLI) – AIFAESA, I.P. (Badan Inspeksi dan Pengawas Kegiatan Ekonomi, Sanitasi dan Pangan), bekerja sama dengan Kepolisian Nasional Timor-Leste (PNTL), Komando Regu Daerah Administratif Balibo, Kotamadya Bobonaro, melaksanakan kegiatan Auto Stop untuk memeriksa truk pengangkut kebutuhan bahan pokok yang berasal dari Indonesia dan negara lainnya.

Inspektur Jenderal AIFAESA, Odete Viegas, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilakukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 43, yang bertujuan melindungi hak konsumen terhadap pangan yang aman dan tidak membahayakan kesehatan masyarakat.

Ia menambahkan bahwa dalam beberapa kasus sebelumnya ditemukan sejumlah produk pangan yang rusak dan tidak memiliki izin distribusi. Karena itu, AIFAESA memperkuat koordinasi lintas lembaga untuk memastikan setiap barang yang masuk ke wilayah Timor-Leste sesuai dengan standar pemerintah.

“Menjelang Natal dan Tahun Baru, kami melaksanakan kegiatan ini untuk memastikan semua dokumen barang impor lengkap dan sah. Kami hanya mengizinkan peredaran barang yang memiliki izin resmi serta tidak melewati masa kedaluwarsa,” jelas Odete pada TATOLI.

Kegiatan ini, tegas Odete, juga merupakan upaya bersama banyak kementerian seperti PNTL, Karantina, Bea Cukai, Kementerian Kesehatan serta mitra swasta seperti Tane Konsumidores dan lainnya, yang berkoordinasi untuk memastikan perlindungan hak-hak konsumen.

Odete menggarisbawahi bahwa AIFAESA tidak melakukan inspeksi langsung di Mota-Ain karena titik masuk merupakan tanggung jawab Otoritas Bea Cukai, Karantina, dan Kementerian Kesehatan.

“Tahun lalu kami melakukan koordinasi. Mereka mengatakan bahwa setelah barang keluar dari titik masuk, barulah kami dapat melaksanakan tugas AIFAESA, yaitu memeriksa restoran, toko, lokasi industri, objek wisata, titik distribusi, serta pengangkutan barang dari negara lain ke Timor-Leste,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Daerah Administratif Balibo, Casimiro Soares, menyambut baik pelaksanaan Auto Stop di wilayahnya. Ia menilai kegiatan tersebut penting untuk melindungi masyarakat dari peredaran barang berbahaya atau kedaluwarsa.

“Kami mendukung penuh kegiatan AIFAESA ini karena membantu Bea Cukai dan Karantina mengontrol barang masuk. Kadang ada produk yang dilarang tetapi tetap lolos. Dengan AIFAESA di perbatasan, pengawasan bisa lebih ketat dan masyarakat lebih aman,” ujar Casimiro.

AIFAESA berkomitmen melanjutkan operasi pengawasan hingga akhir tahun, terutama di titik-titik perbatasan utama seperti Batugade dan Balibo, demi memastikan seluruh produk yang beredar di pasar nasional memenuhi standar keamanan pangan yang ditetapkan pemerintah. 

Reporter : Sergio da Cruz

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!