Apresiasi dukungan TL, Filipina akui belum butuhkan tenaga asing tangani dampak Topan

DILI, 13 November 2025 (TATOLI) – Pemerintah Filipina menyampaikan apresiasi atas kesiapan Timor-Leste memberikan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana dua topan besar yang melanda negara itu, namun menegaskan saat ini belum membutuhkan tenaga asing tambahan untuk penanganan bencana.
Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri dan Kerjasama Timor-Leste, Bendito Freitas, dalam konferensi pers di kantor MNEC, Kamis ini.
Ia menjelaskan bahwa Timor-Leste telah menyiapkan kontingen berjumlah 150 personel untuk mendukung Filipina, yang terdiri dari personel F-FDTL, Otoritas Perlindungan Sipil, tenaga kesehatan, serta tim teknis IGEADI.
“Perdana Menteri Xanana Gusmão telah mengarahkan seluruh persiapan, dan kami juga telah mengoordinasikan transportasi melalui Aero Dili serta ruang udara Indonesia dan landing authority dengan pihak Filipina. Semua persiapan telah selesai,” kata Menteri Bendito.
Berita terkait : Solidaritas ASEAN, TL kerahkan 150 personel bantu korban dampak topan di Filipina
Diinformasikan bahwa koordinasi bilateral dengan Menteri Luar Negeri Filipina, Maria Teresa Lázaro, serta pejabat tinggi pemerintah Filipina menunjukkan penghargaan atas solidaritas Timor-Leste.
“Namun saat ini Filipina memiliki sumber daya manusia yang cukup untuk penanganan bencana dan belum membuka penerimaan dukungan tenaga asing. Keputusan ini bersifat politik dan bukan penolakan terhadap bantuan kita,” ujarnya.
Bendito menegaskan bahwa Timor-Leste tetap siap memberikan dukungan finansial maupun personel jika situasi berubah.
“Ini adalah wujud solidaritas dan persaudaraan ASEAN, dan kita siap hadir kapan pun dibutuhkan,” imbuhnya.
Bencana yang melanda Filipina meliputi Topan Kalmaegi (Tino) yang menerjang Visayas awal November, terutama Cebu, disusul Topan Fung-Wong (Uwan) yang melanda Luzon bagian utara pada 09 November. Kedua topan menyebabkan hujan ekstrem, banjir, tanah longsor, kerusakan infrastruktur, serta korban jiwa dan pengungsian massal.
Kontingen Timor-Leste dijadwalkan menjalankan misi kemanusiaan selama 20 hari, meski kini fokus utamanya beralih pada dukungan keuangan dan logistik, namun tetap menunggu kemungkinan perubahan keputusan dari pemerintah Filipina.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

