Top

Solidaritas ASEAN, TL kerahkan 150 personel bantu korban dampak topan di Filipina

Kontingen nasional sebanyak 150 orang secara resmi dilepas oleh Menteri Pertahanan, Laksamana Donaciano do Rosário da Costa Gomes “Pedro Klamar Fuik”, bersama Kepala Staf Angkatan Bersenjata, Letnan Jenderal Domingos Raul Falur Rate Laek, dalam upacara pelepasan di Markas Besar F-FDTL Fatuhada Dili, Selasa (11/11). Foto Tatoli/Antonio Daciparu

DILI, 11 November 2025 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste mengizinkan pengerahan 150 personel gabungan untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Filipina yang baru-baru ini dilanda dua topan besar berturut-turut, Kalmaegi (Tino) dan Fung-Wong (Uwan).

Kontingen nasional ini secara resmi dilepas oleh Menteri Pertahanan, Laksamana Donaciano do Rosário da Costa Gomes “Pedro Klamar Fuik”, bersama Panglima  Angkatan Pertahanan Bersenjata F-FDTL,  Letnan Jenderal Domingos Raul Falur Rate Laek, dalam upacara pelepasan  di Markas Besar F-FDTL Fatuhada Dili, Selasa ini.

Kontingen tersebut dijadwalkan berangkat menuju Filipina pada Rabu (12/11) dengan pesawat charter Aero Dili dan akan menjalankan misi kemanusiaan selama 20 hari.

Kontingen gabungan berjumlah 150 orang tersebut terdiri dari 120 personel F-FDTL, 20 dari Otoritas Perlindungan Sipil (APC) khususnya Direktorat Pemadam Kebakaran, enam tenaga kesehatan, serta empat orang dari tim teknis Institusi Pengelolaan Peralatan Pendukung Pembangunan Infrastruktur (IGEADI).

Letnan Jenderal Domingos Falur dalam sambutannya menegaskan bahwa pengiriman kontingen terbesar dalam sejarah Timor-Leste ini mencerminkan kematangan kelembagaan dan kapasitas negara dalam merespons keadaan darurat kemanusiaan secara terpadu.

“Untuk pertama kalinya, kita memobilisasi kekuatan lintas sektor, militer, sipil, kesehatan, dan infrastruktur untuk satu tujuan bersama, membantu sesama di saat mereka paling membutuhkan. Misi ini adalah bukti bahwa solidaritas tidak berhenti di batas nasional,” ujar Letnan Jenderal Falur di Fatuhada.

Ia menambahkan bahwa keikutsertaan Timor-Leste dalam misi ini menjadi simbol nyata solidaritas regional setelah negara tersebut resmi menjadi anggota penuh ASEAN.

“Kalian bukan hanya membawa bendera nasional, tetapi juga semangat baru Timor-Leste sebagai bagian dari komunitas ASEAN. Dunia akan melihat karakter bangsa kita melalui profesionalisme dan dedikasi kalian,” lanjutnya.

Menteri Pertahanan Donaciano “Pedro Klamar Fuik” dalam arahannya menekankan pentingnya disiplin dan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan internasional selama menjalankan misi.

“Setiap anggota harus bekerja sama erat dengan otoritas Filipina, menghormati hukum dan budaya setempat, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, ketidakberpihakan, kenetralan, dan kemandirian. Tugas ini bukan hanya soal bantuan material, tetapi juga tentang menjaga martabat dan citra bangsa,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar setiap tindakan personel mencerminkan nilai dasar bangsa Timor-Leste, solidaritas, ketahanan, kerendahan hati, dan komitmen terhadap perdamaian.

“Kita pernah menjadi penerima solidaritas internasional di masa lalu. Kini, saatnya kita membalas dengan membantu mereka yang membutuhkan. Inilah makna sejati dari kemanusiaan,” ujarnya menutup sambutan.

Kontingen ini akan membawa berbagai peralatan bantuan, termasuk tenda, generator listrik, perlengkapan medis, serta logistik dasar untuk mendukung operasi tanggap darurat di wilayah terdampak.

Dalam laporan Ototortas Filipina disebutkan negara tersebut dilanda dua topan besar berturut-turut yang menyebabkan kerusakan luas dan korban jiwa signifikan, Topan Kalmaegi (nama lokal: Tino) dan Topan Fung-Wong (nama lokal: Uwan).

Topan Kalmaegi menerjang wilayah Visayas, terutama Cebu dan sekitarnya, pada awal November 2025. Hujan ekstrem lebih dari 180 mm dalam 24 jam memicu banjir besar dan tanah longsor, menewaskan puluhan orang dan memaksa ribuan keluarga mengungsi.

Infrastruktur seperti jalan, jaringan listrik, dan rumah penduduk mengalami kerusakan parah. Bencana ini diperburuk oleh kondisi tanah yang sudah rapuh akibat gempa bumi beberapa bulan sebelumnya.

Tak lama berselang, Topan Fung-Wong, dengan kekuatan lebih besar, melanda Luzon bagian utara dan timur sekitar 9 November 2025. Topan super ini membawa angin kencang dan curah hujan ekstrem yang menyebabkan lebih dari satu juta penduduk dievakuasi dan menewaskan sedikitnya delapan orang. Sistem transportasi dan listrik lumpuh di banyak daerah.

Dua topan ini memperlihatkan meningkatnya frekuensi dan intensitas bencana hidrometeorologi di Filipina, yang para ahli kaitkan dengan perubahan iklim dan lemahnya ketahanan infrastruktur di negara kepulauan tersebut.

Reporter: Cidalia Fátima

Editor: Armandina Moniz

 

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!