KUALA LUMPUR, 26 Oktober 2025 (TATOLI) — Perdana Menteri (PM), Kay Rala Xanana Gusmão secara resmi mendeklarasikan Timor-Leste sebagai anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk mewujudkan kawasan yang terbuka dan sejahtera.
“Timor-Leste bergabung dengan ASEAN dengan komitmen penuh terhadap Piagam ASEAN. Kami siap menjadi anggota yang konstruktif, damai, dan melayani. Kami berjanji untuk bekerja sama dengan semua Negara Anggota guna menjaga kawasan tetap damai, terbuka, dan sejahtera, serta menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan, memastikan tidak ada satu pun yang tertinggal,” tegas PM Xanana dalam pidatonya pada Upacara Penandatanganan Deklarasi Aksesi Timor-Leste ke ASEAN, yang diselenggarakan di Kuala Lumpur Convention Center (KLCC), Malaysia, Minggu ini.
PM Xanana menyampaikan bahwa bagi rakyat Timor-Leste, keanggotaan penuh di ASEAN bukan sekadar mimpi yang menjadi kenyataan, melainkan penegasan atas perjalanan panjang bangsa ini yang ditandai dengan ketahanan, tekad, dan harapan.
“Bagi ASEAN, ini merupakan kelanjutan dari visi tentang keluarga bangsa yang benar-benar bersatu, diikat oleh nilai, aspirasi, dan tujuan bersama,” katanya.
Berita terkait : Timor-Leste resmi jadi anggota ke-11 ASEAN
“Atas nama Pemerintah dan rakyat Timor-Leste, kami menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh Negara Anggota ASEAN, Ketua ASEAN, Sekretariat ASEAN, dan Mitra Wicara kami. Dengan keyakinan, dorongan, dan solidaritas yang tak tergoyahkan, kami mewujudkan hari bersejarah ini,” tegas Xanana.
Ia menambahkan, perjalanan menuju aksesi ASEAN merupakan proses panjang.
“Sejak mengajukan permohonan pada tahun 2011, kami telah mempersiapkan institusi, mereformasi kebijakan, dan memperkuat kesiapan kami, dipandu oleh kebijaksanaan, dukungan, dan kesabaran ASEAN serta para mitra. Aksesi ini menjadi bukti persahabatan antarbangsa dan kematangan demokrasi muda kami yang kini memasuki era baru kolaborasi dan pertumbuhan di salah satu kawasan paling dinamis di dunia,” ujarnya.
“Hari ini, ASEAN menegaskan kembali vitalitas dan inklusivitasnya. Timor-Leste bergabung dengan kerendahan hati dan kebanggaan, sepenuhnya merangkul nilai-nilai inti ASEAN, yaitu saling menghormati, kerja sama damai, persatuan dalam keberagaman, dan solidaritas regional. Kami memandang aksesi ke ASEAN sebagai afiliasi alami, berakar pada budaya dan geografi kami, serta sebagai keharusan strategis bagi masa depan negara kami,” tambahnya.
Menurut Xanana, keanggotaan ini membuka peluang baru bagi Timor-Leste dalam bidang perdagangan, investasi, pendidikan, dan ekonomi digital.
“Kami siap belajar, berinovasi, dan menegakkan tata kelola pemerintahan yang baik, memperkuat kelembagaan kami seiring bergerak bersama menuju pembangunan berkelanjutan. Ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari babak baru yang menginspirasi. Bersama-sama, kita akan memajukan Visi Komunitas ASEAN 2045 yang damai, sejahtera, tangguh, dan berpusat pada rakyat, dengan Timor-Leste sebagai kontributor aktif,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Kepala Pemerintahan juga menyampaikan kebanggaannya, berbicara tidak hanya sebagai Perdana Menteri, tetapi juga atas nama Presiden Republik dan seluruh rakyat Timor-Leste, bahwa kini Timor-Leste resmi menjadi bagian dari keluarga besar ASEAN.
Timor-Leste telah resmi bergabung sebagai anggota ke-11 ASEAN, sebuah tonggak bersejarah dalam perjalanan negara ini menuju integrasi regional dan global.
Deklarasi aksesi tersebut ditandatangani oleh para pemimpin negara anggota ASEAN, antara lain Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Sultan Brunei Darussalam Haji Hassanal Bolkiah, Presiden Indonesia Prabowo Subianto, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul, Perdana Menteri Myanmar, Perdana Menteri Kamboja Hun Manet, Perdana Menteri Laos, Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh, dan Perdana Menteri Timor-Leste Kay Rala Xanana Gusmão.
Penandatanganan keanggotaan penuh Timor-Leste di ASEAN juga menjadi bagian dari Upacara Pembukaan KTT ASEAN ke-47 yang diselenggarakan di KLCC, Malaysia.
Reporter : Anito Soares (Penerjemah: Cidalia Fátima)
Editor : Julia Chatarina




