iklan

INTERNASIONAL

Program RSE : Perusahaan HORTUS Selandia Baru mulai rekrut 11 tenaga kerja TL

Program RSE : Perusahaan HORTUS Selandia Baru mulai rekrut 11 tenaga kerja TL

Sekretaris Negara untuk Pelatihan Professional dan Ketenagakerjaan, Rogério Araújo Mendonça. Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 24 Oktober 2025 (TATOLI) — Pemerintah melalui Sekretariat Negara Urusan Pelatihan Profesional dan Ketenagakerjaan (SEFOPE) bersama Kedutaan Besar Selandia Baru memantau langsung proses perekrutan tenaga kerja asal Timor-Leste yang dilakukan oleh perusahaan HORTUS di kantor baru SEFOPE, City8 Manleuana, pada Jumat (24/10).

Sekretaris Negara SEFOPE, Rogério Araújo Mendonça, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari kerja sama mobilitas tenaga kerja antara Timor-Leste dan Selandia Baru melalui program Recognised Seasonal Employer (RSE).

“Hari ini SEFOPE bersama Kedutaan Besar Selandia Baru, Duta Besar Helen Tunnah, dan perwakilan Pemerintah Selandia Baru, Mettew, telah melakukan upaya besar dalam program mobilitas tenaga kerja yang disebut RSE. Pemerintah Selandia Baru membawa tiga pemberi kerja, dan salah satunya, HORTUS telah merekrut 11 pekerja Timor-Leste pada tahun 2025,” jelas Rogério Mendonça.

Ia menjelaskan pada tahun 2026 tiga perusahaan HORTUS, Team Work HB, dan Mr. Apple perusahaan besar di sektor hortikultura dan vitikultura di Selandia Baru akan memulai perekrutan dengan kuota yang besar.

“Ini peluang sangat baik bagi kita orang Timor-Leste. Pemerintah harus memastikan transparansi dalam setiap proses perekrutan. Rekrutmen kali ini menjadi uji coba untuk menunjukkan kemampuan tenaga kerja Timor-Leste. Jika para pekerja menunjukkan sikap dan kinerja yang baik, peluang kerja ke depan akan semakin terbuka luas,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa ke-11 pekerja yang direkrut tidak terdaftar dalam sistem Australia, karena sistem rekrutmen antara Australia dan Selandia Baru berbeda. Para pemberi kerja Selandia Baru memilih profil pekerja secara langsung melalui sistem daring dan melakukan wawancara mandiri.

Sementara itu, Duta Besar Selandia Baru untuk Timor-Leste, Helen Tunnah, menyampaikan apresiasinya atas kerja sama yang terjalin antara kedua negara dalam memperkuat program mobilitas tenaga kerja.

“Terima kasih kepada tim SEFOPE atas dukungan selama kunjungan minggu ini. Para pengusaha telah menjalani minggu yang sangat sukses. Mereka dapat bertemu dengan pejabat SEFOPE dan melakukan perjalanan ke Aileu, Maubisse, serta Railaco, untuk bertemu dengan pelaku usaha kecil dan mengenal lebih dekat sejarah serta budaya Timor-Leste,” kata Dubes Selandia Baru.

Ia menambahkan, pengenalan terhadap nilai-nilai dan budaya Timor-Leste dianggap penting bagi pengusaha karena sejalan dengan nilai kemanusiaan yang dianut oleh perusahaan-perusahaan Selandia Baru.

“Kami merasa sangat positif. Ini adalah langkah awal yang menjanjikan bagi program kerja sama tenaga kerja yang lebih kuat di masa depan,” ujar Tunnah.

HORTUS adalah perusahaan penyedia tenaga kerja profesional di bidang hortikultura dan vitikultura yang berpusat di Blenheim, Selandia Baru. Perusahaan ini dikenal karena pendekatan etis dalam pengelolaan tenaga kerja dan menyediakan akomodasi layak bagi para pekerjanya.

Dengan slogan “We lead our industry, not follow it,” HORTUS menekankan nilai-nilai seperti kepedulian (we care), kerja sama tim (all together better), kebanggaan terhadap pekerjaan (proud of what we do), serta pentingnya pendidikan dan inovasi dalam pengembangan tenaga kerja.

Perusahaan ini juga menerbitkan laporan dampak tahunan (RSE Impact Statement) yang menunjukkan komitmen terhadap transparansi dan kesejahteraan pekerja dari berbagai negara, termasuk Timor-Leste. Beberapa klien besar yang bekerja sama dengan HORTUS antara lain Pernod Ricard, Cloudy Bay, dan Quattour Vineyard.

Program rekrutmen kali ini menjadi langkah awal yang menandai keterlibatan resmi tenaga kerja Timor-Leste dalam skema RSE Selandia Baru — sebuah upaya nyata untuk memperluas peluang kerja internasional bagi masyarakat Timor-Leste dan memperkuat hubungan bilateral kedua negara. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!