DILI, 24 Oktober 2025 (TATOLI) — Pemerintah melalui Sekretariat Negara Urusan Pelatihan Profesional dan Ketenagakerjaan (SEFOPE) mengumumkan bahwa pendaftaran tahap kedua Program Recognised Seasonal Employer (RSE) akan dibuka pada Februari 2026, dan dilaksanakan secara daring (online) maupun luring (offline) di seluruh kotamadya, termasuk Oé-Cusse dan Ataúro.
Sekretaris Negara SEFOPE, Rogério Araújo Mendonça, menyampaikan bahwa tahap kedua ini merupakan tindak lanjut dari pendaftaran pertama yang telah dilakukan pada September 2025 dan ditujukan untuk memperluas kesempatan bagi masyarakat Timor-Leste untuk bekerja di Selandia Baru melalui program RSE.
“Kami harus memastikan transparansi dan kualitas agar para pengusaha Selandia Baru dapat terus menerima pekerja dari Timor-Leste. Pada bulan Februari, kami akan membuka pendaftaran untuk semua kotamadya, dan kami akan menilai siapa yang benar-benar layak untuk mengikuti program ini. Kami juga akan mengembalikan daftar pendek hasil seleksi bagi program tersebut,” ujar Rogério Mendonça di kantor SEFOPE City8 Manleuana, Jumat ini.
Ia menekankan bahwa persyaratan utama bagi calon peserta adalah kemampuan berbahasa Inggris, karena komunikasi yang baik sangat penting untuk bekerja di luar negeri.
“Bahasa adalah syarat utama. Komunikasi sangat penting untuk bekerja di suatu tempat. Oleh karena itu, SEFOPE telah memperluas pelatihan bahasa ke seluruh kotamadya, diikuti dengan pelatihan tentang kesehatan dan kesiapan kerja,” tambahnya.
Selain itu, Ia mengingatkan bahwa calon pekerja juga harus memahami perbedaan iklim antara Timor-Leste dan Selandia Baru.
“Iklim di Timor dan Selandia Baru tidak sama di sana terdapat salju dan ada empat musim. Para pekerja harus mempersiapkan diri secara fisik dan mental. Karena itu, sebelum berangkat, mereka akan mengikuti Pelatihan Pra-Keberangkatan untuk memahami budaya dan kondisi kerja di Selandia Baru. Ini penting agar mereka bisa mudah beradaptasi,” jelasnya.
Sementara itu, Duta Besar Selandia Baru untuk Timor-Leste, Helen Tunnah, menyampaikan apresiasinya terhadap semangat dan etos kerja masyarakat Timor-Leste yang dinilai sangat positif oleh para pemberi kerja di Selandia Baru.
“Para pekerja Timor-Leste sangat antusias dan termotivasi untuk bekerja. Itu sangat luar biasa. Saya tinggal di sini, dan saya melihat etos kerja yang kuat di antara orang-orang Timor-Leste,” tutur Dubes.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam proses seleksi serta keyakinan Pemerintah Selandia Baru terhadap mekanisme yang dijalankan SEFOPE.
“Kami sepenuhnya setuju bahwa transparansi dan seleksi yang adil adalah hal penting. Kami sangat yakin dengan proses yang dilakukan di sini, dan kami tahu bahwa pekerja hebat akan datang dari Timor-Leste ke Selandia Baru,” ujarnya.
Sebelumnya, SEFOPE telah secara resmi membuka pendaftaran daring tahap pertama bagi warga Timor-Leste yang berminat bekerja di Selandia Baru pada Program RSE. Pendaftaran tersebut berlangsung dari 08 hingga 12 September 2025 melalui platform online SEFOPE dengan hasil dari 20.859 pelamar yang mendaftar secara daring, sebanyak 2.186 kandidat berhasil lolos verifikasi dokumen dan akan melanjutkan ke tahap wawancara.
Program RSE dirancang untuk mendukung kebutuhan tenaga kerja musiman di sektor hortikultura dan vitikultura Selandia Baru, sekaligus memberikan peluang kerja sementara bagi pekerja dari negara-negara mitra Pasifik, termasuk Timor-Leste.
Pendaftaran terbuka bagi warga negara Timor-Leste berusia 21 tahun ke atas yang memiliki sertifikat kemampuan Bahasa Inggris.
Program ini memberikan kontrak kerja selama 6–7 bulan, dengan kewajiban pekerja untuk kembali ke Timor-Leste selama sekitar 4 bulan sebelum dapat mengikuti kontrak berikutnya.
Para pekerja RSE akan dipekerjakan minimal 30 jam per minggu atau 120 jam per bulan, dengan gaji minimum NZD $23,15 per jam (setara sekitar USD $13,68). Bidang kerja yang ditawarkan meliputi pekerjaan musiman seperti memetik buah, mengangkat hasil panen, hingga kegiatan di kebun anggur dan pertanian hortikultura lainnya.
Calon peserta diwajibkan mengunggah dokumen dalam format PDF berwarna, meliputi :
- Paspor yang masih berlaku minimal enam bulan
- Surat Keterangan Catatan Kriminal (dengan terjemahan Bahasa Inggris)
- Sertifikat Bahasa Inggris
- Kartu bukti dari SEFOPE (Kartaun Evidensia SEFOPE)
- Kartu Identifikasi (BI)
- Kartu Pemilih (KE)
- Sertifikat vaksinasi COVID-19
- Akta kelahiran (Sertidaun RDTL)
- foto profil seluruh badan
- Selain itu, Kartu SIM kategori B1/B2 atau C1/C2 dapat dilampirkan sebagai dokumen tambahan
Dengan rencana pembukaan pendaftaran tahap kedua pada Februari 2026, Pemerintah berharap semakin banyak warga Timor-Leste yang dapat memanfaatkan peluang kerja musiman di Selandia Baru dan memperkuat hubungan kerja sama antar kedua negara di bidang ketenagakerjaan.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




