DILI, 20 Oktober 2025 (TATOLI) – Sekretariat Negara untuk Pelatihan Professional dan Ketenagakerjaan (SEFOPE) mengadakan pertemuan kehormatan dengan delegasi pengusaha dari Selandia Baru yang didampingi oleh Duta Besar Selandia Baru untuk Timor-Leste, Helen Tunnah, dalam rangka meninjau kondisi sektor hortikultura dan persiapan rekrutmen kandidat Timor-Leste.
Direktur Jenderal SEFOPE, Carlito Rosario Cabral, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan yang pertama untuk melihat secara langsung kondisi tempat kerja, tempat area kawasan pertanian, dan sektor hortikultura di Timor-Leste.
“Ini adalah kunjungan pertama mereka untuk melihat kondisi dan persiapan rekrutmen kandidat, jadi mereka datang untuk melihat langsung tempat kerja kami dan kondisi pertanian dan hortikultura,” ujar Carlito di kantor SEFOPE, Caicloi, Senin ini.
Selama kunjungan, delegasi akan mengunjungi beberapa lokasi hortikultur di Aileu dan Ainaro dan melihat proses produksi kopi di Railaco, Ermera, serta mengunjungi pusat pelatihan di Dili. Carlito menambahkan bahwa pembahasan kerja sama lebih lanjut akan dilakukan setelah kunjungan selesai.
Sementara itu, Duta Besar Selandia Baru, Helen Tunnah, menekankan pentingnya kunjungan ini sebagai kesempatan bagi kedua negara untuk memperkuat kerja sama melalui program mobilitas tenaga kerja.
“Tujuan kunjungan ini adalah agar tim kami dari Selandia Baru dapat mempelajari budaya dan masyarakat Timor-Leste, sehingga mereka akan mengunjungi sektor hortikultura dan bertemu dengan pejabat penting dari Timor-Leste,” ujarnya.
Helen menambahkan bahwa kunjungan ini menjadi langkah awal pelaksanaan program baru yang akan membuka kesempatan bagi tenaga kerja Timor-Leste untuk bekerja di Selandia Baru, yang diharapkan memberikan manfaat bagi perekonomian dan masyarakat kedua negara.
Diketahui Program kerja musiman Recognized Seasonal Employer (RSE) yang menjadi fokus kunjungan telah menarik minat besar dari warga Timor-Leste.
Bahkan pada September 2025, SEFOPE mencatat 21.000 pendaftar melalui mekanisme daring yang nantinya akan mengikuti test dan berkesempatan mendapatkan kontrak kerja program yang berlangsung antara 06 – 07 bulan.
Diketahui nantinya para pekerja akan mendapatkan gaji minimum NZD $23,15 per jam (USD $13,68), dan pekerja wajib kembali ke Timor-Leste selama sekitar empat bulan sebelum kontrak berikutnya.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




