JENEWA, 14 Oktober 2025 (TATOLI) — Organisasi g7+, melalui Sekretaris Jenderalnya, Helder da Costa, pada Selasa ini, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pendiri sekaligus Direktur Eksekutif Yayasan Principles for Peace (PFP), Hiba Qasas, guna mempromosikan perdamaian di negara-negara anggota g7+ serta di kawasan lain yang saat ini berada dalam situasi rapuh.
MoU ini juga menjadi kesempatan penting bagi Principles for Peace untuk meluncurkan laporan Peace Navigator yang berfokus pada empat isu utama, yaitu:
- Mendukung penelitian bersama
- Berkolaborasi dalam penyelenggaraan inisiatif relevan di bidang pembangunan perdamaian dan pembangunan negara
- Memfasilitasi pembelajaran antar-rekan dan pertukaran Selatan–Selatan
- Melakukan advokasi dan pengaruh kebijakan
“Mereka ingin membantu g7+ dalam bidang penelitian bagi negara-negara lain untuk mengimplementasikan perjanjian perdamaian. Selanjutnya, g7+ dan PFP akan bekerja sama mengidentifikasi negara-negara yang dapat berbagi pengalaman dengan anggota lainnya di organisasi g7+,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal g7+, Habib Mayar kepada TATOLI di Jenewa, Selasa ini.
Perjanjian ini bertujuan memperkuat kerja sama dalam menganalisis prakiraan serta menghasilkan pengetahuan berbasis bukti untuk mendukung prioritas g7+ di bidang pembangunan perdamaian, tata kelola, dan penguatan kelembagaan.
Kedua pihak juga akan membentuk ruang prakiraan dan inkubasi untuk membahas strategi di berbagai bidang seperti mediasi, ketahanan iklim, dan pendanaan.
Selain itu, kerja sama ini juga mencakup pemberian dukungan konsultatif kepada mekanisme seperti Satuan Tugas Mediasi untuk Pembangunan Perdamaian.
Kerangka kerja bertajuk Harnessing Collective Wisdom akan memfasilitasi pembelajaran terstruktur di antara negara-negara anggota g7+, pertukaran pengalaman, serta pengembangan model pendanaan perdamaian yang inovatif dengan memanfaatkan jaringan dan sumber daya global Principles for Peace.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat advokasi g7+ di forum kebijakan internasional, sekaligus meningkatkan peran organisasi tersebut sebagai suara yang kredibel dalam isu perdamaian, ketahanan, dan legitimasi di tingkat global.
Sementara itu, Hiba Qasas, Pendiri dan Direktur Eksekutif Principles for Peace Foundation, menyambut baik penandatanganan Nota Kesepahaman ini.
Ia menilai kerja sama tersebut sangat penting untuk memperkuat kemitraan jangka panjang yang kokoh dalam mempromosikan perdamaian dan ketahanan.
“Kami melihat pengalaman Timor-Leste yang memiliki sejarah transisi yang sukses, dan hal itu sangat menginspirasi kami,” ujar Qasas.
Reporter : Agapito dos Santos (Reporter : Cidalia Fátima)
Editor : Armandina Moniz




