DILI, 10 Oktober 2025 (TATOLI) — Seorang tenaga kerja Warga Negara Timor-Leste (WNTL) bernama Akoli bersama dua rekannya, pagi ini, mengalami kecelakaan dan tenggelam saat bekerja sebagai nelayan di Laut Korea Selatan.
Menurut keterangan pekerja Timor di Korea, Marco da Silva, bahwa kronologi kejadian menyebutkan bahwa pagi ini ketika mereka melaut, para pekerja sedang mengerjakan kim (bahan khusus nelayan). Namun, saat mereka hendak mengangkat kotak kim ke atas kapal, sebuah tali yang kuat mengenai mereka sehingga jatuh ke laut.
“Perahu itu membawa tiga pekerja yaitu dua orang Timor dan satu orang Korea. Pekerja Korea tersebut ambruk dan terapung di air, dan kini telah dibawa ke rumah sakit,” jelas Marco kepada TATOLI melalui telepon, hari ini.
Sementara itu, Ia menambahkan bahwa pekerja asal Timor-Leste yang belum ditemukan karena dicurigai tenggelam ke dasar laut. Hingga kini, polisi masih melakukan pencarian, namun belum membuahkan hasil.
“Di Korea, kami berada di pulau yang sama dan tinggal berdekatan, tetapi bekerja di perusahaan yang berbeda. Kami juga telah menyampaikan informasi ini kepada atase (keternagakerjaan) kami di Korea,” ujarnya.
TATOLI juga menerima konfirmasi dari Sekretaris Negara untuk Pelatihan Professional dan Ketenagakerjaan (SEFOPE) melalui Direktur Jenderal Direktorat Nasional Tenaga Kerja Luar Negeri, João Correia, yang menyatakan bahwa pihaknya telah mendengar informasi mengenai kejadian ini dari para Tenaga Kerja di Korea.
“Namun, kami belum menerima informasi konkret dari atase Timor-Leste di Korea. Semoga mereka dapat memberikan data untuk mengambil tindakan,” ujarnya.
Ia menambahkan, berdasarkan informasi terakhir, aparat keamanan Korea sedang melakukan pencarian jenazah namun belum berhasil ditemukan, untuk itu diharapkan bisa segera ditemukan.
Diketahui, Akoli sendiri berasal dari Kotamadya Manufahi tepatnya di Daerah Administrasi Same, Desa Hola Rua. Hingga saat ini pihak SEFOPE belum memberikan keterangan jelas tentang WNTL yang mengalami kecelakaan di Korsel.
Reporter: Alexandra da Costa (Penerjemah: Cidalia Fátima)
Editor: Armandina Moniz




