iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE

Fadli Zon akui Festival Perbatasan eratkan hubungan Indonesia dan TL  

Fadli Zon akui Festival Perbatasan eratkan hubungan Indonesia dan TL   

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon. Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 07 Oktober 2025 (TATOLI)– Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menegaskan bahwa festival budaya di kawasan perbatasan menjadi sarana strategis untuk mempererat hubungan antara Indonesia dan Timor-Leste.

Hal itu disampaikannya terkait Festival Fronteira (Budaya) 2025 akan berlangsung selama tiga hari, mulai 09–11 Oktober 2025, di Covalima, Timor-Leste, dengan tema “Pertukaran Budaya dalam Memperkuat Rekonsiliasi”.

“Oh iya, tentu kami sangat mendukung berbagai festival budaya yang diselenggarakan di kawasan perbatasan seperti di Atambua dan daerah lainnya. Kami juga akan bekerja sama dengan pemerintah daerah di Nusa Tenggara Timur agar festival-festival tersebut dapat terus berkembang. Secara adat dan budaya, masyarakat di perbatasan ini masih satu rumpun. Jadi, kegiatan tersebut bisa menjadi platform penting untuk mempererat hubungan baik antara kedua negara,” ujar Fadli Zon usai bertemu dengan Perdana Menteri, Xanana Gusmão di Kantor Pemerintah, Selasa ini.

Menteri Fadli Zon juga menyampaikan rencana mengundang Menteri Budaya Timor-Leste pada bulan depan untuk menghadiri inisiatif Indonesia–Pacific Cultural Synergy, sebuah platform baru yang bertujuan memperkuat kerja sama budaya antara negara-negara di kawasan Pasifik.

Sementara itu, Menteri Pemuda, Olahraga, Seni, dan Kebudayaan Timor-Leste, Nelyo Isaac Sarmento, menyambut baik gagasan tersebut.

Menurutnya, festival budaya tahunan di perbatasan memang bertujuan memperkuat hubungan kedua negara melalui kegiatan seni dan budaya.

“Para Menteri menerima tanggapan yang baik dan mereka mengapresiasi untuk melanjutkan kegiatan ini. Mereka juga mengundang perwakilan kami untuk berpartisipasi, agar kita semakin dekat tidak hanya dalam hubungan politik, tetapi juga melalui budaya,” ujar Nelyo Isaac.

Festival budaya di perbatasan kini menjadi simbol nyata hubungan erat antara masyarakat Indonesia dan Timor-Leste, sekaligus menegaskan pentingnya kerja sama lintas batas dalam menjaga kekayaan budaya bersama.

Festival Fronteira (Budaya) 2025 digelar untuk menindaklanjuti pencapaian festival sebelumnya di Bobonaro dan Oecusse-Ambeno serta rekomendasi Deklarasi Dame Ambeno 2024, festival ini menekankan promosi perdamaian, penghargaan terhadap keragaman budaya, dan pemberdayaan masyarakat melalui seni, tradisi, dan sejarah.

Penyelenggara utama meliputi Centro Nacional Chega!, Sekretariat Negara Urusan Seni dan Budaya, Kementerian Administrasi Negara, dan Kementerian Pemuda, Olahraga, Seni dan Budaya dengan agenda festival mencakup dialog budaya sebagai sarana rekonsiliasi, pameran produk lokal, pertunjukan seni, dan konser musik kolaboratif antara musisi Indonesia dan Timor-Leste.

Festival Fronteira 2025 akan melibatkan beragam peserta, antara lain 60 generasi muda kelahiran Timor-Leste yang tinggal di Timor Barat, 60 pemerhati seni dan budaya (20 orang masing-masing dari Bobonaro, Covalima, dan Oekusse), 520 kontingen olahraga, 100 delegasi pemerintah daerah perbatasan (20 orang per kabupaten : Belu, Malaka, Kefa, So’e, dan Kupang), serta musisi, sanggar seni dari Timor-Leste dan NTT, dan perwakilan LSM serta masyarakat perbatasan.

Koordinasi lintas negara dilakukan melalui lembaga resmi dari Timor-Leste dan Indonesia, dengan pembentukan tim kerja gabungan. Anggaran ditanggung bersama oleh penyelenggara, dengan dukungan logistik penuh dan peluang bantuan dari sektor swasta.

Festival ini diharapkan menjadi sarana strategis untuk memperkuat rekonsiliasi, membangun solidaritas, dan memperdalam pemahaman lintas budaya yang berakar pada tradisi dan nilai lokal.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!