DILI, 01 Oktober 2025 (TATOLI)– Duta Besar Republik Indonesia untuk Timor-Leste, Okto Dorinus Manik, menegaskan bahwa keanggotaan penuh ASEAN akan menghadirkan banyak manfaat nyata bagi rakyat Timor-Leste, baik dalam bidang ekonomi, politik, keamanan, maupun sosial budaya.
“Menjadi bagian dari ASEAN menawarkan banyak manfaat nyata dan jangka panjang. Secara ekonomi, anggota mendapatkan akses terbuka ke salah satu pasar regional paling dinamis di dunia, dengan populasi gabungan 677 juta jiwa dan PDB sekitar US$4 triliun. Hal ini mengurangi hambatan perdagangan, menyelaraskan standar, dan mengintegrasikan negara-negara ke dalam rantai pasokan regional,” jelas Dubes Okto dalam wawancara eksklusif di program Dalan ba ASEAN dengan TATOLI di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Farol Dili, Rabu ini.
Lebih lanjut, Ia menyebut manfaat politik dan keamanan yang diperoleh dimana ASEAN memberi anggota suara yang lebih kuat dalam urusan regional dan global sehingga negara-negara dapat bekerja sama untuk mengatasi tantangan bersama.
Dari sisi sosial budaya, ASEAN juga mendorong hubungan antarmasyarakat, memperluas kesempatan pendidikan, pertukaran pemuda, serta kerja sama budaya.
Menanggapi langkah Pemerintah Timor-Leste yang menjadikan aksesi ASEAN sebagai prioritas politik pada bulan Oktober, Dubes Okto menilai hal itu sebagai sinyal positif.

“Fokus Timor-Leste pada ASEAN Oktober ini mencerminkan komitmen yang disengaja terhadap integrasi regional. Hal ini menandakan pendekatan proaktif dalam memajukan proses aksesi dan menyelaraskan kebijakan nasional dengan standar ASEAN,” tegasnya.
Menurutnya, dari perspektif diplomatik, inisiatif ini memperkuat rasa saling percaya antara Timor-Leste dan anggota ASEAN lainnya serta menegaskan pentingnya kerja sama berkelanjutan.
Dubes Okto juga menyoroti pencapaian ASEAN lebih dari lima dekade setelah didirikan.
“ASEAN telah membuat kemajuan signifikan. Secara ekonomi, kawasan ini menjadi salah satu pasar paling dinamis dengan peningkatan perdagangan, investasi, dan konektivitas,” ungkapnya.
Ia mengakui secara sosial, ASEAN mendukung inisiatif di bidang pendidikan, kesehatan, penanggulangan bencana, dan pembangunan manusia yang bermanfaat bagi jutaan orang.
Selain itu secara budaya, ASEAN mendorong pertukaran, festival, dan program yang merayakan keberagaman Namun, ia juga mengakui masih ada pekerjaan rumah.
“Tantangan tetap ada, seperti mempersempit kesenjangan pembangunan dan merespons isu global. Meski begitu, ASEAN telah menyediakan platform yang kuat untuk kerja sama dan solidaritas,” pungkasnya.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




