DILI, 15 September 2025 (TATOLI)— Timor-Leste resmi membuka Pekan Keterampilan Internasional ke – II yang berlangsung dari 15 hingga 19 September di Pusat Konvensi Dili (CCD), dengan tema “Keterampilan dalam Aksi: Mendorong Inovasi untuk Integrasi Global”.
Acara ini diselenggarakan oleh INDMO, I.P. (Institut Nasional untuk Pengembangan Tenaga Kerja) dan hadir dalam format hybrid, dadn memungkinkan partisipasi fisik maupun virtual bagi peserta internasional maupun nasional.
Dalam sambutannya, Direktur Eksekutif INDMO, Isabel de Lima, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran hampir 50 delegasi dari negara-negara seperti Australia, Malaysia, Indonesia, Brunei Darussalam, Tiongkok, dan Portugal.
Menurutnya, kehadiran para delegasi menjadi bukti nyata komitmen bersama terhadap pengembangan keterampilan, inovasi, dan integrasi global.
“Kami mengubah ide menjadi solusi nyata melalui serangkaian kegiatan yang mencerminkan dinamika dan perkembangan TVET di Timor-Leste,” ujar Isabel de Lima di CCD, Senin ini.
Berita terkait : INDMO laporkan kesiapan Timor-Leste gelar Pekan Keterampilan Internasional ke-II di Dili
Ia menekankan pentingnya forum, simposium, dan sesi pembelajaran yang membahas digitalisasi, perubahan iklim, literasi digital, mobilitas tenaga kerja, serta perencanaan kebijakan berbasis bukti.
Sorotan program termasuk Forum TVET Industri pada hari kedua, yang akan meninjau dan menyelaraskan standar kompetensi untuk memperkuat hubungan antara dunia pendidikan vokasi dan industri.
Selain itu, Pameran Teknologi TVET selama empat hari menampilkan inovasi terbaru dari lebih 20 perusahaan, lembaga TVET, dan organisasi internasional yang membentuk masa depan keterampilan.
Acara ini juga menjadi momen penting bagi Timor-Leste. INDMO secara resmi mengumumkan bahwa negara ini akan menjadi tuan rumah WorldSkills Asia General Assembly ke-10 pada 2026, bersamaan dengan Kompetisi Keterampilan Nasional 2026.
Dua Nota Kesepahaman (MoU) akan ditandatangani, yakni dengan Komisi Keterampilan Australia Selatan terkait pengakuan keterampilan dan mobilitas tenaga kerja, serta dengan HRD Corp Malaysia untuk mendukung pengembangan National Training Index bagi Timor-Leste.
Melalui pesan yang dibacakan oleh Koordinator Umum MCAE, Jorge Martins, mewakili Wakil Perdana Menteri Timor-Leste, Francisco Kalbuadi Lay, menyampaikan dukungan penuh pemerintah terhadap pengembangan TVET.
Ia menekankan bahwa pendidikan vokasi bukan sekadar persiapan kerja, tetapi fondasi pembangunan nasional dan integrasi Timor-Leste ke dalam ekonomi global.
“Generasi muda kita adalah sumber daya bangsa yang paling berharga. Melalui keterampilan dan inovasi, kita akan membangun masa depan yang inklusif, inovatif, dan terhubung secara global,” tegas Jorge membacara pesan dari Wakil Perdana Menteri.
Ia juga menyoroti pentingnya diversifikasi ekonomi di luar sektor minyak dan gas, melalui pertanian, pariwisata, TIK, jasa, dan manufaktur, sekaligus membangun kapasitas digital dan ramah lingkungan.
Pekan Keterampilan Internasional ke – II ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi Timor-Leste sebagai pusat keunggulan keterampilan, meningkatkan kolaborasi regional dan global, serta membuka peluang baru bagi generasi muda untuk berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan dan integrasi global.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




