iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE

Mengenang Momen Kunjungan Paus Fransiskus : “Keindahan Negara Timor-Leste adalah Rakyatnya” 

Mengenang Momen Kunjungan Paus Fransiskus : “Keindahan Negara Timor-Leste adalah Rakyatnya” 

Pemimpin Umat Katolik Sedunia, Paus Fransiskus ketika tiba di Timor-Leste dalam kunjungan apostoliknya pada 09 September 2024. Foto Dokumen Tatoli/ António Daciparu

DILI, 09 September 2025 (TATOLI)— Tahun menjalar ke tahun. Kenangan demi kenangan kandas termakan waktu. Tetapi kenangan momen terindah kunjungan Paus Fransiskus di Timor-Leste pada 09 – 11 September 2024 lalu, masih membekas di relung hati setiap insan yang cinta akan perdamain.

Rai Timor-Leste Nia Furak-Liu Mak Povu! Haree Povu Didi’ak, Hadomi Imi-Nia Povu Ba— Keindahan Tanah Timor-Leste adalah Rakyatnya! Jagalah Rakyat dengan Baik, Cintailah Rakyatmu,” ujar Pemimpin Umat Katolik Sedunia, Paus Fransiskus saat melakukan kunjungan ke Timor-Leste.

Keindahan itu umat Katolik Timor-Leste tunjukkan ketika Paus Fransiskus menginjak kaki di Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato, Comoro, Dili, pada 09 September 2025. Disepenjang ruas jalan, dari bandara hingga Kediaman Vatikan di Motael-Dili, teriakan yel yel dan tebaran senyuman yang merekah dari bibir setiap insan masyarakat Timor-Leste, mengukir sebuah “keindahan” tersendiri di benak Paus Fransiskus yang sulit dilupakan.

“Negara ini indah, tetapi saya ingin bertanya, apa yang yang paling indah di negara ini? Keindahan negara (Timor-Leste) ini adalah Rakyatnya! Harus terus saling jaga, cintailah rakyatmu, buatlah masyarakat tumbuh dan sejahtera! Rakyat di negara ini indah! Indah! Dalam beberapa jam setelah saya tiba, saya melihat bagaimana orang-orang mengekspresikan diri mereka. Rakyat Timor-Leste mengekspresikan diri dengan penuh martabat dan kegembiraan. Rakyat negara ini adalah orang-orang yang bahagia,” kata Paus Fransiskus dalam pidatonya saat mengadakan pertemuan dengan Presiden Republik, Jose Ramos-Horta, masyarakat sipil, dan korps diplomatik di Istana Kepresidenan Nicolau Lobato, Bairru Pite, Dili, pada 09 September 2024.

Paus Fransiskus. Foto Dokumen TATOLI/António Daciparu

Tanggal 09 September, menjadi saksi sejarah baru karena setelah 35 Paus Yohanes Paulus II mengunjungu Timor-Timur pada 12 Oktober 1989,  Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik sedunia Paus Fransiskus kembali menginjakkan kaki di Tanah Air, Timor-Leste. Paus Fransiskus yang memiliki nama asli Jorge Mario Bergoglio ini adalah Paus kedua yang melakukan perjalanan apostolik ke Timor-Leste.

Paus atau pemimpin Gereja Katolik Dunia yang sebelumnya pernah berkunjung ke Timor-Leste,  kala itu masih Timor-Timur sebagai Provinsi ke-27 di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), adalah Paus Yohanes Paulus II  pada 12 oktober 1989.

Kedatangan Paus Yohanes Paulus II waktu itu terbilang cukup singkat, karena sebelumnya Pemimpin umat Katolik di dunia itu berkunjung ke Indonesia pada 08-12 Oktober 1989 dengan rangkaian kunjungan ke Jakarta, Jogjakarta, Maumere di Flores, Medan dan Dili, Timor-Timur (kini Timor-Leste).

Kunjungan Paus Fransiskus ini menjadi kali kedua seorang pemimpin tertinggi umat Katolik di dunia sekaligus Kepala Negara Vatikan mengunjungi Timor-Leste. Kedatangan Paus Fransiskus dan rombongan mendarat menggunakan pesawat Air Niugini Boeing 737 di Bandara Internasional Nicolau Lobato, Comoro-Dili, Timor-Leste pada Senin (09/09), tepat pukul  14:20 WTL.

Paus Fransiskus tiba di Timor-Leste pada, 09 september 2024 menyebarkan euforia ke berbagai lapisan masyarakat, mulai dari tokoh ternama hingga masyarakat biasa. Umat Katolik menyambutnya dengan antusiasme yang beragam. Beberapa bahkan mendapatkan kesempatan langka untuk bertemu dan diberkati pemimpin tertinggi gereja Katolik sedunia yang menjadi simbol perdamian dunia dan semangat cinta kasih bagi semua umatnya

Ketika Paus tiba melalui jalan protokol, para umat sangat antusias menyambut Paus dengan berteriak yel-yel “Viva Amu Papa, Viva Amu Papa,” sambil memegang bendera Vatikan dan Timor-Leste. Begitu juga saat Paus Fransiskus melewati para umat yang menunggu dijalan raya segera memberikan berkat kepada para umat Nasrani.

Paus Fransiskus melakukan kunjungan apostoliknya ke Timor-Leste selama tiga hari terhitung mulai 09–11 September 2024. Selama tiga hari di Timor-Leste, Paus Fransiskus selain memimpin misa di Tasi-Tolu, Pemimpin Umat Katolik Sedunia itu juga melakukan beberapa kegiatan selama kunjungan tersebut.

Paus Fransiskus : Berbagi kehidupan dengan orang-orang yang paling membutuhkan

Dalam kunjungan apostoliknya, Paus Fransiskus juga melanjutkan kunjungan ke Kongregasi ALMA (Asosiasi Lembaga Misionaris Awam). Di tempat itu, Paus Fransiskus berbagi cinta dan bahagia bersama anak-anak yatim piatu dan anak-anak penderita autis yang bernaung di Kongregasi tersebut.

Pemimpin Umat Katolik Sedunia, Paus Fransiskus di Istana Negara, Dili, Timor-Leste, pada 09 september 2024. Foto Dokumen Tatoli/ Francisco Sony

Dalam kunjungan hari kedua, Selasa (10/09), Paus melakukan kunjungan di Kongregasi ALMA tersebut, ia saling berbagi kehidupan dengan orang-orang yang paling membutuhkan adalah sebuah program cinta sejati antara sesama manusia.

“Berbagi kehidupan dengan orang-orang yang paling membutuhkan adalah sebuah program kehidupan, dan program cinta Kristen sejati. Saya berterima kasih atas apa yang Anda (ALMA) lakukan. Saya berterima kasih kepada anak-anak yang telah memberikan kesaksian kepada kami bahwa mereka telah mengizinkan untuk diasuh di tempat ini,” ungkap Paus Fransiskus dalam sambutannya saat bertemu anak-anak kaum difabel di Kongreasi ALMA, Bebonuk-Dili.

Paus melakukan aksi cinta ini berdasarkan cinta Kristus yang mengatakan “Ikutilah Aku” menjadi jalan kebenaran dan perdamaian.

“Ada satu hal yang selalu saya pikirkan. Ketika Yesus berbicara tentang penghakiman terakhir dan berkata kepada orang-orang ‘Ikutlah Aku’ tetapi bukan karena Anda melakukan ini atau itu… Yesus berkata Ikuitlah Aku karena Anda telah merawat saya, ketika saya lapar, ketika saya haus, ketika saya sakit… (mengutip Injil Matius),” kata Paus.

Pesan Paus dalam Bahasa Tetun: Maromak haraik bênção ba Timor-Lorosa’e!

Paus Fransiskus dalam pertemuan dengan Presiden Republik, Jose Ramos Horta beserta Kepala Pemerintah, Masyarakat Sipil, dan Korps Diplomatik di Istana Kepresidenan memberikan pesan pada masyarakat Timor-Leste dengan bahasa Tetun “Maromak haraik bênção ba Timor-Lorosa’e!” yang artinya “Tuhan memberkati Timor-Leste”.

Dalam pidatonya, Paus Fransiskus yakin bahwa Timor-Leste dan seluruh rakyatnya selalu melakukan devosi kepada perlindungan Santa Perawan Maria yang Dikandung Tanpa Noda, Pelindung surgawi yang dipanggil dengan gelar Perawan Aitara.

“Semoga dia selalu menyertai dan membantu dalam misi Anda untuk membangun negara yang bebas, demokratis dan bersatu, di mana tidak seorang pun merasa dikucilkan dan setiap orang dapat hidup dalam damai dan bermartabat. “Maromak haraik bênção ba Timor-Lorosa’e!” ungkap Paus dalam pidatonya di Istana Kepresidanan, pada 09 September 2024.

Karena cinta dan demi cinta yang dalam. Kepala Negara Vatikan dan Pemimpin Gereja Katolik di Dunia itu pun memuji upaya rekonsiliasi yang dilakukan oleh negara Timor-Leste dan Indonesia setelah melewati konflik yang berkepanjangan (selama 24 tahun).

Dalam pidatonya, Paus Fransiskus mengatakan tanah ini telah mengalami pergolakan dan kekerasan, yang sering terjadi ketika suatu bangsa berharap untuk memperoleh kemerdekaan penuh tetapi pencariannya akan otonomi ditolak atau digagalkan.

Namun, negara ini telah mampu bangkit kembali, menemukan jalan menuju perdamaian dan dimulainya fase pembangunan baru, kondisi kehidupan yang lebih baik, dan apresiasi di semua tingkatan atas kemegahan tanah air yang masih alami, beserta sumber daya alam dan manusianya.

“Kami bersyukur kepada Tuhan, karena Anda (Timor-Leste) tidak pernah kehilangan harapan saat menjalani periode sejarah Anda yang begitu dramatis. Dan, setelah hari-hari yang gelap dan sulit, fajar perdamaian dan kebebasan akhirnya menyingsing. Akar Anda dalam iman Katolik telah sangat membantu dalam mencapai tujuan-tujuan penting ini,” kata Paus Fransiskus di Istana Negara.

Pemimpin Umat Katolik Sedunia, Paus Fransiskus memimpin misa di Tasitolu, Dili, pada 10 september 2024. Foto Dokumen Tatoli/ Francisco Sony

Teruslah Wartakan Injil dan Harumkan Nama Kristus 

Selama di Timor-Leste, Paus Fransiskus juga bertemu dengan Uskup, para pastor, para suster, saserdot, diakon, seminaris, termasuk para katekis berjumlah 2000 orang  di Gereja Katedral Dili, selasa, 10 September 2024.

Dengan penuh cinta, Paus Fransiskus menhimbau agar para Uskup, para pastor, para suster, saserdot, diakon, seminaris, termasuk para katekis Timor-Leste untuk terus mewartakan injil dan harumkan nama Kristus di Timor-Leste.

“Timor-Leste “berada di ujung” dunia, Timor-Leste adalah pusat Injil! Jadi, terlepas dari posisinya yang terpinggirkan di dunia, Timor-Leste adalah pusat Injil, yang sering kali bermuara  pada orang-orang yang terpinggirkan. Kita tahu, bahwa di dalam hati Kristus, ‘pinggiran eksistensial’ adalah pusatnya,” jelas Paus Fransiskus.

Paus Fransiskus juga dalam pesannya terus mendorong para imam dan pekerja di Timor-Leste untuk “menyebarkan keharuman” Injil, dengan semangat dan keberanian, dan untuk merangkul semangat misioner yang dinamis.

Paus Fransiskus juga menekankan perlunya dorongan baru untuk melakukan penginjilan di Timor-Leste yang berakar pada sejarah Kristen Katolik yang panjang”, sehingga aroma Injil juga dapat mendorong rekonsiliasi, perdamaian, kasih sayang, dan keadilan setelah mengalami perang selama bertahun-tahun.

Paus Fransiskus : Kaum Muda adalah Anugerah Yang Luar Biasa

Selama tiga hari melakukan kunjungan Apostoliknya di Timor-Leste, Paus Fransiskus dalam misa akbar yang digelar di Tasitolu, Dili, pada 10 September 2024, beliau menyatakan kekagumannya pada Timor-Leste, karena memilik banyak kaum muda dan anak-anak   yang merupakan sebuah anugerah yang luar biasa.

“Timor -Leste indah karena memiliki banyak anak. Anda adalah sebuah negara muda di mana kehidupan berdenyut dan berkembang di mana-mana. Dan ini adalah sebuah anugerah yang luar biasa. Karena, kehadiran begitu banyak kaum muda dan anak-anak yang terus-menerus memperbaruhi kesegaran, energi, sukacita dan antusiasme umat di negara ini,” kata Paus Fransiskus dalam homilinya pada misa Ekaristi di Tasi-Tolu, Dili.

Timor-Leste miliki “Kaibauk” dan “Belak

Untuk mengingatkan kembali bahwa, dalam homili Paus Fransiskus juga menyebutkan bahwa  bangsawan sejati adalah seseorang yang memberikan hidup mereka karena cinta, seperti Maria, dan Yesus, yang memberikan segalanya di kayu salib, menjadikan dirinya kecil, tak berdaya, lemah (bdk. Flp. 2:5-8), untuk memberi tempat bagi kita semua di Kerajaan Bapa (bdk. Yoh. 14:1-3).

“Semua ini dilambangkan dengan sangat baik oleh dua ornamen tradisional yang indah dari Timor-Leste yaitu, “Kaibauk” dan “Belak”. Keduanya terbuat dari logam mulia,” kata Paus Fransiskus.

Sangat signifikan karena “Kaibauk” melambangkan “Tanduk Kerbau” dan “Cahaya Matahari”, yang menjadi hiasan di dahu dahi serta ornamen di atas rumah, dalam bentuk atap. Ini berbicara tentang kekuatan, energi dan kehangatan, dan dapat mewakili kekuatan pemberi kehidupan dari Tuhan.

Perayaan misi khidmat di Tasi-tolu yang dipimpin Paus Fransiskus, dihadiri umat Kristiani termasuk para tamu. Foto Dokumen TATOLI/António Daciparu

Yang kedua, “Belak” biasa menjadi hiasan yang dengan tali ikat di leher dan membiarkan bergantungan di dada untuk memprindah Kaibauk yang ikat-menempel di dahi sesorang. Ini mengingatkan semua pada “Cahaya Bulan” yang lembut, yang pada malam hari memantulkan cahaya matahari dengan rendah hati, menyelimuti segala sesuatu dengan pendar yang lembut.

Belak, suatu lambang yang berrbicara tentang kedamaian, kesuburan dan kemanisan, dan melambangkan kelembutan seorang ibu yang dengan pantulan lembut cintanya, membuat apa yang disentuhnya bersinar dengan cahaya yang sama yang dipancarkan dari Tuhan Allah.

Kaibauk dan Belak, kekuatan dan kelembutan Bapa dan Bunda: begitulah cara Tuhan memanifestasikan kerajaanNya, yang terdiri dari cinta kasih dan belas kasihan. Oleh karena itu, dalam Ekaristi ini, bersama-sama, kita semua sebagai kaum adam dan hawa, sebagai Gereja dan masyarakat, memohon kebijaksanaan untuk memantulkan kepada dunia cahaya yang kuat dan lembut dari Allah yang penuh kasih, Allah yang seperti yang kita doakan dalam Mazmur Tanggapan, “membangkitkan orang yang melarat dari debu dan membawa orang yang miskin keluar dari kemelaratan untuk mendudukkannya di antara orang-orang besar  (umat-Nya), (Mzm. 112:7-8),” kata Bapa Suci dalam homilinya.

Timor-Leste harus hati-hati dengan “buaya”!

Negara yang mengajarkan anak-anaknya untuk tersenyum adalah negara yang memiliki masa depen tertentu. Oleh karena itu, dalam setiap langkah dan setiap aksi cinta kasih, setiap insan harus selalu waspada pada tantangan.

“Kota yang mengajarkan anak-anaknya untuk tersenyum adalah kota yang memiliki masa depan. Tetapi hati-hati, karena saya diberitahu bahwa di beberapa pantai, buaya-buaya datang. Buaya yang datang berenang dan memiliki gigitan yang lebih kuat dari yang bisa kita tangani,” Demikian Pesan Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Dunia, Paus Fransiskus dalam bentuk Metafora usai memimpin Misa Kudus di Tasi-Tolu, Dili, selasa (10/09/2024).

Dihadapan ribuan umat Katolik yang memadati lapangan Tasi-Tolu, Dili, Bapa Suci mengatakan, “Waspadalah… waspadalah terhadap buaya-buaya yang ingin mengubah budaya dan sejarah Anda (Timor-Leste). Dan jauhi buaya-buaya itu karena mereka menggigit, dan mereka banyak menggigit,” pesan Paus Fransiskus.

“Saya telah banyak berpikir tentang apa yang terbaik dari Timor-Leste, kayu cendana, kayu jati, bukan. Itu bukan yang terbaik. Yang terbaik adalah orang-orangnya.  Saya tidak bisa melupakan desa di pinggir jalan itu, dengan anak-anaknya, berapa banyak anak di desa ini! Hal terbaik dari desa ini adalah senyum anak-anaknya,” ungkap Paus Fransiskus.

Ia selalu berpesan bahwa kota yang mengajarkan anak-anaknya untuk tersenyum adalah kota yang memiliki masa depan. “Saya berharap Anda (Timor-Leste) damai. Saya berharap Anda  (Timor-Leste) terus memiliki banyak anak, bahwa senyum orang-orang ini terus menjadi anak-anak. Jagalah anak-anak Anda, tetapi juga jagalah orang tua Anda, yang merupakan kenangan bagi negeri ini,” kata Paus dalam pesannya.

Paus Fransiskus di Gereja Katedral, Dili. Foto Dokumen TATOLI/Francisco Sony

Presiden Horta : Kehadiran Paus Fransiskus berkati tanah Timor-Leste

Presiden Republik, José Ramos Horta mengatakan kunjungan Paus Fransiskus ini merupakan sebuah berkah karena kehadiran Bapa Suci telah memberkati tanah Timor-Leste.

“Hari ini kita menerima Yang Mulia Bapa Suci Paus Fransiskus, dalam kunjungan bersejarah yang terjadi pada tahun yang sangat penting bagi rakyat dan negara kita, saat kita merayakan beberapa tonggak penting yang menandai perjalanan Timor-Leste,” ungkap José Ramos Horta dalam pidatonya di Istana Kepresidenen Bairu Pite, saat Paus Fransiskus melakukan kunjungan ke Istana Negara, pada 09 September 2024.

Kepala Negara Timor-Leste juga turut mengucapkan terima kasih kepada Bapa Suci yang telah melaksanakan kunjungan ini. Bapa Suci telah memberkati tanah kita dengan kehadirannya. Kita memohon kepada Tuhan untuk terus mendengarkan doa-doa kita serta memberikan kesehatan yang baik kepada Bapa Suci sehingga beliau dapat terus menginspirasi dan membimbing umat manusia di jalan perdamaian dan persaudaraan manusia.

Paus Bertemu Kaum muda Timor-Leste

Paus Fransiskus pada 11 september 2024, sebelum meninggalkan Timor-Leste bertolak ke Singapura, melakukan pertemuan dengan Perwakilan Kaum Muda Timor-Leste di Pusat Konvensi Dili (CDD), Caicoli.

Pemimpin Gereja Katolik dunia yang juga Kepala Negara Vatikan Paus Fransiskus menyampaikan pesan yang menjunjung nilai-nilai persaudaraan dan saling menghormati.

Paus Fransiskus dalam pertemuan tersebut mengatakan, seorang pemuda yang mencintai kesederhanaan, itu sangat bagus dan ia memiliki tanggung jawab. Seorang pemuda yang mencintai kebersamaan dengan saudara-saudaranya, yang memiliki tanggung jawab, adalah seorang pemuda yang mencintai negaranya.

“Ada hal lain yang telah disebutkan dalam pertanyaan yang dilontarkan kaum muda yaitu mengurus rumah bersama dan mengurus unit keluarga. Seorang anak muda harus memahami bahwa menjadi bebas bukan berarti melakukan apa yang Anda inginkan, tetapi memiliki tanggung jawab. Dan salah satu tanggung jawabnya adalah belajar untuk mengurus rumah bersama. Itulah mengapa anak muda harus berkomitmen,” kata Paus Fransiskus.

Kehadiran Paus Fransiskus tandai langkah pembangunan identitas dan budaya negara

Dom Virgílio Kardinal do Carmo da Silv, SDB saat penyelenggaran Misa Kudus yang dipimpin Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Dunia, Paus Fransiskus di Tasi-Tolu, Dili, selasa (10/09/2024), menyatakan, kehadiran Bapa Suci Paus Fransiskus di Timor-Leste menandai langkah yang menentukan dalam proses pembangunan identitas dan budaya negara ini.

Dihadapan Bapa Suci Paus Fransiskus dan ribuan umat Katolik, Dom Virgílio Kardinal mengatakan atas nama semua umat beriman yang hadir dalam Misa Ekaristi yang khidmat ini, dan secara khusus atas nama rakyat Timor-Leste, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran Bapa Suci di Timor-Leste.

Paus Fransiskus memberkati umat Katolik setelah misa di Tasi tolu, 10 September 2024. Foto Dokumen TATOLI/Antonio Daciparu

“Hari ini, tempat Tasi-Tolu sekali lagi menjadi pusat peristiwa bersejarah bagi rakyat Timor-Leste, setelah kunjungan Paus Santo Yohanes Paulus II pada tahun 1989, yang menandai langkah penting dalam proses penentuan nasib sendiri.  Dan, hari ini, kehadiran Yang Mulia Paus Fransiskus menandai langkah yang menentukan dalam proses pembangunan identitas dan budaya negara,” katanya.

Diungkapkan, kehadiran Bapa Suci di tanah yang diberkati ini dan tanda bahwa Tuhan selalu dekat dengan orang-orang yang sederhana, miskin, rendah hati dan terpinggirkan.

Dijelaskan, Timor-Leste adalah sebuah negara kecil, sebuah pulau terpencil, tetapi masyarakatnya sederhana dan hidup dalam iman mereka yang asli kepada Yesus Kristus. Pulau Timor dulunya dikenal sebagai pulau cendana. Aroma cendana menarik para penjelajah dan pelaut, tetapi pada titik tertentu dalam sejarah, aroma cendana berubah menjadi aroma Injil. Dan dengan upaya terus-menerus dari para misionaris, aroma cendana meluas ke wilayah tersebut dan tetap bertahan hingga hari ini.

Timor-Leste menjadi negara ketiga yang dikunjungi Paus Fransiskus dalam rangkaian kunjungannya di Asia-Pasifik, setelah mengunjungi Indonesia dan Papua Nugini.  Selanjutnya Paus Fransiskus akan melawat ke Singapura.

Paus Fransiskus bertolak ke Singapura

Bapa Suci Paus Fransiskus meninggalkan Timor-Leste pada Rabu (11/09/2024) dengan pesawat AERO DILI dengan nomor penerbangan Airbus A320 melanjutkan perjalanan apostoliknya ke Singapura.

Bapa Suci Paus Fransiskus bersama rombongan bertolak dari Bandara Internasional Nicolau Lobato, Comoro-Dili, Timor-Leste tepat pukul 12:25 WTL.

Pemimpin gereja katolik dunia Paus Fransiskus meninggalkan Timor-Leste setelah tiga hari (09 -11 september 2024) kunjungan dalam rangka perjalanan Apostolik. Paus Fransiskus akan bertolak ke Singapura melalui Bandara Internasional Nicolau Lobato, Comoro-Dili, Timor-Leste, rabu, 11 september 2024.

Paus Fransiskus Wafat setelah tujuh bulan lakukan kunjungan ke Timor-Leste  

Kepergian Paus Fransiskus untuk selamanya menyisakan duka mendalam bagi umat Katolik di seluruh dunia termasuk umat Katolik di Timor-Leste, karena selalu mengingat akan pemimpin Vatikan yang penuh kesederhanaan itu.

Paus Fransiskus, bertemu Presiden Republik, Jose Ramos Horta di Istana Kepresidenan, Bairro Pite, Dili, dengan menggunakan mobil merek Toyota Sienta. Foto Dokumen Tatoli/ Francisco Sony

Pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia, Paus Fransiskus wafat pada Senin, 21 April 2025 pukul 07.35 pagi waktu setempat di Vatikan. Paus Fransiskus wafat pada usia 88 tahun setelah berjuang melawan komplikasi pneumonia yang dideritanya dalam beberapa bulan terakhir.

Sebelum Paus Fransiskus kembali ke pangkuan Tuhan Yang Maha Esa untuk selamanya, masyarakat Timor-Leste beruntung karena Paus Fransiskus sempat mengunjungi Dili, Timor-Leste, dalam kunjungan apostoliknya pada 09–11 September 2024. Paus Fransiskus telah wafat, tetapi pesan-pesan “cinta” yang ia tinggalkan untuk umat Katholik Timor-Leste, tak akan termakan oleh waktu—selalu hidup dan untuk selamanya.

Reporter : Armandina Moniz

Editor    : Cancio Ximenes

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!