iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE

Perwakilan UNFPA di TL tegaskan DHS 2025 kunci data akurat untuk kebijakan nasional

Perwakilan UNFPA di TL tegaskan DHS 2025 kunci data akurat untuk kebijakan nasional

Perwakilan UNFPA di Timor-Leste, Navchaa Suren, menyerahkan tablet pada Enumerator untuk digunakan selama melalui Survei Demografi dan Kesehatan (DHS) 2025. Foto Tatoli/Cidalia Fatima

DILI, 02 September 2025 (TATOLI)— Perwakilan Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA) di Timor-Leste, Navchaa Suren, menegaskan pentingnya Survei Demografi dan Kesehatan (DHS) 2025 sebagai sumber data akurat dan berkualitas tinggi yang akan menjadi dasar bagi kebijakan nasional berbasis bukti.

Dalam sambutannya pada acara pembukaan Pelatihan Enumerator DHS 2025 di Kementerian Keuangan, Selasa ini, Suren menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Timor-Leste, terutama Kementerian Keuangan dan INETL, atas kepemimpinan serta komitmen mereka dalam memastikan kelanjutan survei meski sempat menghadapi hambatan pendanaan.

“Awal tahun ini, persiapan DHS sempat menghadapi kekurangan dana yang cukup besar. Namun, berkat komitmen kuat Pemerintah Timor-Leste, khususnya Menteri Keuangan dan Ketua INETL, mengenai kesenjangan pendanaan untuk tahun 2025 berhasil diatasi dengan tambahan sumber daya dari pemerintah dan dukungan substansial dari mitra pembangunan. Hasilnya, DHS kini kembali ke jalurnya,” ujar Suren di Kementerian Keuangan.

Ia menambahkan, DHS merupakan survei nasional yang sangat penting karena menyediakan data yang dapat diandalkan terkait kependudukan, kesehatan, gizi, gender, dan kekerasan dalam rumah tangga.

Hasil survei ini, kata Suren, tidak hanya berfungsi untuk memantau kemajuan pembangunan nasional, tetapi juga menjadi dasar dalam merancang program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat Timor-Leste.

Dalam kesempatan itu, Suren juga menyampaikan apresiasi kepada badan-badan PBB dan mitra pembangunan seperti UNICEF, WFP, DFAT, Bank Dunia, serta UNFPA yang telah mendukung pemerintah melalui kontribusi finansial maupun teknis.

Ia memberikan penghargaan kepada ICF Macro International yang berperan penting dalam memberikan bantuan teknis, memastikan DHS dijalankan sesuai standar internasional, serta menghasilkan data yang representatif dan berkualitas tinggi.

“Kami berterima kasih atas fleksibilitas ICF Macro dalam mengakomodasi perubahan jadwal DHS Timor-Leste dan atas dedikasi mereka dalam memberikan bimbingan teknis kepada tim nasional,” tambahnya.

Menurut Suren, pelatihan enumerator yang dimulai hari ini memiliki peran sentral dalam memastikan keberhasilan survei. Ia menekankan bahwa kualitas data sangat ditentukan oleh para enumerator yang akan terjun langsung ke lapangan.

“Setiap wawancara yang Anda lakukan, setiap jawaban yang Anda catat, harus akurat, menyeluruh, dan konsisten. Kredibilitas dan kualitas survei ini bergantung pada Anda semua,” katanya.

Ia juga menyoroti peran penting para pelatih yang sebelumnya telah menjalani pelatihan intensif selama dua hingga tiga  minggu, mengikuti uji coba instrumen survei, dan menerima arahan teknis dari para ahli ICF.

“Peran pelatih adalah memastikan para enumerator diperlengkapi sepenuhnya untuk melaksanakan survei sesuai standar kualitas internasional,” jelas Suren.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pekerjaan lapangan utama akan dilaksanakan tahun ini, dan keberhasilan survei sangat bergantung pada pelaksanaannya yang tepat waktu dan terkoordinasi dengan baik.

Meski demikian, ia mengingatkan masih terdapat kesenjangan pendanaan untuk tahun 2026, khususnya terkait analisis data, penyusunan laporan, dan diseminasi hasil, yang diharapkan dapat segera teratasi dengan dukungan lebih lanjut dari para mitra pembangunan.

“Pelatihan ini meletakkan dasar bagi kesuksesan kolektif kita. Data yang Anda kumpulkan akan menjadi dasar bagi kebijakan dan program nasional untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan rakyat Timor-Leste. Kami percaya penuh pada komitmen dan dedikasi Anda semua dalam mendukung pelaksanaan survei penting ini,” pungkasnya.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!