DILI, 01 September 2025 (TATOLI)— Pemerintah melalui Kementerian Administrasi Negara (MAE) pada Senin (01/09) melantik Ketua Otoritas Kotamadya (PAM – Prezidente Autoridade Munisípiu) Dili, Fransisco dos Santos, dan PAM Bobonaru, Paulo Moniz Maia.
Menteri Administrasi Negara, Tomás do Rosário Cabral, menyatakan bahwa Ketua Otoritas bertugas mewakili Pemerintah Pusat di wilayah administrasi masing-masing untuk mengatur, mengoordinasikan, dan menjaga keteraturan layanan agar berjalan dengan baik.
“Bawahan Ketua Otoritas adalah orang-orang yang bekerja di unit administrasi. Jika tidak ada koordinasi yang baik dan pekerjaan tidak dijalankan dengan baik, administrasi tidak akan berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Menteri Cabral kepada para jurnalis di kantor MAE, Caicoli.
Dalam transisi pemerintah lokal yang baru, pemerintah meminta Kotamadya, khususnya Dili dan Bobonaru, untuk melakukan evaluasi, memastikan layanan, dan menyiapkan kesiapan administrasi. “Ini sesuai arahan Perdana Menteri untuk mengorganisasi aparatur di pemerintahan lokal,” kata Menteri Cabral.
Menteri Cabral meminta kedua Ketua Otoritas agar menjalankan tugas sesuai keputusan yang berlaku. “Dalam pengambilan sumpah hari ini, kami berkomitmen untuk melaksanakan tugas kami dengan setia, tidak berpihak pada kelompok manapun, dan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat melalui administrasi lokal,” tegasnya.
Pemerintah berharap kedua PAM dapat memperkuat kerja sama dan pelayanan bersama pihak berwenang untuk mendapatkan hasil yang baik.
PAM Bobonaru yang baru, Paulo Moniz Maia, menyatakan bahwa sebagai warga Timor dan Bobonaru, ia akan melanjutkan pelayanan yang telah dijalankan oleh PAM sebelumnya.
“Saya akan melanjutkan beberapa program dari Presiden sebelumnya, hal-hal yang baik akan saya pertahankan, yang tidak baik akan saya perbaiki,” kata PAM Bobonaru.
Ia berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan infrastruktur dasar, terutama di sektor jalan dan pengembangan potensi pertanian.
“Kualitas hidup masyarakat tergantung pada infrastruktur dasar, karena semua orang tahu Bobonaru memiliki potensi besar di sektor pertanian. Saya akan mendorong dan memotivasi komunitas untuk bekerja keras di sektor pertanian. Sebelum pertanian berjalan lancar, infrastrukturnya harus memadai,” tegasnya.
Sementara itu, PAM Dili, Fransisco dos Santos, menyampaikan fokusnya pada penanganan masalah yang dihadapi Dili, seperti banjir dan sampah di ibu kota.
“Banyak masalah timbul karena jumlah kendaraan yang meningkat. Saya akan mengambil posisi ini dan bekerja sama dengan instansi terkait untuk menyelesaikan masalah lalu lintas serta memantau parkir kendaraan secara vertikal,” ujarnya.
PAM Dili sebelumnya, Gregório Saldanha, dilantik pada 1 Maret 2024 dan mengundurkan diri pada 28 Januari 2025. Saat ini, Direktur Jenderal Desentralisasi dan Pemerintahan Lokal, António Agosto Guterres, menjabat sebagai PAM sementara Dili.
Sedangkan PAM Bobonaru sebelumnya, Alexandrino Pires, dilantik pada 06 Maret 2024 dan pada 5 Juni 2025 mendapatkan suspensi dari Menteri Administrasi Negara, Tomás do Rosário Cabral. Kemudian, Celestino Marques ditunjuk sebagai Koordinator Otoritas Kotamadya Bobonaru untuk menjalankan administrasi selama tiga bulan, dari Juni hingga Agustus 2025 ini.
Reporter : Osória Marques (Penerjemah: Cidalia Fátima)
Editor : Armandina Moniz




