iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE

Perkuat kemitraan ekonomi, Presiden Ramos-Horta kunjungi Tsuneishi Shipbuilding

Perkuat kemitraan ekonomi, Presiden Ramos-Horta kunjungi Tsuneishi Shipbuilding

Presiden Republik, Jose Ramos-Horta, melakukan kunjungan resmi ke perusahaan Tsuneishi Shipbuilding Company di Fukuyama, Jepang. Foto Media Kepresidenan

DILI, 28 Agustus 2025 (TATOLI) – Presiden Republik, Jose Ramos-Horta, melakukan kunjungan resmi ke perusahaan Tsuneishi Shipbuilding Company di Fukuyama, Jepang. Kunjungan Kepala Negara itu untuk memperkuat kemitraan hubungan ekonomi antara Timor-Leste dan Jepang, terutama setelah Tsuneishi mendirikan kehadiran di Timor-Leste tersebut pada tahun 2024.

Dalam laman resmi Kepresidenan Republik yang diakses Tatoli, Kamis ini, menyebutkan bahwa, kunjungan yang dilakukan pada Rabu (27/08) itu, Presiden Ramos-Horta didampingi oleh Wakil Menteri Urusan Parlemen, Adérito Hugo dan Duta Besar Jepang untuk Timor-Leste, Kimura Tetsuya.

Dalam kunjungan tersebut, Kepala Negara Timor-Leste dan delegasi juga  berpartisipasi dalam upacara serah terima kapal baru dan melakukan kunjungan teknis ke fasilitas perusahaan. Pada kesempatan yang sama, Presiden juga bertemu dengan warga Timor-Leste yang bekerja di perusahaan tersebut, dan melakukan perbincangan dengan mereka.

Presiden Republik, Jose Ramos-Horta sedang berbincang dengan warga negara Timor-Leste yang bekerja di perusahaan Tsuneishi Shipbuilding Company. Foto Media Kepresidenan

Berita terkait : Tsuneishi Shipbuilding uji 36 calon peserta TIT ke Jepang

Pertemuan tersebut menggarisbawahi potensi penguatan kerja sama industri, dengan dampak signifikan pada penciptaan lapangan kerja dan pembangunan ekonomi di Timor-Leste, mewakili langkah strategis menuju penguatan sektor maritim dan ekonomi nasional.

Untuk diketahui bahwa, perusahaan Tsuneishi Shipbuilding dari Jepang berencana untuk berinvestasi di industri perkapalan dengan tanah yang diminta untuk digunakan untuk investasinya adalah 970 km2 di Kotamadya Manatuto.

Sesuai rencana, investasi swasta tersebut akan menawarkan minimal 4.000 pekerjaan bagi masyarakat Timor-Leste dan akan memproduksi 10-12 kapal per tahun dan memperluas rencananya untuk membangun sekolah, hotel dan rumah sakit di daerah tersebut.

Industri perkapalan atau galangan kapal merupakan suatu tempat yang dibuat khusus dan dilengkapi berbagai fasilitas untuk mendukung proses pembuatan, perbaikan dan perawatan kapal.

Secara keseluruhan, industri perkapalan memiliki peran yang sangat penting bagi Timor-Leste, baik dari segi ekonomi, pariwisata, pengembangan sumber daya maritim, maupun keamanan maritim.

Berita terkait : Bangun galangan kapal, Tsuneishi Shipbuilding tinjau lokasi di Laleia-Manatuto

Sementara itu, sesuai laporan dari Direktorat Nasional Tenaga Kerja Luar Negeri (DNEE) – SEFOPE (Sekretariat Negara Urusan Pelatihan Profesional dan Ketenagakerjaan)  sejak tahun 2022 – 2023, 64 orang telah mengikuti Kerja Teknis TIT  (Technical Intern Training) dari Timor-Leste di Jepang yang terdiri dari dari 47 laki-laku dan 17 perempuan.

TATOLI

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!