DILI, 27 Agustus 2025 (TATOLI)— Dewan Menteri Timor-Leste menyetujui rancangan Resolusi Pemerintah yang menetapkan pembentukan Komite Pengarah untuk menyusun Peta Jalan Nasional Pengembangan Pasar Perumahan.
Resolusi ini disampaikan oleh Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Koordinator Bidang Sosial dan Menteri Pembangunan Pedesaan dan Perumahan Rakyat, Mariano Assanami Sabino, bersama Menteri Perencanaan dan Investasi Strategis, Gastão de Sousa.
“Komite Pengarah ini akan terdiri dari sejumlah anggota Pemerintah dan didukung oleh Kelompok Kerja Teknis yang bertugas mempersiapkan, meninjau, dan memfinalisasi Peta Jalan. Dokumen tersebut diharapkan menjadi panduan strategis untuk pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi kebijakan yang bertujuan meningkatkan kondisi perumahan di Timor-Leste,” ungkap laporan Rapat Dewan Menteri yang diakses TATOLI, rabu ini.
Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya permintaan perumahan dan kebutuhan untuk memastikan hunian layak bagi warga, sebagaimana diamanatkan dalam Konstitusi dan Program Pemerintahan Konstitusional ke- IX.
Tujuannya adalah menciptakan kerangka kerja terkoordinasi dan berkelanjutan yang melibatkan lembaga publik, sektor swasta, dan mitra pembangunan, agar solusi perumahan lebih efektif dan mudah diakses masyarakat.
Sebelumnya, pada 06 Maret 2025, Pemerintah Timor-Leste melalui Kementerian Perencanaan dan Investasi Strategis (MPIE), Bank Sentral Timor-Leste (BCTL), dan International Finance Corporation (IFC) menyelenggarakan Forum Pengembangan Pasar Perumahan pertama di Ruang Auditorium Kay Rala Xanana Gusmão, Kementerian Keuangan.
Pada waktu itu, Wakil Perdana Menteri, Francisco Kalbuadi Lay, mewakili Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão, menegaskan pentingnya menempatkan rakyat sebagai pusat pembangunan, termasuk sektor perumahan.
Ia menyebutkan bahwa pemerintah berkomitmen membangun fondasi sektor perumahan yang mencakup perencanaan kota dan tata ruang terpadu, infrastruktur dasar, serta sistem administrasi pertanahan dan sektor keuangan yang efisien.
Dalam forum tersebut, Menteri Perencanaan dan Investasi Strategis, Gastão de Sousa, menekankan bahwa pertemuan ini mempertemukan sektor publik dan swasta untuk membahas tantangan dan peluang dalam pembangunan perumahan yang aman, terjangkau, dan berkualitas. Ia juga menyoroti urbanisasi cepat di Dili sebagai salah satu isu utama.
IFC meluncurkan laporan berjudul “Membangun Masa Depan: Memajukan Pembiayaan Perumahan di Timor-Leste”, di mana Perwakilan IFC, David Freedman, menekankan bahwa akses terhadap perumahan berkualitas merupakan hak asasi manusia sekaligus pendorong utama kemajuan sosial dan ekonomi.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa Timor-Leste menghadapi tantangan dalam pembangunan perumahan karena keterbatasan kebijakan dan regulasi, meskipun tunawisma bukan masalah utama. Dengan kebijakan yang tepat, potensi pembiayaan perumahan di negara ini diperkirakan mencapai $544 juta pada 2030.
Forum tersebut juga menghadirkan berbagai pembicara dari pemerintah dan IFC yang membahas kerangka hukum, infrastruktur, regulasi, serta pemberdayaan masyarakat lokal. Selain itu, forum diikuti oleh instansi keuangan nasional, internasional, serta sektor swasta untuk mengeksplorasi peluang pengembangan pasar perumahan di Timor-Leste.
Pembentukan Komite Pengarah diharapkan dapat mempercepat perumusan strategi nasional yang menyeluruh, memastikan koordinasi antar lembaga, dan menciptakan pasar perumahan yang inklusif, aman, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




