iklan

EKONOMI, HEADLINE

Investasi DBIZ dibatalkan, East Timor Trading reorientasi fokus pada strategis  

Investasi DBIZ dibatalkan, East Timor Trading reorientasi fokus pada strategis   

Foto Spesial

DILI, 20 Agustus 2025 (TATOLI) – East Timor Trading (ETT), melalui pengembang Kawasan Industri Discovery Business (DBIZ), secara resmi mengumumkan pembatalan investasi proyek industri tiga fase senilai US$100 juta di Timor-Leste.

Keputusan ini diumumkan dalam siaran pers tertanggal 08 Agustus 2025, yang menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan hasil dari peninjauan mendalam terhadap prioritas strategis dan reorientasi dan akan fokus pada  investasi perusahaan.

“Setelah pertimbangan dan peninjauan yang mendalam atas prioritas strategis kami, para pengembang Kawasan Industri Discovery Business (DBIZ) telah membuat keputusan sulit untuk menarik investasi dari proyek industri tiga fase senilai $100 juta yang diusulkan,” tulis pernyataan resmi tersebut.

Keputusan ini mencerminkan perubahan arah investasi ETT demi memastikan keberlanjutan usaha yang telah dibangun selama lebih dari dua dekade. Perusahaan menegaskan bahwa langkah ini diambil agar dapat lebih selaras dengan tujuan jangka panjang, kerangka operasional, dan nilai-nilai panduan yang dipegang oleh grup.

Meski proyek DBIZ tidak dilanjutkan, East Timor Trading menegaskan tetap berkomitmen terhadap operasinya di Timor-Leste, yang telah berjalan selama 23 tahun. Pihak perusahaan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan, khususnya atas proses pengajuan Perjanjian Investasi Khusus melalui TradeInvest selama tiga tahun terakhir.

“Kami juga ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk mendoakan agar pemerintah dan rakyat Timor-Leste terus meraih keberhasilan dalam perjalanan pembangunan ekonomi mereka di tahun yang penting ini bagi negara ini, dan kami berharap dapat terlibat dalam inisiatif-inisiatif mendatang yang dapat mendorong pertumbuhan inklusif dan saling menguntungkan,” lanjut pernyataan itu.

Merespons pembatalan proyek ini, tim TATOLI telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak East Timor Trading pada 19 Agustus 2025, namun belum memperoleh tanggapan resmi karena pihak perusahaan menolak memberikan komentar lebih lanjut untuk sementara waktu.

Sebelumnya, East Timor Trading sempat menyampaikan rencana besar untuk mendirikan kawasan industri di lahan seluas tujuh hektar di Fomento II, dengan investasi bertahap: $12–15 juta pada tahap pertama, $32 juta pada tahap kedua, dan $55 juta pada tahap ketiga.

Proyek ini ditargetkan dapat menciptakan ribuan lapangan kerja, sejalan dengan ambisi perusahaan menyerap hingga 1% dari total penduduk Timor-Leste dalam sektor ketenagakerjaan.

Perusahaan yang didirikan oleh Sakib dan Neelofer Awan pada tahun 2002 ini telah memainkan peran penting dalam pembangunan ekonomi nasional melalui bisnis ritel, perhotelan, distribusi, dan inisiatif sosial. Melalui Discovery Foundation, mereka juga telah mendirikan beberapa pra-sekolah sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.

Atas kontribusi tersebut, Presiden Republik dan penerima Nobel Perdamaian, José Ramos-Horta, pada Oktober 2024 lalu menganugerahkan penghargaan nasional ‘Medalha de Mérito’ kepada Neelofer Awan salah satu pendiri dan Direktur Administrasi East Timor Trading.

Sampai saat ini, East Timor Trading tetap menjadi salah satu investor swasta paling berpengaruh di Timor-Leste, dengan lebih dari 200 karyawan dan kontribusi pajak sebesar $55 juta dalam satu dekade terakhir.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!