iklan

HEADLINE, KEAMANAN

China sepakat bangun RS Militer, Presiden Republik soroti peran strategis negara sahabat

China sepakat bangun RS Militer, Presiden Republik soroti peran strategis negara sahabat

Penandatanganan perjanjian pembangunan Rumah Sakit Militer (RS Militer) antara Duta Besar China untuk Timor Leste, Wang Wenli, dan Menteri Pertahanan, Donaciano Costa Gomes "Pedro Klamar Fuik" disela-sela perayaan HUT FALINTIL ke - 50, di Tasi Tolu, Dili, Rabu (20/08). Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 20 Agustus 2025 (TATOLI)— Dalam rangka memperingati 50 tahun FALINTIL, Angkatan Bersenjata Pembebasan Nasional Timor-Leste, Pemerintah Timor-Leste bersama Pemerintah Republik Rakyat China mengambil langkah strategis penting dengan penandatanganan perjanjian pembangunan Rumah Sakit Militer (RS Militer).

Penandatanganan ini dilakukan oleh Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão diwakili oleh Menteri Pertahanan, Donaciano Costa Gomes “Pedro Klamar Fuik”  dan Duta Besar Republik Rakyat China untuk Timor-Leste, Wang Wenli, sesaat setelah upacara peringatan HUT ke-50 FALINTIL berlangsung di Tasitolu, Dili, Rabu ini.

Proyek ini merupakan sumbangan langsung dari Pemerintah China sebagai wujud kemitraan bilateral yang erat di bidang pertahanan dan keamanan. Rumah sakit yang akan dibangun berlokasi strategis di belakang markas F-FDTL di Fatuhada, Dili.

Disebutkan bangunan tersebut akan memiliki delapan lantai dan direncanakan memiliki kapasitas 100 tempat tidur dan dilengkapi dengan fasilitas layanan kesehatan modern, termasuk bangsal khusus untuk VIP, pasien reguler, ruang gawat darurat, serta layanan spesialis seperti onkologi, neurologi, dan kardiologi.

RS Militer ini tidak hanya melayani personel militer, tetapi juga keluarga mereka serta para veteran, memperkuat akses pelayanan kesehatan bagi komunitas militer dan masyarakat luas.

Dalam pidato peringatan HUT ke-50 FALINTIL, Presiden Republik Timor-Leste, José Ramos-Horta, yang juga Peraih Nobel Perdamaian, menekankan pentingnya kerja sama internasional sebagai pilar fundamental bagi stabilitas dan pembangunan nasional.

“Kerja sama internasional dan kemitraan strategis sangat vital untuk memperkuat kapasitas pertahanan dan keamanan nasional kita, terutama dalam konteks integrasi Timor-Leste ke dalam ASEAN yang memprioritaskan perdamaian dan keamanan kawasan,” tegas Presiden Ramos-Horta.

Presiden juga menyoroti peran penting negara-negara sahabat, termasuk China, Australia, Brasil, Korea Selatan, Amerika Serikat, India, Jepang, Selandia Baru, dan Portugal, yang telah memberikan dukungan teknis, pelatihan, dan bantuan pembangunan kapasitas bagi angkatan bersenjata Timor-Leste.

“Kemitraan ini tidak hanya memperkuat angkatan pertahanan kita, tetapi juga membantu kita mempersiapkan diri menghadapi tantangan keamanan kontemporer, mulai dari pertahanan teritorial hingga kejahatan transnasional,” tambahnya.

Presiden Ramos-Horta menegaskan bahwa keberlanjutan dan pendalaman kerja sama internasional menjadi kunci bagi Timor-Leste dalam memenuhi komitmen regional dan internasional sebagai anggota ASEAN yang bertanggung jawab.

“Di momen bersejarah ini, saat kita memproyeksikan diri sebagai aktor penting stabilitas regional, kita harus menegaskan kembali bahwa kemitraan strategis dengan negara sahabat menjadi pondasi utama dalam proses pembangunan dan keamanan nasional kita,” ujarnya.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!