DILI, 17 Agustus 2025 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste bersama Pemerintah Jepang melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung obstetri bersalin empat lantai di Rumah Sakit Nasional Guido Valadares (HNGV), Dili.
Proyek senilai $20 juta dolar AS ini merupakan bantuan hibah dari rakyat Jepang melalui Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA).
Acara peletakan batu pertama dihadiri langsung oleh Perdana Menteri Xanana Gusmão, Menteri Kesehatan Elia dos Reis Amaral, Duta Besar Jepang untuk Timor-Leste Tetsuya Kimura, serta perwakilan dari JICA.
Menteri Kesehatan Elia dos Reis Amaral menyatakan bahwa dimulainya proyek ini merupakan tonggak penting dalam upaya pemerintah meningkatkan akses layanan kesehatan.
“Konstruksi yang kami resmikan hari ini berarti pembangunan telah resmi dimulai. Kini kita hanya menunggu penyelesaian dan penyerahan fasilitas ini kepada masyarakat,” ujarnya dalam peresmian, minggu ini.
Ia menekankan bahwa proyek ini sepenuhnya merupakan bentuk dukungan dari rakyat Jepang, tanpa pembiayaan dari anggaran negara Timor-Leste.
Berita terkait : Jepang dukung bangun gedung baru di HNGV, Elia : Agustus lakukan peletakan batu pertama
“Jepang adalah negara sahabat yang selama ini menjalin kerja sama erat dengan Timor-Leste. Kami sangat menghargai dukungan Jepang, terutama dalam sektor yang vital seperti kesehatan,” tuturnya.
Duta Besar Jepang untuk Timor-Leste, Tetsuya Kimura, menegaskan bahwa pembangunan fasilitas kesehatan ini merupakan bagian dari komitmen Jepang dalam mendukung peningkatan layanan kesehatan primer dan spesialis di Timor-Leste.
“Merupakan kehormatan besar bagi saya hadir di upacara ini bersama Perdana Menteri. Dukungan ini sejalan dengan kebijakan nasional Jepang yang mengutamakan kesehatan masyarakat di negara-negara mitra,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya akses layanan kesehatan menjelang bergabungnya Timor-Leste ke dalam ASEAN pada Oktober mendatang.
Dalam sepuluhtahun terakhir, Jepang telah menyalurkan lebih dari 80 juta dolar AS untuk sektor kesehatan Timor-Leste. Termasuk pembangunan dan peningkatan 20 fasilitas obstetri dan neonatal darurat di 12 kotamadya, pos kesehatan di daerah terpencil, pengadaan ambulans, serta pelatihan dan beasiswa bagi staf Kementerian Kesehatan.
Menurutnya, Jepang juga telah lama mendukung HNGV melalui berbagai inisiatif seperti modernisasi unit gawat darurat, penyediaan fasilitas ultrasonografi, dan pengiriman relawan medis, termasuk apoteker, perawat, ahli gizi, dan teknisi peralatan medis.
“Kami yakin proyek ini akan memperkuat kapasitas bedah, meningkatkan perawatan perinatal, mempercepat respons medis darurat, dan meningkatkan pelatihan tenaga profesional. Kami berharap kontribusi ini berdampak nyata bagi kesejahteraan rakyat Timor-Leste,” imbuhnya.
Berita terkait : Proyek hibah Jepang untuk tingkatkan fasilitas HNGV memasuki tahap tender
Dilain pihak, Perwakilan JICA di Timor-Leste, Ito Mimpei, menjelaskan bahwa perjanjian hibah telah ditandatangani pada 20 Agustus 2024 dengan nilai total mencapai 3,093 miliar yen setara $20 juta.
“Proyek ini mencakup pembangunan gedung baru empat lantai untuk layanan rawat jalan, ruang operasi, CSSD (Departemen Pasokan Steril Sentral), serta penguatan kapasitas tenaga kerja melalui keterlibatan Kementerian Kesehatan,” tutupnya.
Gedung bersalin ini akan memiliki 77 kamar dan dirancang untuk meningkatkan kapasitas layanan obstetri dan neonatal di HNGV. Proyek ini dilaksanakan oleh Wakachiku Construction Co., Ltd., dengan dukungan konsultasi dari Oriental Consultants Global Co., Ltd., dan ditargetkan selesai pada April 2027.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




