iklan

EKONOMI, HEADLINE

Timor – Leste dorong kolaborasi ASEAN dalam tata kelola AI yang inklusif dan etis

Timor – Leste dorong kolaborasi ASEAN dalam tata kelola AI yang inklusif dan etis

Menteri Transportasi dan Komunikasi Timor-Leste, Miguel Marques Gonçalves Manetelu berpartisipasi dalam Pertemuan Meja Bundar Menteri bertema "Menuju Pendekatan Terpadu ASEAN terhadap AI dan Kepercayaan Digital", yang berlangsung di sela-sela KTT ASEAN AI Malaysia 2025, di Kuala Lumpur, pada Selasa (12/08). Foto MTC

DILI, 13 Agustus 2025 (TATOLI) – Menteri Transportasi dan Komunikasi Timor-Leste, Miguel Marques Gonçalves Manetelu, menegaskan komitmen negaranya untuk memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) secara bertanggung jawab dalam upaya mendorong transformasi digital nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Pertemuan Meja Bundar Menteri bertema “Menuju Pendekatan Terpadu ASEAN terhadap AI dan Kepercayaan Digital”, yang berlangsung di sela-sela KTT ASEAN AI Malaysia 2025, di Kuala Lumpur, pada Selasa (12/08).

Dalam forum tingkat tinggi yang dihadiri para menteri dan delegasi dari negara-negara ASEAN, Menteri Miguel menyampaikan bahwa meski Timor-Leste masih berada pada tahap awal transformasi digital, negara tersebut aktif mengembangkan infrastruktur dan kerangka kerja untuk memanfaatkan teknologi AI dalam sektor-sektor prioritas seperti e-pemerintahan, kesehatan, pendidikan, dan pertanian.

“Kami berkomitmen untuk menjadikan teknologi sebagai alat untuk memperkuat tata kelola, inklusi ekonomi, dan pembangunan manusia. Transformasi digital ini didukung oleh pembangunan sistem identitas digital, infrastruktur yang interoperabel, serta kerangka keamanan siber,” ujarnya dalam siaran pers resmi yang diakses Tatoli.

Ia juga menyampaikan bahwa dengan akan beroperasinya Kabel Bawah Laut Selatan Timor-Leste (TLSSC), konektivitas digital nasional akan meningkat signifikan, membuka peluang bagi inovasi dan kolaborasi regional berbasis AI.

Lebih lanjut, Menteri Miguel menekankan tiga kebutuhan strategis Timor-Leste dalam menghadapi era AI yaitu :

  1. Peningkatan Kapasitas Inklusif – Diperlukan dukungan ASEAN untuk mengembangkan program literasi dan pelatihan teknis AI yang disesuaikan dengan konteks lokal
  1. Kolaborasi Regional untuk Barang Publik Digital – Usulan inisiatif ASEAN untuk berbagi perangkat AI sumber terbuka, praktik terbaik, dan model regulasi yang adaptif terhadap berbagai tingkat kematangan digital
  1. Pelindung Etis AI – Dukungan terhadap Pedoman ASEAN tentang Tata Kelola AI, dengan penekanan pada tantangan seperti bias algoritmik dalam bahasa-bahasa minoritas seperti Tetum dan Portugis

Sebagai langkah konkret, Timor-Leste mengundang mitra ASEAN untuk berkolaborasi dalam Program Percontohan AI untuk Pembangunan Pedesaan, yang akan difokuskan pada solusi AI untuk sektor pertanian dan layanan kesehatan jarak jauh (telehealth) di komunitas terpencil.

“Program ini akan memanfaatkan jaringan pusat layanan masyarakat serta keahlian ASEAN dalam penerapan AI yang terukur dan etis,” tambahnya.

Menutup intervensinya, Menteri Miguel menyampaikan bahwa Timor-Leste siap untuk belajar dan berkontribusi dalam ekosistem AI ASEAN.

“Mari kita pastikan bahwa tidak ada satu negara pun, terlepas dari kematangan digitalnya yang tertinggal dalam perjalanan ini. Bersama-sama, kita dapat membangun masa depan di mana AI berperan sebagai kekuatan untuk persatuan, kepercayaan, dan kesejahteraan bersama,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Digital Malaysia, Gobind Singh Deo, atas undangan dan sambutan hangat kepada delegasi Timor-Leste dalam forum tersebut. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!