DILI, 13 Agustus 2025 (TATOLI)— Direktur Institut Nasional Farmasi dan Produk Medis (INFPM), Sergio Belo, mengatakan Perusahaan Sali-Magu telah menyerahkan satu kontainer obat-obatan yang diimpor dari tiga negara ke gudang pusat INFPM, di Kampung – Alor, Dili.
“Sebuah kontainer diimpor oleh perusahaan Sali-Magu, berisi berbagai obat-obatan yang dibeli di India, Indonesia dan Bangladesh. Obat-obatan itu diantaranya suntikan vitamin C 2000 mg, suntikan vitamin B1/B2/B6 3ml, bubuk bikarbonat 650gr, dan masih banyak lagi obat-obatan lainnya,” kata Direktur Sergio Belo kepada wartawan di kantor INFPM, Kampung Alor, Rabu ini.
Ia menambahkan bahwa Sali-Magu mengimpor obat-obatan seperti Pilocarpine HCL/Nitrate (carpine 2%)5ml, Propranol Hydrochloride 40mg, Propylthiouracll 100mg, Vitamin K1 (phytomenadione)10mg, Terazosine 2mg.
Dan, juga obat-obatan seperti Diluent cell dyne Emrald 22, Blood Clucose Test Strips, Rapid Test Malaria, Lidocaine 2% plain without adrenaline (dental), Simvastatim 20mg, Omeprazole Injeksi 40mg/ml, Procaline benylpencilin (3g), Tamoxifen 10mg, Amiodarone 150mg/3ml, Metronidazole 5000mg dan Paracetamol 5000mg.
“Invoice yang diberikan perusahaan tersebut menyatakan bahwa obat-obatan tersebut dibeli di tiga negara seperti India, Indonesia dan Bangladesh. Dan anggaran pembelian obat-obatan tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang disediakan untuk INFPM untuk item membeli obat-obatan,” ujarnya.
Dikatakan, mulai bulan ini, obat-obatan harus masuk sesuai dengan perkiraannya yang diberikan kepada perusahaan.
Sementara itu, dikatakan saat ini stok obat tersedia 82% dan stok-out sebesar 18% di Gudang INFPM.
TATOLI




