iklan

EKONOMI, HEADLINE

PM Xanana apresiasi kunjungan Tim Woodside : langkah penting menuju Greater Sunrise

PM Xanana apresiasi kunjungan Tim Woodside : langkah penting menuju Greater Sunrise

Wakil Ketua Eksekutif Bidang Teknis dan Pengembangan Energi Woodside Energy, Julie Fallon bersama delegasi bertemu Perdana Menteri (PM) Kay Rala Xanana Gusmão di Kantor pemerintah, Dili. Foto GPM

DILI, 31 Juli 2025 (TATOLI) — Perdana Menteri (PM) Kay Rala Xanana Gusmão menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada delegasi Woodside Energy yang melakukan kunjungan resmi ke Timor-Leste, dalam rangka memperdalam pemahaman teknis dan strategis terkait proyek pengembangan ladang minyak dan gas Greater Sunrise.

Delegasi yang dipimpin oleh Wakil Ketua Eksekutif Bidang Teknis dan Pengembangan Energi Woodside Energy, Julie Fallon, diterima langsung oleh PM Xanana di Kantor Pemerintah, kamis ini. Dalam pertemuan tersebut, PM Xanana menekankan pentingnya kunjungan ini sebagai bentuk nyata keterlibatan mitra internasional dalam proyek energi strategis nasional.

“Kami bertemu dengan Wakil Ketua Eksekutif Woodside Energy bersama tim teknisnya. Mereka pergi ke Suai dan Natarbora untuk memahami pemikiran dan keinginan kami tentang membawa minyak ke Timor-Leste. Saya sangat berterima kasih atas kunjungan ini,” ujar PM Xanana.

Delegasi Woodside juga dijadwalkan melanjutkan dialog teknis dengan Kementerian Perminyakan dan Sumber Daya Mineral (MPRM), TIMOR GAP, E.P., dan Otoritas Perminyakan Nasional (ANP I.P.), untuk memperkuat rencana implementasi proyek Greater Sunrise.

Julie Fallon menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari Pemerintah Timor-Leste serta komitmen yang telah dibangun selama proses kerja sama berlangsung. Ia menyebut kunjungan ini sebagai momen penting, terutama karena merupakan kali pertama Woodside membawa delegasi teknis terbesar ke negara ini.

“Ini pertama kalinya tim Woodside datang dengan kekuatan penuh. Saya berharap ini menjadi langkah awal yang kuat dalam pengembangan proyek Greater Sunrise bersama,” ujarnya.

Selain pertemuan dengan para pemimpin nasional, delegasi Woodside mengunjungi lokasi-lokasi strategis di Pantai Selatan seperti Suai dan Natarbora, tempat yang direncanakan menjadi pusat pemrosesan gas alam cair (TLNG) dan fasilitas industri pendukung lainnya.

Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral, Francisco da Costa Monteiro, menilai kunjungan ini sebagai bentuk nyata keseriusan Woodside untuk memahami potensi dan kesiapan infrastruktur di lapangan, sekaligus mempercepat pengambilan keputusan untuk membawa gas ke daratan Timor-Leste.

Ditegaskan bahwa posisi Pemerintah yang konsisten bahwa gas dari ladang Greater Sunrise atau yang dikenal dengan istilah Kadoras harus diproses di Timor-Leste. Pemerintah telah menyiapkan rencana investasi dan pengembangan infrastruktur dari Covalima hingga Natarbora untuk mendukung visi industri energi nasional.

Dalam kunjungan sebelumnya, pada 28 Juli di Covalima (Suai) dan Natarbora (Manatuto), delegasi Woodside dan Kementerian Perminyakan sepakat bahwa opsi pembangunan fasilitas TLNG di Timor-Leste adalah jalur paling layak, baik secara ekonomi maupun strategis, sebagaimana ditunjukkan dalam studi terbaru.

Kedua pihak menyatakan komitmen untuk memajukan proyek berdasarkan tiga prinsip utama: itikad baik, komitmen jangka panjang, dan keselarasan kepentingan. Delegasi juga mengunjungi infrastruktur strategis seperti Bandara Suai, pangkalan logistik, serta lokasi perumahan dan industri pendukung lainnya.

Julie Fallon mengakui pentingnya observasi langsung di lapangan, yang menurutnya memberikan pemahaman mendalam mengenai prioritas pembangunan nasional Timor-Leste dan visi pemerintah untuk wilayah Pantai Selatan.

Sementara itu, Timor-Leste bersama mitra Usaha Patungan Greater Sunrise termasuk Woodside Energy, TIMOR GAP, dan Osaka Gas saat ini sedang merampungkan negosiasi terkait regulasi kunci seperti Undang-Undang Pertambangan Minyak, Perjanjian Bagi Hasil Produksi, dan Rezim Fiskal yang akan menjadi fondasi hukum proyek ini. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!