DILI, 30 Juli 2025 (TATOLI)– Para Menteri Pemuda dan Olahraga dari Komunitas Negara-Negara Berbahasa Portugis (CPLP) secara resmi mengadopsi Deklarasi Dili dalam Konferensi Tingkat Menteri Pemuda dan Olahraga (CMJD – Conferência Ministerial da Juventude e Desportos) ke-16 yang diselenggarakan di Dili, Timor-Leste, pada 27 Juli 2025.
Deklarasi ini mempertegas komitmen bersama CPLP untuk memerangi manipulasi kompetisi olahraga serta memperkuat nilai-nilai integritas, etika, dan fair play dalam dunia olahraga di kawasan berbahasa Portugis.
Konferensi ini dihadiri oleh para menteri dan pejabat tinggi dari Republik Angola, Cabo Verde, Portugal, São Tomé e Príncipe, serta tuan rumah Timor-Leste. Hadir pula perwakilan dari Republik Federatif Brasil, Guinea-Bissau, Guinea Khatulistiwa, dan Republik Mozambik.
Dalam Deklarasi Dili, para menteri sepakat untuk mengadopsi langkah-langkah konkret dalam pencegahan, deteksi, dan pemberian sanksi terhadap praktik manipulasi kompetisi, korupsi, doping, diskriminasi, serta bentuk-bentuk pelanggaran integritas lainnya dalam olahraga.
Deklarasi ini dibangun atas dasar berbagai kesepakatan sebelumnya dalam CPLP, termasuk Resolusi 12/2012 tentang Etika dalam Olahraga, Rencana Etika Olahraga CPLP (PED-CPLP) tahun 2016, serta Dokumen Kerja Sama Strategis CPLP 2020–2026.
Selain itu, dokumen ini mengacu pada prinsip-prinsip Konvensi Dewan Eropa tentang Manipulasi Kompetisi Olahraga (Konvensi Macolin), serta pedoman UNESCO dan Komite Olimpiade Internasional (IOC).
Para menteri menekankan bahwa integritas merupakan fondasi dari nilai-nilai olahraga, yang mencakup kejujuran, transparansi, dan ketidakpastian hasil sebagai esensi kompetisi yang adil. Mereka juga menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya kasus manipulasi pertandingan yang terkait dengan kejahatan terorganisir dan perjudian ilegal.
Melalui Deklarasi ini, negara-negara CPLP berkomitmen untuk :
- Mengembangkan mekanisme nasional pencegahan dan pemberantasan manipulasi kompetisi, termasuk deteksi, pelaporan, dan investigasi
- Mendorong pembentukan Unit Integritas Olahraga Nasional yang otonom dan memiliki sumber daya memadai
- Meningkatkan literasi dan kesadaran etika olahraga bagi atlet, pelatih, ofisial, dan pengambil keputusan
- Memperkuat kerja sama lintas sektor dan internasional, termasuk antara organisasi olahraga, otoritas hukum, regulator taruhan, dan media
- Melibatkan masyarakat sipil, khususnya kaum muda, dalam mempromosikan budaya sportivitas dan nilai-nilai fair play
Deklarasi ini tidak hanya menjadi simbol kesepakatan, tetapi juga kerangka kerja yang akan diterjemahkan dalam kebijakan nasional dan kolaborasi multilateral. Negara-negara anggota menyatakan tekad untuk menjadikan olahraga sebagai sektor strategis dalam pembangunan inklusif, pendidikan karakter, dan penguatan kohesi sosial.
Deklarasi Dili juga menyerukan semua pemangku kepentingan, pemerintah, federasi olahraga, media, masyarakat sipil, dan sektor swasta untuk secara aktif berperan dalam menjaga integritas olahraga.
Dokumen deklarasi ini ditandatangani oleh :
- Rui Pinto Falcão de Andrade – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Angola
- Carlos Manuel do Canto Sena Monteiro – Wakil Menteri Perdana Menteri untuk Pemuda dan Olahraga Republik Cabo Verde
- Margarida Balseiro Lopes – Menteri Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Republik Portugal
- Celso Vaz do Nascimento Matos – Menteri Kesehatan dan Olahraga Republik Demokratik São Tomé dan Príncipe
- Nelyo Isaac Sarmento – Menteri Pemuda, Olahraga, Seni dan Budaya Republik Demokratik Timor-Leste
- Belmiro Malate – Duta Besar Republik Mozambik untuk Timor-Leste
- Perwakilan resmi dari Republik Federatif Brazil, Republik Guinea-Bissau, dan Republik Guinea Khatulistiwa
Konferensi XVI Menteri Pemuda dan Olahraga CPLP ini menegaskan bahwa komunitas berbahasa Portugis memiliki satu suara dalam menjaga kemurnian dunia olahraga. Deklarasi Dili menjadi tonggak baru untuk memperkuat solidaritas antarnegara CPLP melalui olahraga yang bebas dari manipulasi, penuh etika, dan mendidik generasi masa depan.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




