iklan

POLITIK, HEADLINE

Presiden Horta : Ketahanan pangan jadi prioritas pembahasan KTT CPLP

Presiden Horta : Ketahanan pangan jadi prioritas pembahasan KTT CPLP

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) antara Kepala Negara dan Pemerintah Komunitas negara-negara Berbahasa Portugis (CPLP) di Guinea Bissau. Foto Media Kepresidenan

DILI, 20 Juli 2025 (TATOLI)—Presiden Republilk, Jose Ramos Horta mengatakan bahwa Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) antara Kepala Negara dan Pemerintah Komunitas negara-negara Berbahasa Portugis (CPLP) di Guinea Bissau membahas prioritas ketahanan pangan di negara-negara CPLP.

“Saya menghadiri pertemuan puncak para Kepala Negara dan Pemerintahan CPLP tahun ini. Saya dan para Kepala Negara lainnya ikut hadir, beberapa di antaranya tidak dapat hadir karena situasi  pribadi mereka, tetapi pertemuan itu berjalan dengan baik,”  kata Presiden Horta kepada wartawan di Bandara Internasional Nicolau Lobato Dili, minggu (20/07), usai tiba kembali di tanah air, dari kunjungan kerja ke Guinea Bissau.

Dijelaskan, rencana terbesar yang bicarakan dalam KTT CPLP adalah prioritas sebagai mandat Kepresidenan Guinea-Bissau, yaitu ketahanan pangan, dan bagaimana negara-negara CPLP dapat mengatasi tantangan besar pada ketahanan pangan di setiap negara.

“Bersama negara-negara CPLP, hanya dua negara yang tidak memiliki masalah ketahanan pangan. Yaitu, Brasil dan Portugal. Dimana Brasil adalah pengekspor pangan terbesar di dunia, sementara Portugal memiliki swasembada pangan,” tuturnya.


Presiden Republilk, Jose Ramos Horta hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) antara Kepala Negara dan Pemerintah Komunitas negara-negara Berbahasa Portugis (CPLP) di Guinea Bissau. Foto Media Kepresidenan

Ditambahkan, adapun beberapa di antaranya masing berkurang seperti Timor-Leste, dan enam negara di Afrika, yang menjadi bagian dari tantangan CPLP sejak bertahun-tahun lalu. Sementara yang lain, setelah lima puluh tahun merdeka hingga saat ini, berhasil menyelesaikan masalah tersebut.

Presiden  Horta menegaskan, untuk strategi besarnya bukan hanya dua tahun selama masa jabatan Guinea-Bissau, tetapi setiap negara harus memahami masalah ketahanan pangan.

“Sehingga dapat memastikan ketahanan pangan, bidang pertanian harus dikembangkan dengan baik. Hal ini merupakan bagian utama dari pertemuan puncak di Guinea-Bissau,” ujarnya.

Presiden Horta dan delegasi melakukan kunjungan resmi ke Guinea-Bissau, untuk berpartisipasi dalam konferens Kepala Neggara dan Pemerintah ke-15 antara negara CPLP pada  tanggal 15 – 21 Juli 2025.

KTT yang diselenggarakan oleh Presiden Guinea-Bissau, Jenderal Umaro Sissoco Embaló, menandai peringatan 29 tahun CPLP dan mengusung tema umum tentang ‘CPLP dan Kedaulatan Pangan: Sebuah Jalan Menuju Pembangunan Berkelanjutan”.

Selama prosesi tersebut, Presiden Horta kembali menegaskan komitmen Timor-Leste terhadap multilateralisme dan menyoroti pentingnya pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan di negara-negara berbahasa Portugis.

Kepala Negara juga berpartisipasi dalam sesi-sesi utama KTT, termasuk pengesahan Deklarasi Bissau, yang berfokus pada kedaulatan pangan dan ketahanan iklim. Beliau juga menghadiri acara pemilihan Guinea-Bissau sebagai Presiden Pro Tempore CPLP untuk periode 2025-2027.

Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!