iklan

EKONOMI, HEADLINE

643 Hektar wilayah laut di Inur-Hitu Beacou diusulkan jadi Kawasan Konservasi  

643 Hektar wilayah laut di Inur-Hitu Beacou diusulkan jadi Kawasan Konservasi   

Foto Conservation International Timor-Leste

DILI, 04 Juli 2025 (TATOLI) – Sebanyak 643 hektar wilayah laut di Kampung Beacou, Desa Aidabaleten, Daerah Administratif Atabae, Kotamadya Bobonaro, diidentifikasi sebagai kawasan potensial untuk dijadikan Kawasan Konservasi Perairan (KKP).

Sesuai laman resmi yang diakses TATOLI, dijelaskan informasi tersebut terungkap setelah dilakukan survei bioekologi terumbu karang dan populasi ikan oleh Conservation International Timor-Leste (CI-TL) bersama Kementerian Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan (MAPPF).

Kegiatan ini berlangsung pada 25 hingga 29 Juni 2025 sebagai bagian dari program Solusi untuk Ketahanan Laut dan Pesisir di Segitiga Terumbu Karang (SOMACORE) yang didanai oleh Kementerian Federal Jerman melalui Inisiatif Iklim Internasional (ICI -inggris).

“Kawasan Konservasi Perairan (KKP) baru yang diusulkan diidentifikasi mencakup total area seluas 643 hektar menggunakan metode Manta Tow, yang memungkinkan tim mengamati kondisi umum terumbu karang dan memperkirakan persentase komunitas karang hidup dan mati,” ungkap laman resmi CI-TL yang diakses TATOLI, jumat ini.

Foto Conservation International Timor-Leste

Hasil dari pemantauan ini akan digunakan sebagai dasar untuk pengelolaan kawasan konservasi, termasuk penetapan zona larangan tangkap, zona penyangga, dan zona pemanfaatan berkelanjutan.

Pemantauan terumbu karang ini dilakukan untuk menilai kesehatan ekosistem terumbu karang, termasuk cakupan area terumbu karang yang kondisinya buruk atau mati akibat dampak perubahan iklim dan aktivitas manusia.

“Ada juga penelitian yang dilakukan terhadap populasi ikan untuk mengamati perubahan kelimpahan, komposisi spesies, dan ukuran populasi,” tulis laman tersebut.

Sebelum kegiatan lapangan, tim CI-TL dan MAPPF mengadakan pertemuan dengan masyarakat di Kampung Beacou untuk membahas peraturan desa dan adat Tara Bandu, serta memperkenalkan proses survei. Pertemuan ini mendapat dukungan penuh dari Kelompok Konservasi Komunitas (GKK -tetum), para nelayan, dan otoritas lokal.

Program SOMACORE bertujuan memperkuat ketahanan pesisir dan ekosistem laut di kawasan Segitiga Terumbu Karang yang mencakup Timor-Leste, Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua Nugini, dan Kepulauan Solomon. Kawasan ini dikenal sebagai pusat keanekaragaman hayati laut dunia dan menjadi prioritas konservasi global.

Di bawah kerangka Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF), program ini berfokus pada pengelolaan kawasan bentang laut prioritas, termasuk Bentang Laut Sulu-Sulawesi, Bentang Laut Sunda Kecil, dan Ekoregion Laut Bismarck Solomon.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk melindungi sumber daya laut nasional dan meningkatkan peran masyarakat dalam pengelolaan kawasan konservasi secara partisipatif dan berbasis adat. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor      : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!