DILI, 02 Juli 2025 (TATOLI)— Sekretariat Negara Koperasi (SECoop, portugis), menggelar rapat koordinasi bersama para mitra pembangunan untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor koperasi, khususnya terkait akses pasar dan keberlanjutan program di tingkat akar rumput.
Rapat koordinasi bersama para mitra pembangunan itu dilakukan di Garden Beach, Pantai Kelapa, Dili, Rabu ini.
Sekretaris Negara urusan Koperasi, Arsénio Pereira, menyatakan bahwa rapat koordinasi ini menjadi momentum penting untuk meninjau kembali kemajuan gerakan koperasi dan mengidentifikasi tantangan yang masih dihadapi, termasuk kebutuhan akan pembaruan, kemitraan yang lebih kuat, dan investasi strategis.
“Gerakan koperasi bukanlah hal baru di Timor-Leste, tetapi membutuhkan energi baru dan dukungan lebih kuat dari berbagai pihak. Kami tidak bisa bekerja sendiri,” kata Sekretaris Negara Koperasi, Arsénio Pereira, disela-sela rapat koordinasi bersama para mitra pembangunan yang dilakukan di Garden Beach, Pantai Kelapa, Dili, Rabu ini.
Rapat tersebut merupakan pertemuan ketiga yang difokuskan pada pembangunan koperasi yang inklusif dan berkelanjutan. SECoop menegaskan komitmennya untuk menjadikan koperasi sebagai sektor prioritas yang mendukung pembangunan nasional, sebagaimana tertuang dalam Pasal 138 Konstitusi RDTL.
“Koperasi adalah alat penting dalam mengurangi ketimpangan ekonomi dan menciptakan peluang bagi masyarakat pedesaan. Ini juga berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan kemakmuran rakyat kita,” ujarnya.
Data terkini menunjukkan peningkatan signifikan dalam gerakan koperasi di Timor-Leste. Dari sebelumnya hanya sekitar 100 kelompok koperasi, kini jumlahnya telah mencapai 245 koperasi primer, dengan hampir 39.000 anggota aktif dan total modal yang terkumpul sebesar $20,4 juta.
Namun demikian, Arsénio menggarisbawahi bahwa tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah akses ke pasar, terutama bagi produk-produk dari koperasi multisektoral seperti kopi, hortikultura, peternakan, dan vanili.
Dalam rapat yang sama, Country Director organisasi mitra pembangunan Mary MacKillop Today, Alito Baltazar, turut menyampaikan bahwa pihaknya selama tujuh tahun terakhir telah mendukung koperasi perempuan di wilayah Ermera, khususnya di daerah administratif Railaku.
“Kami telah membantu mendirikan koperasi simpan pinjam dan koperasi multisektoral, tetapi salah satu tantangan terbesar mereka adalah pemasaran produk, ini adalah tantangan nyata yang dihadapi oleh mereka yang di daerah terpencil,” katanya.
Kelompok koperasi tersebut secara resmi telah diserahkan kepada Pemerintah untuk dikelola mandiri. Produk mereka antara lain kopi, hasil hortikultura, ternak, vanili, dan beberapa usaha kios.
Sebagai upaya mengatasi tantangan pasar, Mary MacKillop Today juga bekerja sama dengan International Labor Organization (ILO) untuk mendatangkan tenaga ahli dari luar negeri guna melatih anggota koperasi dalam budidaya dan pengolahan vanili, serta memberikan sertifikasi ekspor. Pelatihan tersebut dijadwalkan berlangsung pada bulan Juli.
Sementara, Keberlanjutan program di tingkat akar rumput, atau gerakan yang berasal dari masyarakat, sangat penting untuk keberhasilan jangka panjang sebuah program. Ini melibatkan partisipasi aktif dan kepemilikan masyarakat dalam program tersebut, sehingga program dapat beradaptasi dengan kebutuhan lokal dan terus berlanjut meskipun dukungan eksternal berkurang.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




