iklan

POLITIK, HEADLINE

TL desak transformasi Kerangka Anti-terorisme PBB di Forum Internasional UN80

TL desak transformasi Kerangka Anti-terorisme PBB di Forum Internasional UN80

Wakil Tetap Timor-Leste untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Duta Besar Dionisio da Costa Babo Soares. Foto Permanent Mission of TL to the UN in New York

DILI, 01 Juli 2025 (TATOLI) – Wakil Tetap Timor-Leste (TL) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Duta Besar Dionisio da Costa Babo Soares, mendesark transformasi berani dan menyeluruh terhadap kerangka kerja anti-terorisme PBB agar mampu menjawab tantangan kompleks dunia saat ini.

Hal ini disampaiikannya dalam Konsultasi Tingkat Duta Besar mengenai Prakarsa UN80 : Dalam Konteks Rekonfigurasi Arsitektur Anti-terorisme PBB, yang diselenggarakan di Markas Besar PBB, New York, pada Senin (30/06).

Ia menegaskan bahwa transformasi ini harus bersifat transformatif dan berakar kuat pada hak asasi manusia, supremasi hukum, dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

“Selama delapan puluh tahun, PBB telah menjadi mercusuar harapan global. Namun, menghadapi ancaman terorisme yang terus berkembang, PBB harus turut berevolusi,” ujar Duta Besar Soares dalam laman  resmi Permanent Mission of Timor-Leste to the United Nations in New York, yang diakses Tatoli, Selasa (01/07).

Ia menyampaikan bahwa terorisme tumbuh subur di lingkungan yang masih dihantui oleh ketidakadilan, pengucilan, dan ketimpangan, serta merusak fondasi perdamaian dan pembangunan.

Duta Besar Soares menggarisbawahi pengalaman Timor-Leste sebagai negara yang lahir dari perjuangan panjang, dan kini berdiri kokoh sebagai simbol ketahanan dan rekonsiliasi.

“Perdamaian bukan hadiah, melainkan hasil dari kerja keras yang dibangun di atas keadilan, inklusivitas, pemberdayaan, dan keberanian kolektif,” tegasnya.

Ia menyebut Prakarsa UN80 sebagai peluang bersejarah bagi komunitas internasional dan bukan hanya untuk reformasi bertahap, tetapi untuk merancang ulang sistem kontraterorisme global yang lebih inklusif dan manusiawi.

Menurutnya, penanggulangan terorisme sejati berjalan seiring dengan pembangunan, dalam hal ini pembangunan perdamaian, dan aksi kemanusiaan. Menangani akar penyebab ekstremisme, kemiskinan, marginalisasi, dan pengucilan serta memerlukan solusi terpadu dan berbasis komunitas yang membangun ketahanan dan harapan, serta menjamin masa depan yang lebih aman bagi semua orang.

Dalam pidatonya, Duta Besar Soares menyampaikan lima seruan utama kepada PBB yaitu :

  1. Menyatukan keamanan, pembangunan, dan pembangunan perdamaian untuk penanggulangan terorisme yang efektif dan koheren
  1. Memusatkan hak asasi manusia dalam kebijakan untuk memberdayakan masyarakat, bukan mengasingkan mereka
  1. Memperkuat peran dan suara negara-negara kecil dan berkembang
  1. Meningkatkan pembangunan kapasitas negara-negara rentan dalam memperkuat demokrasi dan supremasi hukum
  1. Menegaskan kembali pentingnya multilateralisme sebagai fondasi keamanan kolektif yang adil dan setara.

Ia juga menekankan perlunya keterlibatan aktif negara-negara berkembang dalam pembentukan kebijakan global, serta menawarkan pengalaman Timor-Leste dalam membangun negara dan rekonsiliasi sebagai contoh nyata keberhasilan dan harapan.

“Peringatan 80 tahun PBB bukan hanya momen perayaan, tetapi juga panggilan untuk kembali meneguhkan komitmen global pada keadilan, perdamaian, dan martabat manusia,” pungkasnya. 

Reporter  : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!