iklan

HEADLINE, SOSIAL INKLUSIF

Kardinal Virgílio minta umat Kristiani persiapkan diri sambut Salib Orang Muda Katolik Sedunia

Kardinal Virgílio minta umat Kristiani persiapkan diri sambut Salib Orang Muda Katolik Sedunia

Uskup Agung Metropolitan Dili, Dom Virgílio Kardinal do Carmo da Silva. Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 30 Juni 2025 (TATOLI) – Uskup Agung Metropolitan Keuskupan Agung Dili, Don Virgílio Kardinal do Carmo da Silva, meminta umat beriman untuk mempersiapkan diri dalam menyambut Salib Orang Muda Katolik Sedunia yang akan datang dari Korea Selatan pada 23 hingga 30 Agustus 2025.

Kardinal Virgílio menyampaikan bahwa dirinya telah mengarahkan CNJC-TL untuk berkoordinasi dengan Pemerintah, khususnya otoritas terkait, guna memperkuat persiapan penerimaan Salib Orang Muda Katolik Sedunia tersebut.

Saat Salib Orang Muda Katolik Sedunia tiba di Dili, maka salib tersebut akan diarak ke Gereja Katedral Vila Verde, dan berada di Gereja Katedral selama dua malam, sebelum dibawa ke kotamadya Bobonaro.

“Bagi kaum muda lainnya yang sebelumnya sudah mengikuti Salib Orang Muda Katolik, manfaatkanlah momen ketika Salib Orang Muda Katolik Sedunia tiba. Salib ini nantinya akan dibawa kembali ke Korea untuk perayaan Hari Pemuda Nasional yang akan diselenggarakan pada tahun 2027 di Korea Selatan,” kata Kardinal dalam konferensi pers di Lecidere, Senin ini.

Berita terkait : CNJC – TL bentuk Tim Sinode untuk persiapan kunjungan Salib Orang Muda Katolik Sedunia

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana Komisi Kepemudaan Katolik Nasional Timor-Leste (CNJC-TL), Pastor Francisco Indra do Nascimento Teyseran, menjelaskan bahwa pihaknya telah membentuk tim sinode yang akan bertanggung jawab atas kunjungan Salib Orang Muda Internasional selama seminggu di Timor-Leste.

“Kunjungan Salib Orang Muda Katolik Sedunia di Gereja Timor-Leste dan perayaan Hari Pemuda Nasional telah disesuaikan dalam dua program utama oleh tim sinode,” ungkap Ketua Pelaksana CNJC-TL itu.

Pastor Indra menambahkan bahwa program tersebut telah diketahui oleh para uskup dan mereka akan berpartisipasi dalam misa pembukaan yang akan diselenggarakan di Keuskupan Maliana.

“Selain itu, tim kami juga sedang menyiapkan surat audiensi yang akan disampaikan kepada Pemerintah melalui Presiden Republik, Perdana Menteri, dan lembaga-lembaga terkait guna mendukung kelancaran acara ini hingga selesai,” tegas Pastor tersebut.

Program agenda Pastoral Salib Orang Muda Katolik Sedunia  di Timor-Leste adalah sebagai berikut :

  • 23 Agustus : Penyambutan Salib Orang Muda Katolik Sedunia di Gereja Timor-Leste, akan diadakan Vigil di Gereja Katedral serta pameran promosi panggilan
  • 24 Agustus : Misa bersama umat paroki di Gereja Katedral, dilanjutkan dengan vigil malam dan pameran promosi panggilan
  • 25 Agustus : Ziarah ke Keuskupan Maliana (Bobonaro) bersama para peziarah dari Keuskupan Baucau dan Keuskupan Agung Dili untuk mengikuti misa bersama umat Keuskupan Maliana di Katedral Pro Maliana
  • 26 Agustus : Ziarah dengan Salib Orang Muda Katolik Sedunia ke Paroki Bobonaro dan misa pembukaan Hari Pemuda Nasional
  • 27 Agustus : Ceramah bertema “ Ha’u Hamrok” (Saya Haus) dan sesi berbagi pengalaman tentang Salib Orang Muda Katolik Sedunia oleh tim katekese Korea, serta doa hening dan sakramen pengakuan dosa
  • 28 Agustus : Aksi amal kasih bagi umat Paroki Bobonaro, dan akan ada ceramah dari Kementerian Pemuda, Olahraga, Seni dan Budaya, serta kontribusi dari pemuda internasional asal Malaysia. Kegiatan dilanjutkan dengan perjalanan suci dan pemberkatan akhir, serta konser “Joven Barullu
  • 29 Agustus : Misa misi bertema dua budaya bertemu: “Bobonaro dan Reméxio,” yang akan mengantarkan Salib Orang Muda ke tempat ziarah dan kembali ke Dili. Salib akan ditempatkan kembali di Gereja Katedral setelah dari Reméxio
  • 30 Agustus : Misa penutupan bersama Salib Orang Muda Katolik Sedunia di Gereja Katedral, kemudian prosesi pengarakkan ke Bandara Internasional Nicolau Lobato, Komoro untuk diberangkatkan ke Thailand

“Oleh karena itu, kami mengimbau seluruh umat beriman Gereja Katolik di Timor-Leste, untuk bersatu menyukseskan acara iman ini, demi memperkuat iman umat, khususnya kaum muda Katolik, melalui perayaan besar ini,” jelasnya.

Salib Orang Muda Katolik Sedunia adalah simbol utama dari Hari Pemuda Sedunia (WYD), yang diperkenalkan oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1985 sebagai tanda kasih Kristus bagi kaum muda. Paus Yohanes Paulus II menyerahkan salib ini secara langsung kepada kaum muda, menugaskan mereka untuk membawanya ke seluruh dunia sebagai sarana evangelisasi dan persiapan menjelang perayaan WYD.

Sejak saat itu, salib ini berkeliling dunia sebagai bagian dari perjalanan rohani, menyatukan kaum muda dari berbagai bangsa dalam doa, refleksi, dan persiapan spiritual menuju WYD. Paus-paus berikutnya, Benediktus XVI dan Fransiskus meneruskan tradisi ini, dengan menekankan bahwa WYD bukan sekadar perayaan massal, tetapi sebuah panggilan untuk mengalami pertobatan dan misi Kristiani yang lebih dalam.

Paus Fransiskus secara khusus menekankan pentingnya peran orang muda dalam Gereja, menyebut mereka sebagai masa kini dan masa depan Gereja. Ia juga memindahkan perayaan WYD tingkat keuskupan dari Minggu Palma ke Hari Raya Kristus Raja, untuk lebih menekankan peran Kristus sebagai Raja semesta alam dalam kehidupan kaum muda.

Salib Orang Muda menjadi pusat dalam seluruh rangkaian WYD, hadir dalam setiap perjalanan dan perayaan sebagai simbol iman, harapan, dan persatuan umat muda Katolik sedunia, serta sebagai warisan spiritual yang terus dikawal oleh para Paus. 

Reporter   : Alexandra da Costa (Penerjemah: Cidalia Fátima)

Editor        : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!