DILI, 25 Juni 2025 (TATOLI)—Institut Nasional Farmasi dan Produk Medis (INFPM) meminta dukungan vaksin rabies kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menangani kasus darurat. Karena, kasus rabies mulai bertambah di Timor – Leste.
“Untuk saat ini mulai muncul kasus rabies, maka pihak dari INFPM mulai mempersiapkan surat permintaan untuk disampaikan kepada WHO untuk mendukung lagi vaksin rabies. Dalam waktu dekat permintaan tersebut akan disampaikan,” Kata Direktur INFPM Miguel Soares pada wartawan di kantor INFPM Kampung Alor Dili, selasa (24/06).
Dijelaskan, sebelumnya pada April lalu, INFPM meminta dukungan vaksin rabies kepada WHO, namun karena dilihat situasi masih dalam keadaan normal maka permintaan tersebut belum mendapatkan dukungan dari WHO.
“Sebelumnya di bulan April lalu, kami meminta dukungan vaksin rabies dari WHO, namun pihaknya mengatakan bahwa saat itu situasi masih dalam normal. Maka, dengan situasi sekarang mereka akan mendukung secara maksimal.” tegasnya.
Ditambahkan, untuk sementara stok vaksin rabies di Gudang INFPM untuk situasi normal bisa melayani tiga hingga empat bulan.
“Stok vaksin rabies masih ada, untuk melayani situasi normal masih bisa. Kita mempunyai dua item vaksin, yaitu vaksin rabies yang saat ini mempunyai stok di Gudang berjumlah 400 butir, dan satu lagi vaksin anti rabies berjumlah 515 butir, dan ini menurut estimasi kami, dalam situasi normal dapat melayani hingga tiga sampai empat bulan.” ujarnya.
Diinformasikan bahwa, jika vaksin yang didukung oleh WHO masih tidak cukup dalam situasi darurat, maka INFPM akan berkoordinasi dengan Kementerian terkait untuk membeli lagi vaksin rabies melalui UNICEF dan WHO.
“Saat ini kasus tersebut mulai meningkat, maka menurut estimasi kami, stok vaksin rabies tersebut bisa bertahan satu bulan saja dari tingkat stok yang ada” tuturnya.
Saat ini kasus rabies di Timor-Leste berjumlah enam orang meninggal dunia. Keenam orang yang meninggal dunia dari kotamadya Bobonaro, Ermera dan Daerah Spesial Oecusse Ambeno (RAEOA).
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




