DILI, 23 Juni 2025 (TATOLI) – Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral (MPRM), Francisco da Costa Monteiro, mengungkapkan bahwa Pemerintah Timor-Leste menargetkan produksi gas pertama dari ladang Greater Sunrise akan dimulai pada tahun 2032.
Pernyataan ini disampaikannya dalam pidato utama saat menghadiri Sidang Tingkat Menteri Konferensi Produsen-Konsumen LNG 2025 yang berlangsung di Tokyo, Jepang pada 20 Juni 2025.
Dalam forum yang mempertemukan para pemimpin sektor energi global tersebut, Menteri Monteiro menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Jepang, khususnya kepada Yoji Muto, Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang, atas penyelenggaraan konferensi di tengah dinamika penting dalam transisi energi dunia.
Ia menegaskan bahwa meskipun masyarakat internasional semakin beralih ke sumber energi terbarukan, gas alam dan LNG tetap memegang peran vital dalam menjaga keamanan energi, keterjangkauan harga, dan stabilitas pasar global.
Anggota Pemerintah itu juga mengingatkan para peserta forum mengenai risiko dari meningkatnya tren kontrak LNG jangka pendek yang dapat menghambat investasi pada proyek-proyek infrastruktur energi jangka panjang.
Oleh karena itu, Menteri Monteiro menyerukan kembalinya kontrak jangka panjang sebagai dasar pembiayaan yang kuat, terutama bagi negara-negara produsen yang sedang berkembang seperti Timor-Leste.
“Ia menggarisbawahi tujuan Pemerintah untuk memperoleh gas pertama dari Greater Sunrise pada tahun 2032,” ungkap siaran pers yang diakses Tatoli.
Selain Greater Sunrise, ia juga menyebut dua proyek gas potensial lainnya, yakni Chuditch dan Kelp Deep, yang akan turut mendukung ketahanan energi Timor-Leste.
Terkait pengembangan hilir, Menteri Monteiro menjelaskan rencana strategis Pemerintah melalui Proyek Tasi Mane, yang mencakup pembangunan terminal LNG, kompleks petrokimia, dan kilang di kawasan pantai selatan.
Menurutnya, proyek ini bukan hanya untuk memonetisasi sumber daya alam, tetapi juga untuk mendorong diversifikasi ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta manfaat sosial dan ekonomi yang lebih luas bagi rakyat Timor-Leste.
Mengacu pada hasil Studi Konsep oleh Wood Group, Menteri Monteiro menegaskan bahwa pembangunan pipa ke daratan Timor-Leste dan fasilitas LNG di darat adalah solusi paling layak secara teknis dan komersial untuk pengembangan ladang Greater Sunrise. Hal ini diharapkan dapat memberikan hasil maksimal bagi Timor-Leste dalam jangka panjang.
Di akhir pidatonya, Ia menegaskan kesiapan Timor-Leste untuk berkolaborasi dengan negara produsen, konsumen, investor, dan pemodal internasional dalam memastikan peran LNG tetap kuat dalam mendukung transisi energi global yang berkelanjutan.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




