iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE

Timor – Leste tegaskan kembali komitmen untuk laksanakan SDG 14

Timor – Leste tegaskan kembali komitmen untuk laksanakan SDG 14

Wakil Perdana Menteri dan Menteri Koordinator Urusan Ekonomi serta Menteri Pariwisata dan Lingkungan Hidup, Francisco Kalbuadi Lay, berbicara dalam Konferensi Kelautan Perserikatan Bangsa-Bangsa Ketiga (UNOC3) 2025 yang digelar di Nice, Prancis, Selasa (10/06). Foto TATOLI/Nelson de Sousa

PRANCIS, 10 Juni 2025 (TATOLI) – Timor-Leste berkomitmen untuk melaksanakan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 14, yakni melestarikan dan memanfaatkan secara berkelanjutan sumber daya kelautan dan samudera untuk pembangunan berkelanjutan.

Wakil Perdana Menteri dan Menteri Koordinator Urusan Ekonomi serta Menteri Pariwisata dan Lingkungan Hidup, Francisco Kalbuadi Lay, mengatakan Konferensi Kelautan Perserikatan Bangsa-Bangsa Ketiga (UNOC3) 2025 mencerminkan komitmen Timor-Leste untuk menjaga laut dan sumber daya kelautan yang perlu diperhatikan dan dirawat serta menopang kehidupan.

“Sebagai negara kepulauan kecil yang sedang berkembang, Timor-Leste berada di garis depan upaya nasional dan internasional untuk mengimplementasikan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ke-14 dan SDG lainnya,” kata Wakil PM Kalbuadi Lay dalam intervensi di hari kedua konferensi UNOC3 2025 di Nice, Prancis, Selasa (10/06).

Ia mengatakan Timor-Leste adalah salah satu negara lain yang paling terdampak oleh perubahan iklim, termasuk naiknya permukaan air laut.

Berita terkait : Wakil PM Kalbuadi Lay wakili TL berpartisipasi dalam konferensi UNOC3 di Prancis

“Kita tahu bahwa tindakan kolektif yang mendesak diperlukan untuk memastikan lautan yang sehat, produktif, dan tangguh  yang menjamin keamanan pangan, stabilitas iklim, serta keseimbangan lingkungan dan sosial. Urgensi ini harus diwujudkan dalam tindakan,” serunya.

Wakil Perdana Menteri dan Menteri Koordinator Urusan Ekonomi serta Menteri Pariwisata dan Lingkungan Hidup, Francisco Kalbuadi Lay, berpartisipasi dalam Konferensi Kelautan Perserikatan Bangsa-Bangsa Ketiga (UNOC3) 2025 yang digelar di Nice, Prancis. Foto TATOLI/Nelson de Sousa.

Menurutnya, alam ibarat seorang ibu yang melakukan segala hal untuk menjamin kelangsungan hidup anak-anaknya. “Kita harus melindungi laut dan mencegah bencana sebelum terlambat.  Kita harus memiliki pengetahuan dan teknologi untuk itu,” paparnya.

Ia mengingatkan bahwa keputusan yang diambil pada konferensi sebelumnya tidaklah cukup. “Kita harus aktif dalam kebijakan nasional dan internasional, yang mengutamakan pertumbuhan ekonomi langsung,” tegasnya.

Oleh karena itu, Timor-Leste menyerukan kerja sama internasional yang didasarkan pada prinsip-prinsip mendasar seperti keadilan antargenerasi untuk memastikan lingkungan yang sehat bagi generasi mendatang, keadilan antarnegara, mengakui bahwa negara-negara maju bertanggung jawab atas krisis iklim yang sedang berlangsung dan harus memimpin tindakan dan pendanaan untuk kerugian dan kerusakan, serta berbagi sumber daya untuk mengurangi dampak dan meringankannya.

Selain itu, keadilan finansial untuk membebaskan negara-negara rapuh dari sistem keuangan internasional yang membuat kondisi menjadi berat dan terlilit utang.

Ia mengatakan Timor-Leste merupakan pusat keanekaragaman hayati laut, rumah bagi karang, ikan, dan organisme laut lainnya.

Sebagai pengingat, bulan lalu,  Timor-Leste menyelenggarakan konferensi internasional tentang Hukum Laut. “Ini adalah momen bersejarah, karena Timor-Leste memiliki kisah untuk diceritakan kepada dunia,  tentang konsiliasi wajib pertama pada Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) dan negosiasi damai perbatasan laut dengan Australia.

Ia menekankan bahwa meskipun Timor-Leste menghadapi tantangan sosial-ekonomi yang signifikan, saat ini negara tersebut memprioritaskan konservasi dan perlindungan laut. “Kami percaya bahwa hanya dengan menggabungkan ilmu pengetahuan modern dan pengetahuan serta praktik tradisional, kita dapat melindungi laut dengan baik,” katanya.

Pemerintah Timor-Leste saat ini bekerja sama dengan mitra internasional untuk melakukan penilaian keanekaragaman hayati laut. “Kami percaya bahwa kebijakan dan rencana Pemerintah menempatkan kami pada posisi untuk berkontribusi pada tujuan global untuk melindungi 30% wilayah laut pada tahun 2030, sejalan dengan Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Montreal,” ungkapnya.

Berita terkait : Konferensi UNOC3 di Prancis : Laut penting bagi kehidupan planet

Wakil PM Kalbuadi Lay menambahkan bahwa Misi PBB sangat penting dan sejak awal telah mendukung Pemerintah, masyarakat sipil, dan proyek-proyek komunitas, seperti perikanan, pencegahan bencana, dan pengelolaan sumber daya laut. “Kita harus bekerja sama untuk mendanai, berbagi pengetahuan, dan mentransfer teknologi menuju ekonomi biru yang berkelanjutan,” katanya.

Oleh karena itu, ia meminta perhatian kepada negara-negara kepulauan, yang membutuhkan dukungan untuk mencapai SDGs, melalui transisi yang adil dan penghormatan terhadap kewajiban dan tanggung jawab internasional.

Meskipun banyak tantangan, upaya ini harus menjadi upaya global  hanya dengan melindungi laut bersama-sama kita dapat memastikan masa depan yang aman.

“Misalnya, kami sekarang sedang menyelesaikan Kebijakan dan Rencana Aksi Ekonomi Biru, yang dipimpin oleh Perdana Menteri, Xanan Gusmão. Seperti yang dikatakan Perdana Menteri : “Ha’u nia tasi, ha’u nia Timor” atau Lautku, Timorku. Ini adalah panggilan untuk bertindak  untuk melindungi laut sebagaimana kita melindungi tanah air kita,” katanya.

Pada konferensi tersebut, Wakil PM Kalbuadi Lay mengucapkan terima kasih kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta Pemerintah Prancis dan Kosta Rika, atas penyelenggaraan konferensi tersebut, yang menyatakan komitmen bersama untuk melindungi lautan dan sumber daya kelautan.

“Jika kita ingin menjaga planet kita dan memastikan kehidupan, konservasi dan pemanfaatan laut yang berkelanjutan harus menjadi dasar upaya kita,” pungkasnya.

Perlu diketahui, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 14 adalah tentang melestarikan dan memanfaatkan secara berkelanjutan sumber daya kelautan dan samudera untuk pembangunan berkelanjutan. Ini berarti menjaga laut dan samudra tetap sehat dan berfungsi dengan baik, sambil memastikan bahwa kita dapat menggunakan sumber daya laut untuk memenuhi kebutuhan manusia tanpa merusak lingkungan.

Lebih detailnya, SDG 14 mencakup berbagai aspek, yaitu :

  • Melestarikan keanekaragaman hayati laut : Ini berarti melindungi berbagai jenis tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme yang hidup di laut
  • Memastikan pemanfaatan sumber daya laut yang berkelanjutan: Ini berarti memastikan bahwa kita tidak mengambil terlalu banyak ikan atau sumber daya laut lainnya, sehingga ekosistem laut dapat tetap sehat
  • Menangani masalah lingkungan laut : Ini termasuk mengurangi polusi plastik, asam laut, dan penangkapan ikan yang berlebihan
  • Meningkatkan pengetahuan ilmiah dan kapasitas penelitian : Ini berarti mempelajari lebih banyak tentang laut dan bagaimana kita dapat mengelolanya dengan baik
  • Mempromosikan teknologi ramah lingkungan dalam sektor kelautan dan perikanan : Ini berarti mengembangkan teknologi baru yang dapat membantu mengurangi dampak negatif aktivitas manusia terhadap laut

TATOLI

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!