Top

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, TILOFE dorong aksi nyata konservasi lingkungan

Direktur Timor-Leste Organic Fertilizer (TILOFE), Zekcy Martins. Foto Tatoli/Cidalia Fatima

DILI, 05 Juni 2025 (TATOLI)– Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Direktur Timor-Leste Organic Fertilizer (TILOFE), Zekcy Martins, menyerukan pentingnya penguatan hukum dan aksi nyata dalam konservasi lingkungan di Timor-Leste.

Ia menekankan bahwa perlindungan lingkungan tidak cukup hanya dengan regulasi, tetapi harus disertai komitmen nyata dari pemerintah dan keterlibatan aktif masyarakat.

Sebagai organisasi masyarakat sipil yang aktif dalam isu lingkungan sejak tahun 2018, TILOFE menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam pelestarian lingkungan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

“Kami ingin mengucapkan selamat Hari Lingkungan Hidup kepada semua pihak yang selama ini bekerja untuk menjaga dan melestarikan lingkungan, terutama komunitas lokal yang berada di garis depan konservasi,” ujar Zekcy kepada TATOLI secara daring, Kamis ini.

Zekcy mengungkapkan bahwa meskipun Timor-Leste telah mengadopsi berbagai kebijakan lingkungan internasional dan membentuk kementerian serta LSM lingkungan, kenyataannya banyak undang-undang yang belum diterapkan secara efektif.

“Kita memang sudah punya beberapa UU dan bahkan program adat seperti Tara Bandu, tapi penerapannya masih lemah. Contohnya, belum ada sanksi tegas untuk pelaku pembuangan sampah sembarangan atau penangkapan hewan secara ilegal,” jelasnya.

Ia juga menyoroti bahwa Timor-Leste telah menerima dana dari Green Climate Fund (GCF), namun dampaknya di masyarakat masih sangat terbatas. Padahal, di tengah ancaman perubahan iklim dan ketidakpastian cuaca, kualitas tanah dan keberlanjutan lingkungan sangat tergantung pada implementasi kebijakan yang nyata dan terukur.

TILOFE sendiri menjalankan dua program utama dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan : produksi pupuk organik dan konservasi air. Menurut Zekcy, tanah dan air adalah dua elemen kunci yang saling mendukung dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Pupuk organik TILOFE diproduksi di Ermera dan telah didistribusikan ke berbagai kotamadya lain seperti Aileu, Dili, Bobonaro, Manatuto, Baucau, dan Covalima.

“Kami percaya tanah yang sehat adalah fondasi bagi keberlanjutan kehidupan,” jelas Zekcy.

Bekerja sama dengan PERMATIL dan CVTL (Palang Merah Timor-Leste), TILOFE melakukan rehabilitasi bendungan alami yang dapat menyimpan air selama musim kemarau panjang.

Program ini telah menjangkau beberapa tempat seperti Ermera di 39 desa dan 107 kampung, Covalima (Maukatar) dan Bobonaro (Alto Lebos Lolotoe dan Cova Balibo).

“Kami juga melakukan penanaman pohon untuk mendukung konservasi mata air, agar masyarakat tidak kehabisan sumber air bersih saat musim kering tiba,” tambahnya.

Selain kegiatan teknis, TILOFE juga menekankan pentingnya edukasi dan advokasi masyarakat lokal. Mereka rutin mengadakan diskusi, pelatihan kelompok, dan kegiatan penyadaran agar masyarakat memahami pentingnya menjaga alam sekitar.

“Lingkungan tidak bisa dijaga oleh satu pihak saja. Edukasi kepada masyarakat sangat penting agar mereka memiliki kesadaran kolektif untuk terlibat dalam perlindungan lingkungan,” tegas Zekcy.

Zekcy Martins menyerukan agar Pemerintah Timor-Leste memperkuat komitmen dalam perlindungan lingkungan, tidak hanya di atas kertas, tetapi melalui implementasi hukum yang adil, terukur, dan berpihak pada keberlanjutan.

Sementara itu, tanggal 05 Juni diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day. Pada hari ini, negara-negara sedunia diajak untuk memperjuangkan isu-isu lingkungan.

Hari Lingkungan Hidup Seduni dipimpin oleh Program Lingkungan Hidup PBB atau United Nations Environment Programme (UNEP) dan telah diselenggarakan sejak 1973.   

Reporter: Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!