DILI, 03 Juni 2025 (TATOLI)— Kementerian Kesehatan akan memperketat pintu masuk negara Timor-Leste di wilayah perbatasaan darat, Bandara Internasional dan juga pelabuhan untuk mencegah masuknya varian baru virus COVID-19 ke Timor-Leste.
Wakil Menteri bidang Penguatan Kelembagaan Kesehatan, Jose dos Reis Magno mengatakan hal itu kepada wartawan, di Hotel Novo Turismo Dili, selasa ini, saat ditanya tentang kesiapan Kementerian Kesehatan mencegah masuknya varian baru virus COVID-19 ke Timor-Leste.
Timor-Leste perlu mempersiapkan diri, mengingat laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang peningkatan signifikan aktivitas varian baru virus COVID-19 secara global sejak pertengahan Februari 2025. Lonjakan ini dipicu oleh penyebaran varian baru NB.1.8.1, yang kini menjadi salah satu varian yang paling cepat menyebar di berbagai wilayah dunia. Negara-negara seperti Thailand, Maladewa, dan India menunjukkan tren peningkatan kasus yang patut diwaspadai.
Berita terkait : Lonjakan COVID-19 Varian baru secara global, Thailand – Maladewa – India alami peningkatan
Wakil Menteri Jose mengatakan bahwa, Kementerian Kesehatan akan memperketaat secara intensif di wilayah perbatasaan, Bandara Internasional dan juga pelabuhan untuk mencegah masuknya virus tersebut. Dimana, Kementerian akan mengaktifkan kembali intervensi pengawasan kesehatan di lapangan untuk mengawasi agar Timor-Leste dapat mencegah dan mengontrol masuknya virus tersebut.
“Sesuai dengan perintah dari Menteri Kesehatan, yang memerintahkan Direksi Jenderal Pelayanan Kesehatan Primer dan strukturnya untuk bisa mengaktif kembali intervensi yang pernah kita lakukan sebelumnya,” tegas.
Ia juga mengatakan, untuk kasus infeksi saluran pernafasan juga saat ini semakin meningkat, dan pihaknya juga memperhatikan hal itu, agar dapat mengaktifkan kembali intervensi mengenai pencegahan dan bagaimana untuk mengontrolnya.
“Saat ini kasus tersebut (virus COVID-19 warian baru) tidak ada terdaftar di Timor-Leste, tapi kita tetap mengaktifkan kembali intervensi kesehatan di lapangan dan kegiatan pengawasan untuk mengawasi agar kita tidak kecolongan,” kata Wakil Menteri Jose.
Ia menegaskan, hasil dari vaksinasi masyarakat di Timor-Leste mendapatkan jumlah yang banyak, sehingga saat ini masyarakat di negara ini memiliki imun tubuh yang kuat, sehingga kemungkinan sangat kecil masyarakat Timor-Leste terkena virus varian baru COVID-19.
Selain itu ditempat yang sama, Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Timor-Leste, Arvind Mathur menginformasikan bahwa, kemungkinan sangat kecil virus Covid-19 dengan varian NB.1.8.1 dan MB 1:1 yang saat ini beredar di India, Maladewa dan Thailand masuk ke Timor- Leste.
Berita terkait : Cakupan vaksinasi COVID-19 rendah, WHO soroti kesenjangan global
“COVID-19 varian baru sedang meningkat di India, Bangladesh, dan Thailand. Ini yang disebut NB1.8.1. merupkaan varian baru yang telah diklasifikasi sebagai varian di bawah pemeriksaan. Varian ini tidak menunjukkan perubahan terhadap penyakit yang lebih serius,” ujar Perwakilan WHO itu.
Ia juga mengimbau kepada semua masyarakat di Timor-Leste untuk tetap mengunakan masker dan mencuci tangan saat melakukan interaksi agar dapat mencegah virus varian baru COVID-19 masuk di Timor-Leste.
Sementara, Menurut data WHO yang dikumpulkan melalui sistem pengawasan sentinel, tingkat positif tes SARS-CoV-2 mencapai 11% per 11 Mei 2025. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak Juli 2024 dan menunjukkan lonjakan dari hanya 2% pada pertengahan Februari. Peningkatan terutama terlihat di kawasan Mediterania Timur, Asia Tenggara, dan Pasifik Barat.
Di Asia Tenggara, lonjakan kasus terpantau sejak awal April 2025. Delapan negara di kawasan ini melaporkan data pengawasan, dengan tingkat positif meningkat dari 0,5% pada minggu epidemiologi ke-15 menjadi 5% pada minggu ke-19.
“Maladewa dan Thailand menjadi dua negara yang mengalami lonjakan paling nyata. Thailand mencatat peningkatan kasus secara konsisten dari minggu ke-16 hingga minggu ke-20. Sementara itu, India melaporkan peningkatan signifikan pada minggu ke-20,” ungkap laporan WHO yang diakses TATOLI, selasa ini.
Gejala virus varian baru COVID-18 NB.1.8.1
Dikutip dari laman Health, Para ahli menyatakan bahwa gejala NB.1.8.1 sangat mirip dengan gejala COVID-19 varian lainnya. Infeksi biasanya ditandai dengan keluhan seperti :
- Demam atau menggigil
- Batuk dan sakit tenggorokan
- Hidung tersumbat
- Kelelahan
- Sesak napas ringan
- Gangguan pencernaan seperti diare
Hingga saat ini, tidak ada bukti bahwa NB.1.8.1 menyebabkan gejala yang lebih berat dibandingkan varian sebelumnya. Namun, seperti semua varian Covid-19, efeknya tetap harus diwaspadai, terutama pada kelompok rentan seperti lansia, penderita komorbid, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Cara Mencegah Terinfeksi NB.1.8.1
Meskipun NB.1.8.1 belum digolongkan sebagai varian yang mengkhawatirkan, para ahli menyarankan masyarakat untuk tetap menerapkan langkah-langkah pencegahan, khususnya bagi mereka yang masuk kategori rentan.
Beberapa langkah yang disarankan meliputi :
- Rutin mencuci tangan dengan sabun
- Menggunakan masker saat berada di ruang publik yang padat
- Menjaga jarak jika merasa kurang sehat
- Tetap di rumah saat mengalami gejala flu
- Menjaga etika bersin dan batuk dengan menutup mulut menggunakan siku
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




