iklan

HEADLINE, KEAMANAN

Keamanan nasional diperkuat, Timor-Leste luncurkan struktur intelijen baru gantikan SNI

Keamanan nasional diperkuat, Timor-Leste luncurkan struktur intelijen baru gantikan SNI

Rapat Dewan Menteri yang dipimpin Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão di kantor pemerintah, Dili, kamis (29/05). Foto MSSI

DILI, 29 Mei 2025 (TATOLI)– Pemerintah Timor-Leste secara resmi meluncurkan struktur intelijen baru dengan membentuk Badan Intelijen Strategis Nasional (SNIE), menggantikan Badan Intelijen Nasional (SNI) yang telah berdiri sejak 2009.

Keputusan ini diambil dalam rapat Dewan Menteri yang digelar di Kantor Pemerintah, Dili, setelah menyetujui rancangan Undang-Undang peraturan pemerintah yang diajukan oleh Menteri Kabinet  Dewan Menteri, Agio Pereira, bersama Direktur Jenderal SNI, Longuinhos Monteiro.

Dengan disahkannya rancangan tersebut, Undang-Undang peraturan pemerintah No. 03/2009 yang menjadi dasar hukum pendirian SNI dicabut.

Pemerintah menyatakan bahwa pembentukan SNIE bertujuan untuk memperkuat kapasitas Negara dalam menghadapi ancaman keamanan yang kompleks dan terus berkembang, termasuk terorisme, sabotase, spionase, kejahatan transnasional terorganisir, ancaman terhadap infrastruktur penting, dan serangan siber.

“SNIE dirancang sebagai layanan intelijen negara yang dipersonalisasi dan strategis, dengan tanggung jawab utama dalam produksi serta evaluasi intelijen nasional, sekaligus mengoordinasikan dan mengawasi seluruh komunitas intelijen di Timor-Leste,” ungkap siaran pers yang diakses Tatoli.

Pendekatan baru ini bertujuan untuk menciptakan sistem keamanan yang terpadu, efisien, dan adaptif terhadap dinamika global.

Reformasi ini juga memperkenalkan sejumlah inovasi penting yang memperkuat kerangka kerja intelijen nasional, antara lain:

  • Pembentukan Direktorat Nasional Keamanan Siber, guna merespons meningkatnya ancaman digital terhadap sistem dan infrastruktur nasional
  • Pembentukan Posko Pengelolaan Perbatasan Terpadu, untuk memperkuat pengawasan wilayah perbatasan
  • Penguatan perlindungan data dan kompartementalisasi informasi, yang diatur secara ketat melalui pengelolaan Pusat Pemrosesan Data
  • Penerapan tindakan terbatas yang sah secara hukum dalam situasi tertentu, seperti kejahatan berat atau bahaya penundaan, sesuai ketentuan hukum pidana dan prosedural nasional

Dalam pernyataan resminya, Pemerintah menegaskan bahwa restrukturisasi lembaga intelijen ini merupakan wujud nyata komitmen terhadap supremasi hukum, perlindungan kedaulatan nasional, dan modernisasi sistem keamanan strategis.

Langkah ini juga menunjukkan keseriusan Timor-Leste dalam menyelaraskan kebijakan keamanannya dengan standar internasional dan tantangan global masa kini.

Melalui reformasi ini, Pemerintah berharap SNIE dapat memainkan peran kunci dalam menjaga stabilitas negara, melindungi kepentingan nasional, dan menjawab berbagai tantangan keamanan di masa depan secara lebih efektif dan profesional. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!