DILI, 26 Mei 2025 (TATOLI)— Pemerintah Timor-Leste menandatangani perjanjian dengan Institut Penelitian Ekonomi ASEAN (ERIA – Economic Research Institute for ASEAN), untuk melakukan penelitian ilmiah di bidang ekonomi dan bidang terkait lainnya.
Melalui siaran pers yang diakses Tatoli, perjanjian tersebut ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama (MNEC), Bendito dos Santos, dan Ketua ERIA, Tetsuya Watanabe, didampingi oleh Wakil Menteri Urusan ASEAN, Milena Rangel, Wakil Menteri Perdagangan dan Industri, August Trindade, Direktur Jenderal Urusan ASEAN, Elisa da Silva, di hotel Intercontinental Kuala Lumpur, Malaysia, pada minggu (25/05).
Menteri Bendito mengatakan, penandatanganan kesepakatan ini sangat penting bagi perjalanan Timor-Leste untuk menjadi anggota penuh ASEAN. Karena, ERIA mempunyai peran kunci di bidang penelitian dan analisis ilmiah di berbagai sektor seperti ekonomi, perdagangan, teknologi dan informasi serta pembangunan di bidang lainnya.
“Oleh karena itu, sangat penting ketika kita menjadi anggota, Institut Penelitian Ekonomi ASEAN ini tentu memiliki peran yang sangat penting untuk bekerja sama dengan kita dalam hal melakukan riset dan analisis ilmiah pasar, teknologi, informasi, dan segala bentuk pembangunan,” tutur Menteri Bendito.
Dengan ditandatanganinya perjanjian tersebut, ke depannya tim teknis dari Timor-Leste, dapat bekerja sama dengan teknisi dari ERIA untuk melakukan penelitian ilmiah di berbagai bidang termasuk di bidang pendidikan, kesehatan, dan lainnya sesuai kebutuhan Pemerintah Timor-Leste.
“Karena ini pengalaman mereka yang sudah lama, mereka bisa sharing dengan kita. Jadi, kita masuk ke dalam proses yang terpadu dengan lembaga-lembaga yang sudah memiliki pengalaman relevan dengan isu-isu kerja sama regional, untuk membantu dalam proses ini,” tutur Menteri Bendito.
Dikatakan, Timor-Leste juga akan mendapat manfaat dari berbagi pengalaman mengenai hasil penelitian ilmiah yang dilakukan di bidang ekonomi, perdagangan dan sektor penting lainnya, ketika Timor-Leste berintegrasi penuh ke ASEAN.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




