Pemerintah setujui kontrak proyek skema irigasi Maliana II : Targetkan 30 bulan selesai

DILI, 28 oktober 2024 (TATOLI)— Pemerintah Timor-Leste telah menyetujui kontrak proyek skema irigasi Maliana II bersama kontraktor asal Indonesia PT. Minarta Dutahutama serta dua konsultan PT. Caturbina Guna Persada JV dan PT. Mutimera Harapan.
Penyetujuan ini dilakukan melalui penandatanganan kontrak bersama Menteri Perencanaan Investasi Strategis (MPIE -tetun), Gastão Sousa dan Menteri Pertanian, Perikanan, Peternakan dan Kehutanan (MAPPF -tetun), Marcos da Cruz bersama perwakilan kontraktor dan konsultan dari Indonesia di kantor MAPPF, Comoro, Dili, senin ini.
Menteri MPIE, Gastão Sousa berharap infrastruktur yang akan dibangun ini bisa berjalan dengan baik melalui kerjasama dengan MAPPF dan Ketua Otoritas Kotamadya (PAM -tetun) Bobonaro untuk aktif dalam proses pengawasan.
“MAPPF sepenuhnya adalah pemilik dan harus lebih aktif dari kami berharap bisa dijalankan dengan baik, termasuk PAM harus melihat ini sebagai milik anda karena ini baik bagi negara juga. Jangan berpikir hanya karena tidak terlibat lalu menjauh tapi harus ada rasa memiliki untuk memberi layanan lebih baik bagi masyarakat,” ungkapnya.
Usman Lameko, Diretur Utama PT. Minarta Dutahutama mengakui sebagaimana yang diamanahkan dalam kontrak proyek tersebut harus dilaksanakan tepat mutu, waktu dan tepat biaya.
“Biaya yang digunakan harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan, bukan yang penting saya dibayar lalu saya kerja apa saja yang gampang, tidak demikian. Jadi moto kami khususnya sebagai kontraktor dan tim dari Indonesia adalah pertama sekali adalah mutu, waktu itu juga sangat penting, yang terakhir biaya,” katanya.
Selain itu, Miki Riando, President Director PT. Caturbina Guna Persada JV yakin bersama PT. Mutimera Harapan sebagai konsultan akan memberikan yang terbaik agar proyek skema irigasi bisa berjalan dan selesai tepat waktu.
“Sebagai kontraktor catatan kami juga banyak bergerak di bidang irigasi khususnya di daerah NTT, kita sudah sering bekerja di sana yang paling dekat mungkin di daerah Timor Tengah Utara. Jadi mudah-mudahan tidak terlalu berbeda, dan kita sebagai konsultan akan memegang teguh spesifikasi yang ada dalam kontrak tentunya mutu kualitas biaya dan kemudian kita juga mengharapkan kerjasama yang baik dari MAPPF dan PAM,” tambahnya.
Dilain pihak, Menteri Marcos mengungkapkan anggaran untuk proyek skema irigasi Maliana II menggunakan Dana Infrastruktur sesuai kontrak $10,691,920.81 terdiri dari kontraktor PT. Minarta Dutahutama $9,886,820.81 dan dua konsultan PT. Caturbina Guna Persada JV dan PT. Mutimera Harapan senilai $805,100.00 untuk jarak tempu 30 bulan.
“Ini adalah proyek pertama kita menggunakan dana infrastruktur, dari skema irigasi ini kita memfasilitasi lahan seluas 1,401 hektar, dimana 300 hektar di daerah Indonesia dan 1,101 hektar daerah Maliana dan berharap dengan penandatanganan hari ini kita bisa memulai pekerjaan kita, dan ditargetkan dalam 30 bulan selesai,” ucap Menteri Marcos di kantor MAPPF, senin ini.
Ia pun meminta pada kontraktor asal Indonesia itu untuk memberikan kinerja yang baik karena irigasi ini nantinya akan bermanfaat bagi para petani dan tentunya dengan dana besar mendapatkan pengawasan penuh dari MPIE dan instansi tekait.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

