DILI, 09 oktober 2024 (TATOLI)— Pemerintah Timor-Leste melalui keputusan Dewan Menteri memberikan wewenang penuh kepada Menteri Perencanaan dan Investasi Strategis, Gastão Francisco de Sousa, untuk menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Republik Indonesia, dalam lingkup kerjasama di bidang pembangunan infrastruktur.
Wakil Menteri Urusan Parlamen, Adérito Hugo da Costa mengatakan perjanjian tersebut akan ditandatangani pada tanggal 11 oktober, pada saat kunjungan resmi Menteri Gastão Francisco de Sousa ke Jakarta, Indonesia.
“Sebelumnya mereka sudah melakukan kontak awal bersama kementerian terkait khususnya di bidang pembangunan infrastruktur dan dengan ini memberi wewenang untuk segera ditandatangani MoU,” jelas Wakil Menteri Adérito usai mengikuti rapat Dewan Menteri di Kantor Pemerintah, rabu ini.
Berita terkait : Timor-Leste dan Indonesia akan tandatangani MoU kerjasama bidang pertanian
Nota kesepahaman ini mencakup beberapa bidang kerja sama pembangunan, termasuk membangun infrastruktur dasar, mendorong energi terbarukan yang terjangkau, menciptakan kota dan komunitas yang berkelanjutan.
Selain itu untuk mendorong pembangunan pertanian dan pedesaan, mendorong pariwisata, meningkatkan sektor kesehatan dan pendidikan, merangsang investasi sektor swasta, mendorong pembangunan digital, inklusi sosial, dan upaya mitigasi perubahan iklim.
Dikutip dari BAPPENAS Indonesia, pada 18 september 2024, Menteri Perencanaan dan Investasi Strategis Timor-Leste Gastão Francisco de Sousa juga telah mengadakan pertemuan dengan Menteri PPN (Perencanaan Pembangunan Nasional) dan Kepala BAPPENAS (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) Suharso Monoarfa untuk memperkuat kerja sama kedua negara di bidang perencanaan pembangunan dan infrastruktur.
Pertemuan ini juga menyoroti pentingnya integrasi perencanaan nasional dan daerah sebagai landasan mencapai tujuan pembangunan jangka panjang dan target pembangunan berkelanjutan.
“Kerja sama ini mencakup banyak aspek, seperti infrastruktur, investasi, dan mendorong investor Indonesia untuk berinvestasi di Timor-Leste. Kami juga berkomitmen untuk berbagi pengalaman agar Timor-Leste tidak mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan Indonesia, terutama dalam hal infrastruktur dan perlindungan lingkungan,” ungkap Menteri Suharso.
Pertemuan bilateral ini juga mencakup potensi kerja sama masa depan di berbagai bidang, termasuk pengembangan infrastruktur berkelanjutan. Indonesia dan Timor-Leste berkomitmen memperkuat kerja sama pembangunan infrastruktur dasar, termasuk perumahan, sanitasi, dan air bersih, serta meningkatkan konektivitas melalui pembangunan jalan, pelabuhan, dan bandara.
Selain itu, kerja sama akan difokuskan pada mitigasi bencana dan perubahan iklim. Indonesia telah menerapkan pendekatan terintegrasi dalam pengelolaan infrastruktur, dengan melibatkan sektor swasta dalam pendanaan proyek-proyek infrastruktur. Melalui kerangka kerja sama ini, kedua negara diharapkan dapat mengidentifikasi proyek-proyek infrastruktur yang spesifik untuk dijalankan secara Business to Business (B2B).
Berita terkait : Pemerintah sepakati niat kerjasama MPIE – Kementerian PUPR Indonesia
Dalam upaya meningkatkan kapasitas SDM, kedua negara membahas peluang kerja sama di bidang pendidikan teknis dan kejuruan. Indonesia siap memberikan dukungan berupa pelatihan dan program pengembangan kapasitas untuk pejabat Timor-Leste. Kerja sama ini mencakup pendidikan master dan doktoral, magang, serta bantuan dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan bagi Timor-Leste.
Sebagai kelanjutan dari pertemuan ini, kedua belah pihak berencana untuk mengembangkan Memorandum of Understanding (MoU) yang akan memformalkan kerja sama antara Indonesia dan Timor-Leste di bidang pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan perencanaan pembangunan.
MoU ini diharapkan akan membuka peluang lebih besar untuk kerja sama yang saling menguntungkan di masa depan. Dengan semakin kuatnya hubungan bilateral, Indonesia dan Timor-Leste siap maju bersama untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dan inklusif.
“Selain itu, kami ingin membahas perubahan iklim yang menjadi perhatian dunia. Indonesia tidak bisa menangani hal ini sendirian, begitu pula negara lain. Kami telah berbicara dengan negara Pasifik yang sepakat untuk bekerja sama menghadapi perubahan iklim,” pungkas Menteri Suharso.
Pada 17 januari 2024, Pemerintah Timor-Leste juga telah memberikan persetujuan untuk menyetujui MoU antara Kementerian Perencanaan dan Investasi Strategis (MPIE -tetun) Republik Demokratik Timor-Leste dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia untuk bekerjasama di bidang pembangunan infrastruktur.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




