iklan

EKONOMI, HEADLINE

JICA – FCOTI sepakati kerjasama lindungi sumber daya alam dan hutan

JICA – FCOTI sepakati kerjasama lindungi sumber daya alam dan hutan

Serah terima dokumen usai penandatanganan kontrak yang dilakukan antara Kepala Perwakilan JICA di Timor-Leste, Ito Mimpei dan Direktur FCOTI, Alexandre Rosa Bruno Sarmento di Dili, senin (29/07). Foto JICA

DILI, 30 juli 2024 (TATOLI)– Badan Kerjasama Internasional Jepang (JICA) di Timor-Leste dan Fundação Carbon Offset Timor (FCOTI) menandatangani kontrak untuk melaksanakan survei data dan informasi dari setiap rumah tangga dengan tujuan melindungi sumber daya alam dan hutan.

Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Kepala Perwakilan JICA di Timor-Leste, Ito Mimpei dan Direktur FCOTI, Alexandre Rosa Bruno Sarmento di Dili, senin ini.

Melalui dana GCF (Green Climate Fund), JICA dan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) mitranya mengimplementasikan proyek CBNRM (Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Berbasis Masyarakat) untuk melindungi sumber daya alam dan hutan di 72 desa di tujuh kotamadya hingga tahun 2029.

“Survei ini akan memberikan data dan informasi untuk memahami perubahan perilaku masyarakat dan situasi sumber daya alam saat ini serta memperjelas dampak yang terjadi sebelum/sesudah implementasi,” ungkap Ito Mimpei dalam laman resmi JICA di Timor-Leste.

Dijelaskan, pengumpulan data untuk analisis dampak terdiri dari tiga survei utama, yaitu survei baseline, midline dan endline. Survei desa midline direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2026 dan survei endline akan dilaksanakan pada tahun 2028.

“JICA memilih FCOTI sebagai LSM yang memenuhi syarat untuk melaksanakan survei ini berdasarkan pengetahuan dan pengalaman mereka dalam survei rumah tangga sejak tahun 2009. Kami berharap yang terbaik untuk FCOTI dalam proyek ini,” tulis siaran pers itu.

FCOTI adalah sebuah organisasi Timor-Leste yang didirikan oleh penduduk setempat dengan dukungan dari mitra lamanya, GTNT Group. FCOTI secara resmi terdaftar sebagai yayasan di Kementerian Kehakiman Timor-Leste pada bulan Oktober 2018 untuk melaksanakan inisiatif penyeimbangan karbon secara sukarela yang telah didirikan di dua desa di Timor-Leste, Laclubar dan kemudian di Soibada, sejak tahun 2009.

Sejak pendaftaran resminya, FCOTI telah bermitra dengan masyarakat lokal, lembaga pemerintah dan berbagai organisasi lain seperti GTNT, UNDP, GiZ melalui GOPA, Interwork Group, Darwin Initiative, Charles Sturt University, World Vision, dan organisasi lokal seperti RAEBIA untuk mengimplementasikan proyek penggantian kerugian karbon.

Dengan staf yang sebagian besar terdiri dari warga lokal Timor-Leste, saat ini kegiatan FCOTI telah menyebar di seluruh wilayah Timor-Leste hingga ke kota-kota lain termasuk Manatuto, Dili, Liquiça, dan Viqueque.

Melalui Proyek Karbon Hutan Kemasyarakatan Halo Verde, FCOTI telah memperoleh sertifikasi internasional dari Plan Vivo Foundation yang berbasis di Edinburgh. Hingga pertengahan tahun 2021, proyek ini telah memperoleh hampir 20.000 ton kredit bersertifikasi, di mana hampir 200 ton di antaranya telah terjual di pasar internasional.

Melalui proyek ini, FCOTI telah menanam lebih dari 250.000 pohon dimana lebih dari 150.000 pohon di antaranya sedang dalam pengelolaan untuk pasar kredit karbon. FCOTI telah melibatkan lebih dari 1000 petani kecil dan lebih dari 150 rumah tangga. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!