iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE

USAID–CRS kembali terapkan tahap ke-II program F2F majukan agribisnis Timor-Leste

USAID–CRS kembali terapkan tahap ke-II program F2F majukan agribisnis Timor-Leste

USAID bersama CRS bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan (MAPPF) kembali meluncurkan Program Petani ke Petani (F2F) tahap ke- II di Timor-Leste untuk periode 2024 – 2028. Foto USAID

DILI, 05 april 2024 (TATOLI)— Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) bersama Catholic Relief Services (CRS) bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan (MAPPF) kembali menerapkan Program Petani ke Petani (F2F) tahap ke- II  di Timor-Leste untuk periode 2024 – 2028.

Program F2F tersebut diluncurkan langsung oleh Sekretaris Negara urusan Perikanan, Domingos da Conceição dos Santos bersama Direktur Misi USAID di Timor-Leste, Mark Anthony White, Country Manager CRS di Timor-Leste, Yane Pinto, Direktur Program Global F2F CRS, Patrick Bell; serta perwakilan dari Kementerian Kesehatan dan Pendidikan, IADE, SERVE, dan Trade Invest. Peluncuran dilakukan di Timor Plaza, Dili,  kamis (04/04/2024).

Berdasarkan pencapaian F2F sebelumnya yang sukses (oktober 2018 hingga september 2023) di Timor-Leste, program F2F yang baru akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan ketahanan pangan yang berkelanjutan melalui pengembangan agribisnis dan nutrisi, hingga september 2028. Program F2F akan mendukung peningkatan dalam pengembangan bisnis pertanian dan gizi.

Direktur Misi USAID di Timor-Leste, Mark Anthony White menjelaskan program ini akan memperluas ketahanan pangan dengan meningkatkan praktik pertanian untuk membantu anggota keluarga beradaptasi dengan perubahan iklim dan memastikan makanan bergizi tersedia di pasar lokal.

“Dengan memperkuat rantai nilai utama termasuk ternak, ikan, dan makanan kaya nutrisi dan mendukung bisnis pertanian yang lebih besar, F2F akan meningkatkan sistem pangan yang berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi,” jelas Direktur Mark Anthony White.

Selain itu, kegiatan ini juga akan membantu mengembangkan peluang ekspor untuk produk-produk bernilai tinggi seperti kemiri, minyak kelapa murni, vanili, dan kakao.

Sementara, Sekretaris Negara urusan Perikanan, Domingos da Conceição dos Santos ikut menyampaikkan terima kasih pada USAID dan CRS karena terus berkomitmen untuk mengimplementasikan program F2F di Timor-Leste.

“Ada banyak orang yang benar-benar membutuhkan dari Pemerintah maupun dari lembaga internasional, dan dengan peluncuran ini saya mengapresiasi CRS dan USAID yang sudah berkontribusi, kita berharap ini bisa mengurangi stunting dan gizi buruk di negara kita,” katanya.

Secara global, program F2F menghubungkan para sukarelawan dari Amerika Serikat dengan organisasi-organisasi yang bergerak di bidang pertanian di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Country Manager CRS di Timor-Leste, Yane Pinto menyebutkan para sukarelawan memberikan bantuan teknis jangka pendek dalam berbagai topik terkait pertanian untuk mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Mereka bekerja untuk meningkatkan produksi, meningkatkan profitabilitas, mengatasi tantangan pengelolaan sumber daya, dan meningkatkan pendapatan. Mereka adalah orang expert yang akan mendukung kita. Bersama kami bekerjasama dengan relawan lokal untuk bisa menerapkan program ini meskipun berbegai kendala yang kita hadapai seperti infrastruktur jalan dan koneksi internet yang tidak begitu baik,” ungkapnya.

Yane Pinto menginformasikan penerapan program F2F sendiri saat ini masih dalam proses identifikasi untuk para penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan dukungan.

Diketahui pendanaan untuk F2F sendiri disediakan oleh USAID, menggarisbawahi komitmen pemerintah Amerika Serikat untuk berinvestasi dalam pertumbuhan ekonomi dan ketahanan pangan Timor-Leste yang berkelanjutan.

Sesuai laporan F2F perioride 2018 – 2023 program tersebut telah diterapkan di beberapa kotamadya seperti Dili, Aileu, Ermera, Maliana, Manatuto, Baucau, Viqueque dan Lautem.

F2F 2018 – 2023 sendiri berfokus pada hortikultura, peternakan & tanaman industri yang dilaksanakan oleh 11,257 petani dengan mitra pelaksan dari koperasi petani, perusahaan swasta, lembaga pendidikan, LSM dan lembaga keuangan. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!