iklan

INTERNASIONAL, SOSIAL INKLUSIF

Hilang selama penjajahan Indonesia, LSM berhasil pulangkan 100 anak

Hilang selama penjajahan Indonesia, LSM berhasil pulangkan 100 anak

Direktur Eksekutif CNC, Hugo Maria Fernandes. Foto TATOLI/Joanico de Araújo

DILI, 01 februari 2024 (TATOLI)—Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dari Timor-Leste dan Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah (Timor-Leste dan Indonesia) telah berhasil memulangkan 100 anak yang hilang selama masa penjajahan Indonesia.

“Kami berhasil memulangkan 59 anak, sejak tahun 2017 hingga 2023. Namun, jumlah tersebut tidak dihitung dengan sebelum CNC, IP berdiri. Jadi, jika dijumlahkan total sekitar 100 anak hilang yang sudah ditemukan,”   kata Direktur Eksekutif Pusat Nasional Chega, Institut Publik (CNC, I,P), Hugo Maria Fernandes, kepada Tatoli, di kantornya di Balide.

Disebutkan, 59 anak yang dipulang tersebut berdasarkan data yang ada bahwa, pada 2017 ada 15 anak yang  ditemukan, 2018 (9 anak), 2019 (14 anak), 2022 (16 anak), dan 2023 ada lima anak.

Berita terkait : Hilang selama penjajahan Indonesia, AJAR: 30 korban butuh dukungan bertemu keluarga di TL

“Tahun ini, akan  mencari karena kami, bekerja sama dengan LSM melalui Kelompok Kerja Layanan Anak Hilang dan juga melalui teman-teman dari LSM yang ada di Indonesia. Mereka membantu kami dalam mencari anak yang hilang,” tambahnya.

Selain itu, CNC, IP tahun ini juga menerima laporan dari Australian National University tentang evaluasi dampak program reunifikasi anak-anak yang hilang.

“Laporan ini akan membantu kami melihat apakah program ini berjalan dengan baik atau tidak, dan apa yang perlu diperbaiki di masa depan,” katanya.

Sebelumnya, Organisasi Asia Justice and Rights (AJAR) di Timor-Leste  melaporkan 30 anak yang hilang pada masa penjajahan Indonesia telah ditemukan dan mereka membutuhkan dukungan Pemerintah untuk dapat dipertemukan dengan keluarga di Timor-Leste.

Inocêncio de Jesus Xavier selaku Koordenador Organisasi AJAR di Timor-Leste, mengatakan ke-30 korban ini baru didaftarkan dan harusnya dijadwalkan akan pulang ke TL pada tahun 2020 tetapi ditunda akibat adanya pandemi COVID-19.

Reporter : Mirandolina Barros Soares

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!