iklan

EKONOMI, INTERNASIONAL, HEADLINE

2023: Pengiriman tenaga kerja Timor-Leste ke Australia capai 4.582

2023: Pengiriman tenaga kerja Timor-Leste ke Australia capai 4.582

Direktur Nasional Ketenagakerjaan Luar Negeri di SEFOPE, João Correia Pereira. Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 04 januari 2024 (TATOLI)— Kantor Nasional Ketenagakerjaan Luar Negeri (DNEE -tetun) di Sekretariat Negara Pelatihan Professional dan Ketenagakerjaan (SEFOPE) telah mengirim 4.582 tenaga kerja Timor-Leste ke Australia melalui program The Pacific Australia Labour Mobility (PALM) scheme.

Direktur Nasional DNEE, João Correia Pereira melaporkan angka tersebut dinilai meningkat secara signifikan dibandingkan dengan tahun 2022 yang mengirim 3.572 tenaga kerja ke Australia.

“Untuk tahun 2023 kita telah mengirim 4.582 tenaga kerja yang terdiri dari 3.142 laki-laki dan 1.440 perempuan. Artinya kepercayaan para perusahaan sangat besar pada kita,” jelas João Correia Pereira pada Tatoli secara eksklusif di kantor DNEE-Becora.

Berita terkait : Perusahaan PeopleIN dari Australia siap terima 10 ribu tenaga kerja Timor-Leste

João Correia Pereira juga mengungkapkan bahwa dari angka tersebut 2.221 tenaga kerja adalah pekerja lama yang kembali dikontrak oleh perusahaan dan 2.361orang adalah tenaga kerja baru yang memulai kontraknya pada 2023.

Disebutkan di PALM scheme sendiri terbagi menjadi dua bagian tenaga kerja untuk jangka panjang yang tiga tahun ke atas dan jangka pendek mulai dari enam hingga sembilan bulan.

“Kebanyakan dari mereka bekerja yang bekerja dengan jangka pendek berjumlah 4.011 dan hanya 571 orang yang bekerja untuk jangka panjang,” katanya.

Sesuai laporan lengkap dari SEFOPE jumlah pengiriman tenaga kerja dari Timor-Leste ke Australia muali dari 2012 sampai 2023 mencapai 13.295. Dan mereka telah menyumbagkan perputaran uang sebesar $76 juta ke Timor-Leste sesuai laporan BCTL (Bank Sentral Timor-Leste).

DNEE juga memberikan data terbaru dari lebih dari 13 ribu tenaga kerja tersebut terdapat 824 tenaga kerja yang memilih untuk keluar dari sistem Work Ready Pool (WRP) yang terdiri dari 651 laki-laki dan 173 perempuan.

“Ini menjadi tantangan bagi kita untuk terus memantau mereka dan kita sudah menyiapkan prosedur sebelum memberangkatkan mereka ke Australia. Tetapi dari 800 orang tersebut sampai saat in belum memberikan laporan apapun, dan kita berharap untuk tahun ini para perusahaan tetap memberikan kepercayaan bagi kita. Karena, beberapa laporan menilai meskipun fisik tenaga kerja Timor-Leste dengan rata-rata pendek tetapi sangat cepat dalam bekerja, ” tuturnya.

Berita terkait : Selama enam bulan, Timor-Leste kirim 1.918 tenaga kerja ke Australia

PALM Scheme merupakan program yang memberikan kesempatan bagi tenaga kerja dari Timor-Leste dan sembilan negara kepulauan Pasifik seperti Fiji, Kiribati, Nauru, Papua Nugini, Samoa, Kepulauan Solomon, Tonga, Tuvalu dan Vanuatu. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!