DILI, 07 maret 2023 (TATOLI)— Pemerintah Jepang melalui Kedutaan Besar (kedubes) Jepang di Timor Leste (TL), memberikan bantuan dana hibah senilai $332,865.00 melalui Grassroots Human Security Projects (GGP) untuk membangun gedung sekolah dan meningkatkan kapasitas pendidikan di TL.
Dana bantuan tersebut diberikan untuk mendukung empat organisasi seperti, Asosiasi Tunanetra Timor Leste (AHDMTL), Yayasan LEO BALU, Misionaris Fransiska Nossa Senhora dan Yayasan Kakao Rai Laco.
“Pemerintah Jepang melalui GGP telah memilih empat organisasi tersebut untuk mengembangkan dan meningkatkan kapasitas Pendidikan di Timor- Leste,” kata Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Timor-Leste, Kimura Tetsuya kepada wartawan di Aula, Kedutaan Besar Jepang di TL, Pantai Kelapa, Dili, selasa ini.
Dia mengatakan, tujuan dari GGP yang pertama untuk memastikan keamanan manusia dengan lebih baik melalui pelaksanaan proyek untuk memberdaya masyarakat dan memenuhi kebutuhan dasar manusia di bidang kesehatan, pendidikan dasar, pasokan air, pengentasan kemiskinan, dan lainnya yang terkait dengan kebutuhan dasar manusia.
Berita terkait : Jepang dan UNDP sepakati proyek CIREP senilai $5,1 juta
Sementara, Wakil Menteri Solidaritas Sosial dan Inklusif (MSSI), Signi Chandrawati Verdial, mengapresiasi Pemerintah Jepang melalui Kedutaan Besarnya di TL yang memiliki komitmen kuat dalam mengimplementasikan GGP di TL.
“Jepang memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung TL melalui GGP dan banyak Lembaga Swadaya Masyarakat termasuk organisasi disabilitas telah memanfaatkan GGP untuk memastikan kebutuhan mendasar bagi Penyandang Disabilitas di TL,’’ ujarnya.
Sementara itu, empat organisasi penerima hibah GGP akan menggunakan dana tersebut untuk pembangunan gedung sekolah baru, pembelian peralatan sekolah seperti, kursi dan meja sekolah serta meningkatkan Pusat Peningkatan Kapasitas.
Dalam dana hibah itu, AHDMTL berhak mendapatkan dana senilai $92,592.00. Dana itu akan digunakan untuk membangun pusat Peningkatan Kapasitas yang terdiri dari Brille letter, kursus bahasa Jepang, kursus bahasa Portugis, kursus bahasa Inggris, kursus komputer dan lainnya.
Sementara, Misionaris Fransiska Nossa Senhora berhak menerima dana sebesar $92,000. Anggaran itu akan digunakan untuk membeli fasilitas seperti kursi dan meja untuk sekolah di Laleia, Manatuto.
Yayasan Kakao Rai Laco berhak menerima $ 92,559.00. Dana itu akan digunakan untuk membangun satu gedung Sekolah Dasar di Railaco – Ermera. Sedangkan, Yayasan LEO BALU berhak menerima $ 92,403.00 untuk membangun Sekolah Dasar Nossa Senhora Aitara, di Manlala- Manatuto.
Berita terkait : Dubes Tetsuya ingin perluas jangkauan kerjasama Timor-Leste dan Jepang
Dana hibah yang diberikan akan digunakan berdasarkan jadwal proyek yang berjalan selama enam (6) bulan untuk memberi manfaat bagi rakyat TL di bidang pendidikan dan peningkatan kapasitas untuk memastikan kesejahteraan dan berkontribusi dalam pembangunan TL di masa depan.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




