iklan

EKONOMI, INTERNASIONAL, LSM

OXFAM kenalkan pentingnya jaminan sosial serta hak dan kewajiban pekerja

OXFAM kenalkan pentingnya jaminan sosial serta hak dan kewajiban pekerja

Organisasi Internasional OXFAM di Timor-Leste menggelar seminar di City 8, Manleuana. Foto Tatoli

DILI, 09 november 2022 (TATOLI)— Organisasi Internasional OXFAM di Timor-Leste hari ini kembali memperkenalkan kepada para pekerja di Timor-Leste (TL) tentang pentingnya  jaminan sosial serta kewajiban dan hak para pekerja.

Memperkenalkan jaminan sosial serta kewajiban dan hak para pekerja di Timor-Leste dilakukan OXFAM melalui seminar yang digelar di City 8, Manleuana, rabu ini.

Direktur Nasional OXFAM, Fausto Belo Ximenes mengatakan, seminar yang diadakan tersebut dilihat dari masih banyak orang khususnya pekerja atau pemilik perusahaan maupun instansi terkait yang belum mendaftarkan jaminan sosial.

“Kami ingin agar meningkatkan pengetahuan mitra agar mampu mengimplementasikan sesuai dengan undang-undang yang berlaku dan bisa partisipasi dan kontribusi pada jaminan sosial,” jelas Fausto Belo Ximenes.

Disebutkan, sekitar 80 orang mewakili 17 lembaga lokal di kotamadya Baucau, Oecusse, Covalima, Liquiça, Ermera dan Dili yang telah bekerjasama dengan OXFAM.

Seminar ini sendiri menghadirkan Institut Nasional Jaminan Sosial (INSS -tetun), Sekretariat Negara Pelatihan Professional dan Kejuruan (SEFOPE -tetun) serta intansi lainnya untuk menjadi pembicara.

Direktur Eksekutif INSS, Aida Maria Soares Mota mengatakan, pihaknya menghargai undangan OXFAM karena mendukung mereka untuk membagikan lebih luas lagi pengertian tentang UU untuk jaminan sosial yang sudah disahkan sejak 2016.

“Tidak hanya para pekerja, pemilik perusahaan pun harus mengetahui pentingnya jaminan sosial, ini juga dikhususkan pada pekerja agar mengerti bahwa mereka memiliki hak untuk mendapatkan keamanan mereka dalam bekerja,” katanya.

Perundang-undangan yang relevan terdiri dari UU No. 12/2016 tentang Rezim Kontributor Jaminan Sosial Penciptaan, Keputusan-UU No.17/2017 ( Pengaturan Pensiun Tidak Sah dan Hari Tua),  Keputusan-UU No.18/2017 (Paternitas dan Peraturan Adopsi untuk Perlindungan Maternitas),  Keputusan-UU No.19/2017  (Aturan Ketika Pekerja Meninggal) dan  Keputusan-UU No. 20/2017  (Peraturan tentang Pendaftaran dan Kewajiban Iuran).

Aida Maria Soares Mota menambahkan bahwa dengan mengerti semua UU tersebut akan menjadi satu-satunya jalan bagi pekerja untuk menjamin dirinya sendiri, jika nantinya mendapatkan masalah bisa langsung mengklaim ke SEFOPE dan mereka akan mendukung prosesnya.

Direktur Eksekutif INSS menilai  bahwa saat ini banyak perusahaan internasional yang sudah mendaftar jaminan sosial tetapi kebanyakan perusahaan nasional kecil   belum melakukan itu.

Menurut data dari INSS, saat ini 100.000 dari pekerja publik dan swasta sudah memiliki nomor jaminan sosial.

Reporter: Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!